Sosialisasi Sistem Informasi Jurnal: Langkah Strategis Mendorong Tata Kelola Publikasi yang Lebih Profesional
Published on: 31 Agu 2026

Workshoop, Pelatihan
Serang, 29 Agustus 2026 —
Pengelolaan jurnal ilmiah di era digital tidak lagi sekadar berbicara mengenai
penerbitan artikel secara berkala. Lebih dari itu, pengelolaan jurnal
membutuhkan sistem yang mampu mendukung proses editorial secara efektif,
transparan, terintegrasi, dan mudah diakses oleh seluruh pihak yang terlibat.
Atas dasar kebutuhan tersebut, kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi
Jurnal serta Undangan bagi Pengelola Jurnal menjadi langkah penting
dalam memperkuat tata kelola publikasi ilmiah.
Ketua LPPM Universitas
Pamulang Dr. Susanto, S.H., S.M., S.Ak., M.M., M.H., M.A.P dalam
sambutannya berpesan Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi ruang
bagi para pengelola jurnal untuk memahami perkembangan dan pemanfaatan sistem
informasi dalam mendukung aktivitas pengelolaan jurnal. Mulai dari proses
pengajuan naskah, pengelolaan editor dan reviewer, proses telaah artikel,
hingga penerbitan dan dokumentasi publikasi, seluruh tahapan tersebut
membutuhkan pengelolaan yang sistematis.
Direktur Universitas Pamulang Bapak Dr. Imam Sofi’I, S.E., S.Ag., M.Pd., M.Ag dalam sambutannya berpesan, transformasi digital dalam pengelolaan jurnal bukan lagi sebuah pilihan tambahan, melainkan kebutuhan yang harus direspons secara serius oleh setiap institusi penerbit. Sistem informasi jurnal yang dikelola dengan baik dapat membantu mengurangi proses administratif yang berulang sekaligus meningkatkan efisiensi kerja para editor dan pengelola.

Wakil Direktur III Bidang
Penelitian, PKM, Inovasi dan Aset Bapak Ir.Heri Kusnadi, S.T., M.T dalam
sambutannya berpesan keberadaan sistem saja tidak cukup. Kualitas sebuah sistem sangat bergantung pada
kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Karena itu,
sosialisasi kepada pengelola jurnal menjadi bagian penting untuk memastikan
bahwa teknologi benar-benar dipahami dan dimanfaatkan secara optimal, bukan
sekadar menjadi platform administratif.
Undangan kepada para
pengelola jurnal dalam kegiatan ini juga memiliki makna strategis. Keterlibatan
mereka membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman, identifikasi berbagai
kendala yang selama ini dihadapi, serta penyamaan pemahaman mengenai tata
kelola jurnal yang baik. Forum semacam ini dapat menjadi titik temu antara
kebutuhan teknis sistem dengan kebutuhan nyata para pengelola di lapangan.
Kepala Bidang Jurnal
Universitas Pamulang Bapak Asep Erlan Maulana, S.Kom., M.Kom dalam
materinya menyampaikan penguatan sistem informasi jurnal juga diharapkan dapat
berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kredibilitas publikasi ilmiah. Pengelolaan
yang tertib, terdokumentasi, dan transparan akan memberikan dampak positif
terhadap kepercayaan penulis, reviewer, editor, maupun pembaca. Karena itu,
sosialisasi ini sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan pengenalan sistem
semata. Diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan, evaluasi berkala, serta
komunikasi berkelanjutan antara pengelola sistem dan pengelola jurnal. Dengan
demikian, berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi dapat segera
diidentifikasi dan diselesaikan.
Pada akhirnya, digitalisasi
pengelolaan jurnal harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun
ekosistem publikasi ilmiah yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Sinergi antara teknologi, kompetensi pengelola, dan komitmen institusi menjadi
kunci agar jurnal tidak hanya mampu terbit secara rutin, tetapi juga terus
berkembang dari sisi kualitas, tata kelola, dan reputasi akademik.
Melalui kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi
Jurnal serta Undangan Pengelola Jurnal ini, diharapkan lahir pemahaman bersama
bahwa penguatan publikasi ilmiah merupakan tanggung jawab kolektif. Sistem yang
baik, pengelola yang kompeten, dan tata kelola yang konsisten akan menjadi
fondasi penting bagi terwujudnya jurnal ilmiah yang kredibel dan mampu
memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.




