Logo

Kolaborasi Riset LPPM UNPAM Kampus Kota Serang dan LPPM UNSAP: Pengembangan Model Keberhasilan LMS Berbasis Data dan Perilaku Pengguna berbasis integrasi Delone & McLean dan User Behavior Analytics

Published on: 29 Agu 2026

Kerjasama

Sumedang, 28 Agustus 2026 Forum Group Discussion (FGD) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pamulang Kampus Kota Serang dan LPPM Universitas Sebelas April (UNSAP) menjadi ruang strategis bagi pengembangan inovasi riset di bidang pendidikan digital. FGD mengangkat tema “Pengembangan Model Evaluasi Keberhasilan Learning Management System (LMS) Berbasis Integrasi DeLone & McLean dan User Behavior Analytics”. Kegiatan ini sudah koordinasi dengan ketua LPPM Universitas Pamulang Bapak Dr. Susanto, S.H., S.M., S.Ak., M.M., M.H., M.A.P. Adapun untuk kolaborasi riset penelitian yang didanai DPPM Kemendiktisaintek.go.id melalui platform website bima.kemendiktisaintek.go.id, ketua peneliti ini adalah Reni Haerani, S.Kom., M.Kom., Ph.D. dari universitas pamulang (Kampus Kota Serang) anggota dosen (1) adalah dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Sebelas April H. Dwi Yuniarto, S.Sos., M.Kom., Ph.D, anggota dosen lainnya adalah dosen dari universitas Pamulang (Kampus Kota Serang) anggota (2) Angga Pramadjaya, S.Kom., M.M., M.Kom anggota (3) Zayid Musiafa, S.Kom., M.Kom. Anggota Mahasiswa (1) Syfa Maori Nur Azkia Anggota Mahasiswa (2) Ayu Septi Puji Lestari, Anggota Mahasiswa (3) Ceuceu Zuraida Sahabiah

Rektor Universitas Sebelas April Bapak Prof. Dr. H. Arifin, S.H., M.Pd. dalam sambutannya berpesan Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mengubah cara perguruan tinggi menyelenggarakan proses pembelajaran. Learning Management System (LMS) kini tidak hanya berfungsi sebagai media penyimpanan materi, tetapi telah menjadi bagian penting dari ekosistem pembelajaran yang mempertemukan dosen, mahasiswa, materi, aktivitas akademik, serta proses evaluasi dalam satu lingkungan digital.

Universitas Sebelas April sendiri menempatkan LMS sebagai salah satu layanan sistem informasi akademik yang mendukung proses pembelajaran. Di sisi lain, LPPM UNSAP memiliki peran penting dalam pengembangan dan pengelolaan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, FGD antara LPPM Universitas Pamulang Kampus Kota Serang dan LPPM UNSAP menjadi lebih dari sekadar forum bertukar gagasan. Kegiatan ini dapat dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi riset yang menjawab persoalan nyata dalam implementasi teknologi pembelajaran di perguruan tinggi.

LMS Tidak Cukup Dinilai dari Frekuensi Penggunaannya

Kepala Bidang LPPM Universitas Pamulang (Kampus Kota Serang), Bapak Angga Pramadjaya, S.Kom., M.M., M.Kom dalam sambutanya berpesan Salah satu persoalan yang sering muncul dalam implementasi LMS adalah bagaimana menentukan apakah sebuah sistem benar-benar berhasil. Jumlah pengguna yang tinggi memang dapat menjadi indikator awal. Namun, angka tersebut belum mampu menjawab pertanyaan yang lebih penting: apakah LMS memberikan manfaat nyata terhadap proses pembelajaran?

Mahasiswa mungkin aktif masuk ke dalam sistem, tetapi belum tentu benar-benar terlibat dalam aktivitas pembelajaran. Begitu pula sebaliknya, frekuensi akses yang tidak terlalu tinggi belum tentu menunjukkan bahwa sistem tidak bermanfaat.



Karena itu, evaluasi keberhasilan LMS membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.

Ibu Reni Haerani, S.Kom., M.Kom., Ph.D ketua penelitian hibah bima DPPM Kemendiktisaintek dalam forum FGD menyampaikan Model DeLone & McLean menawarkan kerangka yang dapat digunakan untuk melihat keberhasilan sistem informasi melalui berbagai dimensi, seperti kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kepuasan pengguna, dan manfaat bersih. Pendekatan tersebut juga telah digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan evaluasi sistem informasi di lingkungan UNSAP.

Namun, dalam perkembangan teknologi pendidikan saat ini, mengandalkan persepsi pengguna saja juga memiliki keterbatasan.

Di sinilah User Behavior Analytics menjadi penting.

Membaca Apa yang Benar-Benar Dilakukan Pengguna

Anggota (1) Dekan Fakultas Teknologi Informasi Bapak Dwi Yuniarto, S.Sos., M.Kom. Ph.D dalam forum FGD menyampaikan User Behavior Analytics memungkinkan institusi melihat pola interaksi pengguna dengan LMS berdasarkan data aktivitas yang tersedia. Misalnya, seberapa sering mahasiswa mengakses materi, berapa lama mereka berinteraksi dengan sistem, seberapa konsisten mereka mengikuti aktivitas pembelajaran, bagaimana pola pengumpulan tugas, serta bagaimana keterlibatan mereka dalam forum atau aktivitas evaluasi.

Data tersebut dapat memberikan gambaran yang berbeda dibandingkan hasil kuesioner.

Seorang mahasiswa dapat menyatakan bahwa LMS mudah digunakan, tetapi data perilakunya mungkin menunjukkan bahwa ia hanya mengakses sistem ketika ada tugas. Sebaliknya, mahasiswa lain mungkin memberikan penilaian yang relatif biasa terhadap LMS, tetapi menunjukkan pola penggunaan yang konsisten dan aktif dalam berbagai aktivitas pembelajaran.

Perbedaan antara apa yang pengguna katakan dan apa yang pengguna lakukan merupakan ruang penting yang perlu dikaji dalam evaluasi LMS.

Karena itu, integrasi DeLone & McLean dan User Behavior Analytics memiliki potensi menghasilkan model evaluasi yang lebih objektif. Persepsi pengguna tetap diperlukan untuk mengetahui kualitas sistem dari sisi pengalaman manusia, sementara data perilaku dapat memberikan bukti empiris mengenai bagaimana sistem tersebut benar-benar dimanfaatkan.

Dari Evaluasi Menuju Perbaikan Pembelajaran

Menurut hemat kami, nilai strategis dari FGD ini tidak berhenti pada lahirnya sebuah model evaluasi LMS.

Lebih jauh, model tersebut diharapkan mampu membantu perguruan tinggi mengubah data digital menjadi dasar pengambilan keputusan.

Jika data menunjukkan bahwa mahasiswa sering mengakses materi tetapi jarang menyelesaikan aktivitas evaluasi, misalnya, institusi dapat meninjau kembali desain pembelajaran. Jika mahasiswa mengalami kesulitan pada fitur tertentu, maka pengembangan sistem dapat diarahkan pada aspek tersebut.

Dengan demikian, evaluasi LMS tidak lagi hanya menjadi kegiatan administratif atau sekadar menghasilkan angka tingkat kepuasan pengguna.

Evaluasi harus menjadi instrumen untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Hal tersebut sejalan dengan ruang lingkup pengembangan riset pendidikan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas akademik UNSAP, termasuk kajian mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, model pembelajaran, serta evaluasi pendidikan.

Kolaborasi Antar-LPPM sebagai Kekuatan Riset

Kolaborasi antara LPPM Universitas Pamulang Kampus Kota Serang dan LPPM UNSAP juga memperlihatkan bahwa pengembangan inovasi pendidikan tidak harus dilakukan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing perguruan tinggi.

Pertukaran perspektif, pengalaman, data, dan metodologi penelitian dapat memperkaya hasil riset sekaligus meningkatkan peluang lahirnya luaran penelitian yang lebih relevan.

FGD menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perspektif tersebut. Para akademisi dan peneliti dapat membicarakan bukan hanya aspek teoritis dari model DeLone & McLean dan User Behavior Analytics, tetapi juga bagaimana model tersebut dapat diterapkan sesuai karakteristik pengguna dan lingkungan pembelajaran di perguruan tinggi.

Pada akhirnya, kolaborasi semacam ini dapat diarahkan pada pengembangan model evaluasi LMS yang adaptif, berbasis data, dan dapat digunakan sebagai instrumen peningkatan mutu pembelajaran digital.

Menjaga Etika di Balik Data Perilaku

Satu hal yang juga tidak boleh dilupakan adalah aspek etika.

Penggunaan User Behavior Analytics berarti perguruan tinggi akan berhadapan dengan data aktivitas pengguna. Oleh sebab itu, pemanfaatannya harus memperhatikan privasi, keamanan data, transparansi, serta tujuan penggunaan data.

Data mahasiswa seharusnya tidak digunakan semata-mata untuk mengawasi atau memberikan label kepada pengguna. Sebaliknya, data harus diarahkan untuk memahami kebutuhan belajar dan memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

Dengan kata lain, teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk membantu manusia, bukan menggantikan pertimbangan manusia dalam proses pendidikan.

Membangun LMS yang Lebih Bermakna

FGD antara LPPM Universitas Pamulang Kampus Kota Serang dan LPPM Universitas Sebelas April pada akhirnya membawa pesan penting bahwa keberhasilan transformasi digital pendidikan tidak dapat diukur hanya dari keberadaan teknologi.

Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar teknologi tersebut memberikan manfaat bagi proses pembelajaran.

Integrasi DeLone & McLean dengan User Behavior Analytics menawarkan peluang untuk melihat LMS dari dua sisi sekaligus: bagaimana pengguna menilai sistem dan bagaimana pengguna benar-benar berinteraksi dengan sistem.

Jika dikembangkan dengan metodologi yang tepat, model tersebut bukan hanya dapat menjadi instrumen penelitian, tetapi juga berpotensi menjadi alat strategis bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pembelajaran berbasis digital.

LMS yang berhasil bukan sekadar LMS yang banyak digunakan, tetapi LMS yang mampu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih efektif, bermakna, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi riset antara LPPM Universitas Pamulang Kampus Kota Serang dan LPPM Universitas Sebelas April, gagasan tersebut diharapkan dapat berkembang dari sebuah diskusi akademik menjadi inovasi nyata yang memberikan kontribusi bagi penguatan ekosistem pembelajaran digital di perguruan tinggi Indonesia.

Berita Relative

  • Sinergi Riset dan Pengabdian, LPPM UNIPI dan LPPM UNPAM Resmi Jalin Kolaborasi Strategis

    lppm

    29 Jan 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Melalui Kolaborasi DRMPI BRIN dan LPPM UNPAM

    lppm

    8 Agu 2025

    Learn more
    Featured Image
  • UNPAM Jalin Kerja Sama Penelitian Strategis Terkait Strategi Retensi Karyawan di Industri Sawit

    lppm

    27 Jan 2026

    Learn more
    Featured Image
  • Perkuat Publikasi Ilmiah, LPPM Universitas Pamulang Gandeng Yayasan Kayyis Mulia Jaya

    lppm

    10 Apr 2026

    Learn more
    Featured Image