Peran Kader Dalam Mengsukseskan Program Posyandu Kemuning RW 012 di Perumahan Villa Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Depok

Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan, telah ditetapkan arah kebijakan pembangunan kesehatan, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010—2014 bidang kesehatan yang dititikberatkan pada pendekatan preventif dan promotif serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Undang – Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menempatkan desa sebagai subyek pelaku pembangunan, paradigma ini disebut sebagai ‘desa membangun’.

Dalam nawacita nomor 5 meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia ditetapkan program Indonesia Sehat dengan pilar paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional, yang dilaksanakan antara lain melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, PIS-PK dan SPM bidang Kesehatan. Salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah menumbuhkembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang salah satunya adalah Posyandu

Posyandu sendiri merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang menjadi milik masyarakat dan menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat. Posyandu berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat serta mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA). Jumlah Posyandu di Indonesia sebanyak 266.827 yang tersebar di seluruh Indonesia dan terdapat sekitar 3 sampai 4 orang kader per Posyandu dan berarti ada lebih dari 1 juta kader Posyandu. Berdasarkan data Riskesdas, hampir 78% penimbangan balita dilaksanakan di Posyandu.

Kondisi tersebut memperlihatkan peran penting dari kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat melalui Posyandu. Namun demikian, masih banyak kader yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan tugasnya. Kader Posyandu sebaiknya mampu menjadi pengelola Posyandu dengan baik karena merekalah yang paling memahami kondisi kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Pengelola Posyandu merupakan orang yang dipilih, bersedia, mampu, dan memiliki waktu serta kepedulian terhadap pelayanan sosial dasar masyarakat. Oleh sebab itu, pelatihan bagi kader Posyandu merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan kader Posyandu. Kegiatan pelatihan kader Posyandu ini dapat difasilitasi oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta maupun organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, dan unsur masyarakat luas termasuk dunia usaha.

Peran dan dukungan Pemerintah kepada Posyandu melalui Puskesmas dan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu sangat penting untuk memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan masyarakat di Posyandu. Peningkatan kapasitas Posyandu pada skala desa/kelurahan akan mendukung percepatan pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif, yang merupakan salah satu target kinerja yang ingin dicapai dalam proses pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Setelah dilaksanakannya kegiatan PKM ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta membantu objek PKM untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusianya, terutama dalam mendorong penggunaan sosial media dan peran remaja dalam membantu kader posyandu untuk mensosialisasikan program-program posyandu. Secara berkala anggota Pengabdian Kepada Masyarakat juga akan memonitor terhadap hasil daripada kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada objek PKM. Serta diharapkan hasil yang dicapai sesuai dengan ekspektasi objek PKM, antara lain meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaran upaya kesehatan dasar, meningkatkan peran lintas sektor dalam penyelenggaran posyandu berkesinambungan, dan pelayanan kesehatan meningkat secara cakupan dan jangkauan. sehingga dapat membantu objek PKM untuk mewujudkan harapan dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi saat ini. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada posyandu kemuning. Sehingga ke depan diharapkan layanan posyandu dapat menerapkan SAJI(Sapa, Ajak bicara, Jelaskan dan bantu, Ingatkan) secara baik dan terukur/terarah. Serta tidak ketinggalan kompetensi kader maupun kompetensi sumber daya manusia di posyandu itu sendiri.