Progam Pengembangan Manajemen Perpustakaan yang Aktif, Kreatif dan Inovatif, di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat

Perpustakaan menjadi sebuah pondasi utama dalam berkembanganya suatu lembaga pendidikaan, kerana didalamnya terdapat berbagai disiplin ilmu yang dapat menjadi guide atau petunjuk secara teoritis dalam menggali maupun mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun, eksistensi perpustakaan saat ini khususnya pada lembaga pendidikan pondok pesantren kurang muncul dipermukaan, tentu ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor utama dalam meningkatkan eksistensinya dalam lembaga pendidikan adalah pihak pengelola perpustakaan atau yang secara profesional sebagai seorang pustakawan, koleksi dan layanan perpustakaan.

Hal ini menjadi sebuah inisiasi bagi Dosen Prodi S1 Manajemen, Universitas Pamulang selaku pendidik yang sadar betul akan peran perpustakaan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan serta memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tri dharma Perguruan Tinggi untuk melaksanakan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dengan tema “ Program Pengembangan Manajemen Perpustakaan yang Aktif, Kreatif dan Inovatif di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Ciseeng, Bogor Jawa Barat”. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Maret 2017 yang dihadiri oleh kurang lebih 41 peserta1 dari berbagai pengurus perpustakaan sekolah/Mts sekitar Ciseeng.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kehadiran tim PKM dosen UNPAM dalam rangka kegiatan Program Kegiatan Masyarakat, Beliau menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama pada Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, oleh karena itu kami sangat berterimakasih karena telah menjadi pelopor kegiatan yang insha Allah akan berdampak positif baik itu bagi yayasan maupun bagi pengelola perpustakaan.Untuk itu saya harap agar, kegiatan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan demi hasil yang maksimal” ucapnya, Minggu (12/03/2017)

Fokus PKM kali ini adalah kepada pihak pengelola perpustakaan atau dikenal dengan istilah pustakawan. Pustakawan sebagai indikator utama dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan. Oleh karena itu, narasumber yang kami undang merupakan seorang pustawakan profesional pada Perpustakaan daerah Tanggerang Selatan, yaitu Lenny Purwanti S.Sos. Materi yang disampaikan bersifat teknis mengenai pengelolaan buku berdasarkan DDC (Dewey Decimal Classification) serta dilanjutkan dengan praktek langsung melakukan klasifikasi buku yang sudah diberikan oleh panitia sebagai simulasi dan bentuk uji pemahaman akan materi yang telah disampaikan.”Respon pengunjung begitu antusias, kegiatan seperti ini akan berdampak positif bagi pengelola perpustakaan maupun lembaga jika dilakukan secara berkelanjutan” cakapnya.

 Acara ini berlangsung pukul 09.00 -11.30 WIB. Respon positif yang didapat dalam kegiatan ini pun beragam, namun sebagian besar tamu undangan antusias dengan materi yang disampaikan, hal ini terlihat dari sikap kritis dan permintaan soft file materi yang diberikan untuk dipelajari lebih lanjut. Bahkan ada salah satu pengelola perpustakaan di Departemen Agama berkata “merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena kegiatan ini cukup “langka” ditemui,  padahal ilmunya sangat penting bagi perkembangan sebuah lembaga pendidikan” ucapnya.

Menjadi seorang pustakawan adalah profesi mulia karena bertugas mengklasifikasikan ilmu pengetahuan untuk di sajikan kepada para pemustaka2. Oleh karena itu, diperlukan ilmu atau pelatihan yang berkelanjutan guna mendukung para pengurus perpustakaan untuk menjadi seorang pustakwan yang profesional.

Kegiatan ini diakhiri dengan serah terima hibah buku  secara simbolis yang diberikan oleh ketua panitia PKM Gina Fauziah, S.Sos, M.I.Kom kepada KH. M. Supriadi selaku ketua Pondok Pesantren Riyadhul Jannah yang diperoleh dari Perpustakaan Nasional RI, sebanyak  250 eksemplar dan 125 judul. Dalam kesempatan itu Gina, menyampaikan bahwa “Disamping kegiatan PKM ini merupakan salah satu tanggung jawab dalam melakukan tri Dharma Perguruan Tinggi, output dari kegiatan ini adalah para pengelola perpustakaan menjadi lebih “profesional” dalam melaksanakan tugas nya di perpustakaan, tidak hanya itu pihak perpustakaan pun memliki tanggung jawab moral kepada pemustaka (pengguna perpustakaan) untuk menarik minat baca di lingkungan pondok pesantren Riyadhul Jannah” ucapnya.

Dengan adanya pemberian hibah buku serta pelatihan pengelola perpustakaan Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, Ciseeng, diharapkan menjadi motivasi untuk dapat memanfaatkan dengan maksimal perpustakaan serta meningkatkan eksistensi perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.(gina fauziah)

img_0300  img_0322

img_0367  img_0361

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *