LPPM Libatkan 200 Dosen dalam Diseminasi Hibah Penelitian Dosen

diseminasi1Tangerang Selatan (27/8/2018) : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpam adakan diseminasi hasil penelitian dosen pada Senin, 27 Agustus 2018 yang bertempat di Aula Rektorat Kampus Unpam I. Diseminasi yang bertema Seminar Day tersebut merupakan hasil penelitian dosen yang memperolah dana hibah internal dan eksternal.

Kegiatan ini merupakan dosen pemeroleh dana hibah penelitian Dikti dan hibah Yayasan Sasmita Jaya. Diseminasi tersebut dihadiri oleh 129 ketua tim peneliti yang masing-masing terdiri atas 26 dosen pemeroleh dana hibah dikti dan 103 pemeroleh dana hibah penelitian Yayasan. Ketua LPPM, Dr. Ali Maddinsyah, M.M. menjelaskan bahwa  setiap hasil penelitian harus dipaparkan dalam diseminasi. Kegiatan ini merupakan kegiatan diseminasi penelitian pertama yang ada di Unpam. Rencananya, Unpam melalui LPPM juga akan melakukan kegiatan ini lagi setiap akhir semeter untuk menghasilkan penelitian yang bermutu.

Ketua LPPM juga mewajibkan dosen untuk melakukan riset serta mempublikasikannya. Namun, sebelum penelitian tersebut dipublikasi, harus ada pihak yang memberi masukan terhadap laporan hasil penelitian yang dikenal dengan reviewer. Selain itu, Ketua LPPM juga menargetkan semua hasil penelitian minimal dipublikasikan di jurnal terindeks SINTA 5.

“Nanti hasilnya akan kita publikasikan dalam bentuk jurnal. Harapan kami minimal di SINTA 5-6. Karena oleh dikti apabila terakreditasi SINTA akan mendapat nilai lebih”. Paparnya pada saat mengisi sambutan.

Menurutnya, riset dan publikasi ini ibarat 2 sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Itu karena dengan publikasi nantinya hasil riset akan dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu juga akan berdampak pada kinerja dosen dan tentunya berimbas pada meningkatnya peringkat perguruan tinggi. Untuk menghindari plagiasi dalam laporan penelitian, ketua LPPM mewanti-wanti agar tidak melakukan plagiasi.desiminasi2

“Ketika ingin publiakasi nanti dicek di cek plagiarisme. Saya wanti-wanti jika nanti jurnalnya siap publikasi jurnalnya dicek dulu di turnitin. Maksimal 20% similiaritinya”.

Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (H.C.) Darsono, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada dosen yang mau meneliti. Artinya, dosen tersebut mau berkontribusi untuk meningkatkan rangking Unpam dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional. Beliau menegaskan bahwa Unpam sudah memecahkan paradigma masyarakat bahwa kuliah harus mahal. Namun, image tersebut terpatahkan oleh Unpam yang menciptakan perguruan tinggi dengan biaya murah.

“Masyarakat sekarang sudah berani berbondong-bondong daftar ke Unpam. Untuk itu, kita ingin kampus kita menjadi kampus yang baik untuk memenuhi harapan pemerintah dan harapan masyarakat. Meskipun kriteria itu (baik) bertolak belakang (masyarakat dengan pemerintah)”.

Beliau menegaskan bahwa Unpam menerima semua lapisan masyarakat kecuali yang mengkonsumsi narkoba dan juga yang memakai tato. Namun pemerintah tidak menginginkan kriteria penjaringan calon mahasiswa dilakukan hanya sebatas narkoba dan tato saja. Hal itu pemerintah ingin menciptakan mutu perguruan tinggi sehingga perlu melakukan seleksi penerimaan mahasiswa melalui proses yang ketat. Namun, Unpam mencoba membuat model pemerataan pendidikan yang bisa terjangkau oleh semua.