Dosen Unpam Minta Anak Indonesia Harus Bisa Melindungi Diri Sendiri

Dosen Unpam Minta Anak Indonesia Harus Bisa Melindungi Diri Sendiri

 

Dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan, Banten, Feb Amni Hayati, mengemukakan bahwa setiap anak dilindungi oleh negara, oleh masyarakat, oleh keluarga dan oleh dirinya sendiri.

Namun demikian,  setiap anak juga harus bisa melindungi dirinya sendiri dengan memahami bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain kecuali dirinya sendiri.

Hal tersebut dikemukakan dihadapan puluhan siswa siswi SMPN 2 Tenjo, Kabupaten Bogor dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Unpam,  Selasa (27/3/2018).

“Anak harus bisa memahami bahaya yang ditimbulkan akibat adiksi internet dan juga pornografi.  Kecanduan pornografi pada anak dapat menimbulkan kerusakan otak pada lima bagian otak, lebih besar dari kerusakan otak yang disebabkan oleh narkoba atau kecelakaan fisik,” ujarnya.

Banyak orang tua, lanjut Feb yang juga merupakan sekertaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan, takut anaknya kena narkoba sehingga melarang anak bermain di luar rumah, namun sebagai kompensasinya anak-anak diberi kebebasan akses internet (wifi).

“Celakanya, kompensasi tersebut tanpa disertai adanya pengawasan dari orangtua. Anak malah menjadi kecanduan pornografi dan lebih berbahaya dari narkoba,”tandasnya.

Sebaiknya, setelah anak mengetahui bahayanya, maka selanjutnya anak diharapkan mengetahui cara pencegahan terhadap kekerasan dan pornografi.

“Bantulah anak untuk melindungi diri sendiri, memperdalam pengetahuan tentang agama dan budi pekerti, melatih keberanian untuk berkata tidak pada perbuatan menyimpang dan berani melapor pada pihak yang berwajib jika menemukan atau mengalami kekerasan, “terangnya.

Selain menghadirkan narasumber dari P2TP2A Kabupaten Bogor,  PKM diikuti juga oleh dosen-dosen dari Program Studi Manajemen Unpam lainnya yaitu Lia Asmalah selaku Ketua PKM, Feb Amni Hayati,  Ana Septia Rahman, Chepi Safei Jumhana, Denok Sunarsih, Nurmin Arianto, Iis Noviyanti, Ibrahim Bali Pamungkas, Aden Prawiro Sudarso dan praktisi pendidikan Eko Susetyo.

Dalam acara tersebut, di sesi tanya jawab,  siswa sangat antusias menanyakan tentang peran P2TP2A dalam menangani korban kekerasan perempuan dan anak.  Siswa juga menanyakan bagaimana siswa menyikapi maraknya penyebaran gambar dan konten pornografi di kalangan remaja saat ini.

Ketua PKM Lia Asmalah, menjelaskan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi selain Pendidikan dan Penelitian. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 20 ayat 2: ”Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan  pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat”

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Tenjo, Kabupaten Bogor, Kosasih, mengapresiasi kegiatan PKM Tim Dosen  Unpam yang  bekerjasama dengan P2TP2A Kabupaten Bogor.

“Dari materi yang disampaikan murid, guru dan sekolah mendapat pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermanfaat untuk melindungi siswa dari tindakan kekerasan, “

Sumber : bogornews,   27/3/2018