Dosen Unpam Lakukan Pembinaan Karakter Pada Penerima Beasiswa Dompet Shalahuddin UGM – Yogyakarta.

denok1Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi Selain Pendidikan dan Penelitian, sesuai undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 20 ayat 2 dinyatakan: ”Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan  pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat”. Pada Pasal 24 ayat 2 disebutkan:”Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian masyarakat”. 

denok3Pengabdian masyarakat atau PKM adalah salah satu tugas dosen, dari kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) di daerah-daerah di harapkan para dosen dapat turut serta memberikan andil dan gagasan-gagasan dalam memajukan masyarakat. Kegiatan PKM tidak saja dilakukan dilingkungan sekitar perguruan tinggi tetapi dapat juga dilakukan di daerah lain. Dengan PKM di daerah lain dapat mempelajari pola pemberdayaan masyarakat yang di terapkan di daerah tersebut, juga dosen bisa mendapatkan ide serta rujukan untuk melakukan penelitian yang terkait. Seperti yang dilakukan perwakilan dari Universitas pamulang (UNPAM).

Team 9 yang terdiri dari dosen-dosen program studi manajjemen Universitas Pamulang, kali ini melakukan kegiatan PKM berupa pembinaan terhadap penerima beasiswa dompet Shalahuddin Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,denok4 kegiatan pengabdian masyarakat atau PKM yang di ketuai oleh Denok Sunarsi, dan di ikuti oleh enam dosen prodi manajemen yaitu Feb Amni Hayati, Ana Septia Rahman, R. Chepi Safei Jumhana, Lia Asmalah, Nurmin Arianto, Iis Noviyanti dan seorang praktisi pendidikan Eko Susetyo, serta seorang praktisi IT Arga Teriyan. Telah dilaksanakan pada tanggal 24-26 Februari 2018. KedatanganTeam 9 dalam rangka melakukan pembinaan kepada penerima beasiswa Dompet Shalahuddin UGM, untuk memahami manajemen peningkatan potensi diri menghadapi era globalisasi.

Kegiatan pengabdian masyarakat dibuka oleh Denok selaku ketua, dengan pengenalan potensi masing-masing denok6peserta melalui intropeksi diri, melihat hal positif dan negatif dari setiap potensi yang dimiliki oleh setiap peserta.

Feb Amni memaparkan konsep dasar untuk dapat meningkatkan potensi diri seseorang dengan konsep P3K yaitu, mengidentifikasi potensi, produktif, perubahan dan kolaborasi. Para peserta harus dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dirinya, serta peluang dan ancaman yang berasal dari luar melalui analisis SWOT. Selanjutnya dalam paparannya bahwa potensi-potensi tersebut tidak dapat menghasilkan apapun tanpa adanya pergerakan atau membuat SDM dan SDA menjadi produktif. Dan didalan produktif juga kita harus inovatif yaitu melakukan dengan cara yang berbeda atau melalukan perubahan. Serta melakukan kolaborasi dari level terendah “Bukan uang yang membuat kaya, tetapi kemampuan mengelola sumber daya menjadi produktif dan menghasilkan uang”.

Dalam materi nya Chepi memaparkan bahwa keterbatasan ekonomi orang tua bukan menjadi penghalang anak-anak untuk dapat meraih prestasi dibidang akademik maupun dibidang lainnyadenok5.

Kemudian acara pembinaan dilanjutkan dengan pengelompokan peserta, para peserta dikelompokan menjadi empat kelompok yang dipisahkan berdasarkan karakter masing-masing, yaitu Choleric, Melancholic, Phlegmatic dan sanguine dan dapat di istilahkan dalam bahasa yang mudah di ingat menjadi pemarah, pendendam, pemalu dan periang.

Denok selaku ketua PKM mengelompokan peserta melalui identifikasi tanda tangan di daftar hadir, semua dosen yang hadir di bagi menjadi empat kelompok dan bertindak sebagai mentor dalam kelompok tersebut. Para peserta diminta untuk menerangkan karakternya yang positif dan negatif, kemudian para dosen memandu mereka untuk dapat meningkatkan nilai karakter yang positif dan mengurangi efek negatif dari karakter-karakter tersebut.

denok4Di akhir acara perwakilan peserta diminta untuk memaparkan hasil diskusi yang telah di laksanakan.

“Ini adalah salah satu pembinaan terbaik yang pernah diberikan kepada kami” ujar salah satu peserta pembinaan.

Diharapkan kegiatan PKM ini dapat mengawali kerja sama antara UNPAM dan UGM Yogyakarta. Dan dosen Universitas Pamulang telah belajar banyak dari pengelolaan dana donasi yang di kelola profesional dan amanah oleh para pengurus Dompet Shalahuddin UGM Yogyakarta yang tergabung dalam LDK Jamaah Shalhuddin