Pengabdian Dosen Kepada Masyarakat, Inginkan Petani Go Online dan Gelar Pengobatan Gratis

Upaya memajukan masyarakat tidak hanya menjadi tugas Pemerintah saja. Siapapun yang tergerak dan memiliki gagasan-gagasan pemberdayaan bagi masyarakat bisa diterapkan dimana saja. Seperti yang dilakukan perwakilan dari Universitas Pamulang.

Enam orang dosen yang diketuai oleh Patria Adhistian, ST,. MM mendatangi masyarakat di Kalijambe, Jumat (16/2) di Aula Kantor Kalijambe. Kedatangannya dalam rangka penyuluhan agar para petani bisa melek informasi dan bisa memasarkan hasil panennya melalui sistem online.

Tidak hanya itu, para dosen ini juga menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat yang ingin berobat, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

Patria Adhistian (34) dosen dari Tehknik Industri Universitas Pamulang mengatakan sistem online agar petani lebih modern harus bisa diterapkan dan dipraktekan. Salah satu tujuannya adalah agar petani bisa memotong jalur tengkulak, sekaligus petani bisa melek teknologi. Dengan sistem online, petani bisa memasarkan hasil panennya melalui aplikasi-aplikasi yang sudah tersedia, diantara aplikasinya seperti 8 villages, Eragano, Tani Hub, dan Tani Fund.

Menurut Adhistian, semua aplikasi ini tersedia untuk diunduh dari Play Store ponsel Android. Masing-masing aplikasi memiliki fungsi-fungsinya sendiri untuk membantu para petani mendapatkan keuntungan dan memudahkan mencari supplier.

Selain aplikasi-aplikasi, dikenalkan juga pengenalan blog agar petani juga tidak kalah dengan mereka yang sudah sukses lewat bisnis onlinenya.

Diharapkan setelah edukasi terhadap para petani yang terpilih, pengaruhnya akan disebarkan ke rekan-rekannya untuk memanfaatkan layanan-layanan yang akan memudahkan mereka ini.

Karso (61) petani di Kalijambe, mengatakan bahwa masukan yang disampaikan mengenai pemasaran yang lebih modern merupakan upaya yang sangat baik dan bagus. Sebab selama ini petani hasil panen langsung dibeli pedagang, diharapkan dengan sistem pemasaran online bisa semakin mensejahterakan petani.

Menurut Karso, di Kalijambe sendiri sedikitnya ada sekitar 200 petani yang tentunya tidak semuanya mengerti ponsel cerdas apa lagi jual beli online. Karenanya, harus ada pembelajaran dan praktek khusus bagi para petani agar petani melek teknologi dan informasi.

Selain diberikan penyuluhan dan pengobatan gratis, juga diberikan bantuan wireless internet bagi para kelompok petani

sumber: http://tegalkota.go.id