SIMULASI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN DALAM OSIS DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID SARUA CIPUTAT TANGGERANG SELATAN

 

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Jl. Sukamulya 5 Kampung Dukuh Sarua Ciputat, Tanggerang Selatan, dengan tujuan membangun manajemen dan kepemimpinan dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang efektif, efisien yang membawa perubahan positif dilingkungan sekolah dan membangun karakter building yang mandiri dan siap menghadapi era globalisasi.

pkm-03Sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jl. Sukamulya 5  Kampung Dukuh Sarua, Ciputat, Tanggerang Selatan”, yang dihadiri oleh bapak ibu dosen Universitas Pamulang selaku tim pengabdi dan siswa-siswi peserta pelatihan manajemen dan kepemimpinan. Pada kesempatan ini hadir pula Bapak Ustad Abdul Qodir selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren beserta pengurus pondok pesantren Daarut Tauhiid.

Tepat pukul 09.00 WIB, acara kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dimulai. Adapun tahapan acara sebagai berikut: Pembukaan dipandu oleh pembawa acara Ibu Anah Furnayah, S.E, M.M, dilanjutkan pembacaan Kitab Suci Al-Qur’an dan saritilawah. Selanjutnya sambutan ketua pengabdi Ibu Reni Hindriari, S.E.,M.M.yang mewakili sambutan dari tim pengabdi. Dalam sambutannya ketua pengabdi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Pondok Pesantren Daarut Tauhiid beserta seluruh akademika pondok pesantren, yang telah memberikan kesempatan kepada tim pengabdi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Serta rasa terima kasih kepada seluruh siswa-siswi SMA DAN SMP perwakilan dari Anggota OSIS untuk mengikuti acara pelatihan simulasi manajemen dan kepemimpinan dalam OSIS.pkm-01 Juga dikemukakan kegiatan progam Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jl. Sukamulya 5  Kampung Dukuh Sarua, Ciputat, Tanggerang Selatan, ini merupakan salah satu upaya seluruh keluarga besar UNPAM dalam turut serta mendukung program peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kualitas pendidikandi Indonesia. Kegiatan-kegiatan serupa akan terus kami lakukan di waktu yang akan datang pada lokasi yang berbeda-beda.

Sambutan berikutnya dari Ketua Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Ustad Abdul Qodir dalam sambutannya juga disampaikan rasa terimakasih kepada pihak pengabdi yang berkenan melakukan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Dikatakannya bahwa kegiatan ini sangat sinergis dengan harapan pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas karakter kepemimpinan para siswa-siswi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Memasuki kegiatan inti yang pertama yaitu Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS. Tim dibagi menjadi dua kelompok yaitu tim pertama Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS SMA bertempat di ruang kelas dan tim kedua Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS SMP bertempat di masjid Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Untuk tim yang pertama Simulasi Manajemen siswa OSIS SMA disampaikan oleh pemateri pertama yaituDr. H.Ruknan, S.Sos.,M.M.,M.Pd.dengan moderator, Rita Satria,S.E.,M.M. dengan tema “Peranan Manajemen dalam Kegiatan OSIS dI Sekolah”. Dalam pemaparannya Dr. H.Ruknan menjelaskan mengenai sejarah OSIS, tujuan terbentuknya OSIS, manajemen secara umum, fungsi manajemen, dan penerapan fungsi manajemen pada kegiatan OSIS.

Pemateri yang ke dua dengan tema materi “Simulasi Kepemimpinan dalam OSIS SMA” disampaikan oleh Ir.Suprijartono, S.H.,M.B.A.,C.L.A. dengan moderator, Nani, S, Sos, M.M. Dalam pemaparanya beliau menyampaikan Case Study langsung dengan metode diskusi secara interaktif bersama siswa dan siswi. Lebih lanjut pak Ir.Suprijartono memberika pemahaman keda siswa dan siswi bahwa Pemimpin yang selamat dunia akherat, harus selalu pola segala tindakannya di kehidupan  sehari-hari, harus di komandoi oleh Kecerdasan Hatinurani diri kita, dimana didasari 3 parameter, yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain, tanpa terkecuali yakni; kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual/ agama dan kecerdasan intelektual/ ilmu/ logika.

Pemateri yang ketiga dengan tema materi “Pembentukan Karakter Building dan Jati Diri SMA” disampaikan oleh Ahmad Nazir, S.Sos.,M.Si. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan mengenai Pengertian Charakter Building, Faktor-Faktor yang Membangun Karakter. Lebih lanjut belia menjelaskan bahwa Tujuan dari pembangunan karakter adalah untuk mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. Pembangunan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berbaik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperbaiki perilaku yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik; serta menyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Ruang lingkup pembangunan karakter ini mencakup keluarga, satuan pendidikan, masyarakat sipil, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media massa. Demikian pemaparan materi dari tim pertama “Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS SMA”.

Tim kedua untuk materiSimulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS SMP bertempat di masjid Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.Materi pertama di sampaikan oleh Drs.Fahrurozi, M.Pd dan Iskandar Zulkarnain, S.S, M.Ud, M.A dengan moderator, Sulistiyani, S.Pd, M.Pd. Pada pemaparannya Bapak Drs.Fahrurozi, M.Pd menjelaskan peran OSIS, manfaat OSIS, Faktor yang perlu diperhatikan agar OSIS tetap eksis. Lebih lanjut beliau menjelaskan mengenai Ciri-Ciri Kepemimpinan Rasululloh SAW yaitu; Siddiq, Amanah, Tabligh, Dan Fathonah.

Bapak Iskandar Zulkarnain, S.S, M.Ud, M.A dalam pemaparannya beliau membagi kelompok peserta Simulasi untuk membuat struktur organisasi. Setiap kelompok membuat struktur organisasi OSIS dan tugasnya kemudian masing-masing menampilkan nama organisasinya, visi, misi, dan yel-yel motivasi. Lebih lanjut beliau menjelaskan manfaat OSIS sebagai salah satu cara dalam menambah relasi pergaulan,menumbuhkan jiwa sosial, melatih kebersamaan, dan mencapai tujuan bersama yang diharapkan.

Materi yang ketiga disampaikan oleh Bapak Ivan Putranto, S.Pd., M.Pd dengan tema “Character Building Membangun Karakter Diri” Dalam paparan beliau menjelaskan mengenai faktor – faktor pembentuk karakter diri, lebih lanjut dijelaskan bahwa Karakter yang baik memperlihatkan sikap & tindakan yang benar di setiap situasi seperti berani, taat, mandiri, bertanggung jawab, dan respek. Membetuk karakter diri atau yang biasa disebut “Character Building“. merupakan kunci kesuksesan dalam berinteraksi dalam dunia kerja.

Materi selanjutnya materi terakhir untuk “Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS SMP”disampaikan oleh Sugeng Widodo, S.E., M.M dengan moderator Haryantini, S.Pd., M.M.. Dalam paparannya beliau menjelaskan mengenai definisi OSIS, fungsi OSIS, faktor pendukung, Manfaat OSIS, dan tugas pengurus OSIS.

Setelah paparan Simulasi Manajemen dan Kepemimpinan dalam OSIS dilanjutkan dengan tanya jawab interaktir antara pemateri dan peserta pelatihan yang dipandu oleh moderator pada masing-masing tim. Setelah proes diskusi tanya jawab selesai, seluruh peserta baik siswa SMA maupun SMP berkumpul menjadi satu di masjid seperti sedia kala untuk mengikuti acara game tanya jawab dan pembagian hadiah. Selanjutnya setelah acara inti selesai dilanjutkan pembacaan do’a penutup oleh Bapak, Sugeng Widodo, S.E., M.M. Sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat, atas berkah dan rahmatNya kegiatan ini berjalan lancar. Semoga kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan manfaat kepada semua pihak. Kegiatan berikutnya, pengambilan dokumentasi (foto bersama) yang dilanjutkan acara makan bersama dengan seluruh anggota peserta pelatihan.pkm-02

Dampak atas adanya progam pengabdian masyarakat ini, selain siswa memperoleh praktek berharga dalam bekerja sama dengan orang lain dalam posisi manajemen. Seorang pemimpin harus mampu untuk menetapkan tujuan tertentu dan kemudian  memberikan arah tertentu  untuk  melaksanakan tujuan  tersebut; dalam  melakukannya,  ia  juga  belajar  keterampilan mendelegasikan tanggung  jawab. Serta siswa  atau siswi  diharapkan  dapat memiliki karakteristik seorang pemimpin yang memiliki intelektual, kreatifititas serta nalar berfikir yang berguna  bagi agama dan tanah air bangsa Indonesia  yang dijiwai oleh semangat pancasila dan undang­undang dasar 1945 dan berkeyakinan kepada Tuhan Yang  Maha Esa.

(Sulistiyani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *