PKM 2021 UNPAM MENGABDI

PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT “PERAN ORGANISASI REMAJA MASJID DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN, SOSIAL DAN EKONOMI” MASJID DAARUL FALAAH PAMULANG TIMUR

Berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat sujud. Masjid merupakan suatu bangunan gedung atau lingkungan yang berpagar sekeliling, yang didirikan secara khusus sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT, khususnya untuk mengerjakan shalat. Istilah masjid berasal dari kata sajada-yasjudu yang berarti bersujud atau menyembah. Masjid merupakan salah satu karya budaya umat di bidang teknologi konstruksi yang telah dirintis sejak masa permulaannya. Ini lantas menjadi ciri khas dari suatu negeri atau kota Islam.Perwujudan bangunan masjid juga merupakan lambang dan cermin kecintaan umat Islam kepada Tuhannya dan menjadi bukti tingkat perkembangan kebudayaan Islam. Bangunan-bangunan masjid yang menakjubkan keindahannya di bumi Spanyol, Suriah, Kairo, Baghdad dan sejumlah tempat di Afrika, menjadi bukti peninggalan monumental umat Islam yang pernah mengalami kejayaan di bidang teknologi konstruksi, seni dan ekonomi. Selain digunakan untuk tempat melaksanakan salat lima waktu, salat Jumat, salat Tarawih dan ibadah-ibadah lainnya, masjid juga digunakan untuk kegiatan syiar Islam, pendidikan agama, pengajian dan kegiatan sosial.

Sejarah perkembangan masjid di masa Nabi Muhammad SAW terutama pada periode Madinah yaitu mengenai eksistensi masjid disamping fungsi utamanya sebagai tempat sujud kepada Allah SWT juga sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan dan pusat kegiatan umat. Rasulullah mempergunakan masjid sebagai tempat untuk menjelaskan wahyu yang diterimanya, memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan para sahabat tentang berbagai masalah, memberi fatwa, mengajarkan agama Islam, membudayakan musyawarah, menyelesaikan perkara-perkara dan perselisihan-perselisihan, tempat mengatur dan membuat strategi militer dan tempat menerima perutusan-perutusan dari Semenanjung Arabia.

Fungsi masjid yang sesungguhnya dapat dirujuk pada sejarah masjid paling awal, yaitu penggunaan masjid pada masa-masa al-khulafaa-ar Rasyidun dan seterusnya. Pada masa-masa itu masjid paling tidak mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi keagamaan dan fungsi sosial. Fungsi masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga lembaga untuk mempererat hubungan dan ikatan jamaah Islam yang terus tumbuh berkembang di masyarakat. Dewasa ini banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan di masjid dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan masjid diantaranya adalah pengajian bulanan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad, kegiatan Taman Pendidikan Quran bagi anak-anak, kegiatan posyandu yang biasa diadakan di teras masjid yang ditujukan bagi masyarakat sekitar masjid, kegiatan pengelolaan bank sampah yang diadakan di halaman masjid, perlombaan hafidz dan hafidzah, perlombaan marawis bagi ibu-ibu sekitar lingkungan masjid, kegiatan baazar pada bulan Ramadhan, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Masjid juga diharapkan memiliki manajemen yang baik dengan memberikan pelayanan   yang baik kepada para jamaah masjid baik yang datang untuk kegiatan ibadah, untuk mendengarkan ceramah, menonton perlombaan yang bersifat keagamaan, maupun kegiatan lainnya. Pengelolaan uang kas masjid dengan profesional dan bertanggung jawab diperlukan untuk menjaga masjid tetap bersih dan menjaga alat-alat yang digunakan untuk kegiatan ibadah bisa dipergunakan dengan baik sehingga mampu untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi jamaah masjid yang datang ke masjid. Ada beberapa konsep masjid yang perlu diterapkan supaya kemakmuran masjid dapat tercapai diantaranya membangun kelembagaan masjid yang professional dengan mendirikan Baitul Maal, melaksanakan tertib administrasi dengan transparansi dalam anggaran dan efisiensi penggunaan dana masjid, peningkatan kualitas ibadah dari segi syar’i  maupun teknis, dan mengelola majelis taklim yang terencana dan terprogram.

Remaja masjid merupakan wadah kerjasama yang dilakukan oleh dua orang remaja atau lebih yang memiliki keterkaitan dengan masjid untuk mencapai tujuan bersama. Ada beberapa fungsi dari remaja masjid yaitu untuk memakmurkan masjid, mendukung kegiatan Ta’mir Masjid, kegiatan dakwah keagamaan, sosial dan ekonomi, serta sebagai pembinaan remaja muslim yang ada di lingkungan sekitar masjid. Kegiatan yang dilakukan remaja masjid ini mampu membangkitkan semangat para warga sekitar untuk terus menghidupkan masjid sekaligus menjaga rasa solidaritas antar warga. Pembinaan remaja masjid juga penting dilakukan untuk menggarap generasi muda yang berjasad kuat, berwawasan luas, berjiwa marhamah, berprestasi dan mandiri.

Kami selaku dosen dari S1 Manajemen Universitas Pamulang yang beranggotakan Dede Hendra, S.E., M.M.; Rr Renny Anggraini, S.E., M.M.; Ida Nurlina, S.Pd., M.M.; Amirudin, S.E., M.M.; Budi Haryono, S.Kom., M.Ak memiliki kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya dengan memberikan ilmu pengetahuan yang kami miliki dengan berbagi melalui penyuluhan atau pemaparan kepada para remaja yang tergabung di IRMAS Masjid Daarul Falaah Pamulang Timur. Untuk itu kami Dosen Universitas Pamulang dan Yayasan Sasmita Jaya telah mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerjasama dengan IRMAS Masjid Daarul Falaah Pamulang Timur pada tanggal 19-21 November 2021 dan memberikan pemahaman tentang “Peran Organisasi Remaja Masjid Dalam Kegiatan Keagamaan, Sosial dan Ekonomi”.

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan ini dimulai dengan membaca Al Fatihah seluruh panitia dan peserta Pengabdian Kepada Masyarakat di Masjid Daarul Falaah Pamulang Timur supaya acara dapat berjalan lancar. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RT dilingkungan Masjid Daarul Falaah dan pemateri yang diwakili oleh Dede Hendra, S.E., M.M. langsung menayangkan slide power point yang berkaitan dengan materi yang memotivasi para remaja masjid dan menjelaskan, “Pentingnya peran remaja masjid dalam menghidupkan masjid dengan cara menciptakan berbagai kegiatan keagamaan, sosial dan ekonomi yang berguna bagi masyarakat sekitar.” Selain itu terdapat bantuan motivasi dan pelatihan singkat tentang bagaimana cara menghimpun dan mengelola dana yang didapat dari iuran masyarakat sekitar masjid, dari para jamaah masjid dan dari uang kas bulanan remaja masjid sehingga dana yang sudah didapatkan bisa digunakan kembali untuk kemakmuran masjid dan mengadakan kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi jamaah dan warga yang bertempat tinggal di sekitar lingkungan masjid.

Dalam kegiatan tersebut, panitia membantu proses pembinaan singkat remaja masjid dalam mengelola manajemen masjid, cara untuk meningkatkan solidaritas antar anggota remaja masjid serta menjaga masjid sesuai konsep masjid yang ideal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama remaja masjid dan warga sekitar lingkungan masjid. Protokol kesehatan juga diterapkan dan dipatuhi oleh semua panitia dan para peserta yang hadir serta semua pihak yang turut membantu selama acara berlangsung. Para panitia dan peserta diwajibkan untuk menjaga jarak tempat duduk, memakai masker, dan mengatur komunikasi antara satu dengan yang lainnya guna mencegah penularan virus corona. Acara berakhir tepat waktu sehingga mengurangi resiko adanya perkumpulan massa. (By: Rr. Renny Anggraini, S.E., M.M.)