SEMINAR, WORKSHOP DAN PELATIHAN

LPPM Unpam Selenggarakan Workshop Best Practice Trik Dan Strategi Proposal Unggul Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2022

Dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang tahun ini menyelenggarakan rangkaian program pendampingan penulisan proposal baik hibah penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal serta peningkatan alokasi pendanaan dari Kemendibud Ristek yang lebih besar. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu dari tanggal 30 Juni 2021 s.d 1 juli 2021.

Rangkaian acara dibuka langsung oleh Dr. E. Nurzaman AM., M.M., M.Si. selaku Rektor Universitas Pamulang. Beliau menyampaikan pentingnya program program pendampingan proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Wakil Rektor II bidang SDM juga menyampaikan pesan terkait kewajiban dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya mencakup kewajiban melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara Dr. Ali Maddinsyah, S.E., M.M. selaku ketua LPPM Unviersitas Pamulang menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta dan narasumber yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. 

Rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan bekal kepada dosen-dosen dalam menyiapkan proposal hibah yang lebih berkualitas. Dimulai dengan program workshop selama dua hari yang diisi oleh dua narasumber reviewer nasional. Setelah program workshop 2 hari ini, selanjutnya akan ada beberapa program pendampingan yang lebih intensif hingga pengunggahan proposal hibah seperti program coaching clinic proposal, tanya jawab proposal dan kolaborasi riset antar perguruan tinggi.

Pada tahap awal rangkaian program pendampingan ini dimulai dengan pemaparan tentang dua narasumber reviewer nasional selama dua hari. Pada hari pertama, pemaparan tentang Best Practice Trik dan Strategi Proposal Unggul Penelitian Kemendikbudristek 2022 yang disampaikan oleh narasumber Prof. Didik Sulistiyanto. Beliau memiliki pengalaman mendalam sebagai reviewer nasional hibah penelitian yang juga aktif dalam berbagai riset dan publikasi. Sedangkan pada hari kedua, pemaparan tentang Best Practice Trik dan Strategi Proposal Unggul Pengabdian Kemendikbudristek 2022 yang disampaikan oleh narasumber Dr. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si. Sebagai reviewer nasional pengabdian kepada masyarakat yang aktif hingga saat ini, beliau memberikan banyak trik dan tips bagaimana membuat proposal pengabdian kepada masyarakat yang powerful.

Kegiatan workshop hari pertama diikuti lebih dari 487 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Sebanyak 51,3% peserta berasal dari Universitas Pamulang, serta diikuti sebanyak 5,3% berasal dari STIKes Widya Dharma Husada dan 43,3% dari berbagai universitas atau sekolah tinggi lainnya. Dari angket yang telah diisi oleh peserta pada workshop hari pertama, diperoleh data bahwa sebanyak 57,1% peserta belum memahami alur pengajuan hibah, sementara 65,6% belum memahami ketentuan atau syarat pengajuan hibah dan 74,6% belum memiliki ide penelitian. Namun dari 93,5% perserta menyatakan bahwa tertarik bergabung dengan coaching clinic yang akan diadakan oleh LPPM Universitas Pamulang. Angka ini tentu ini akan menjadi angin segar demi keberlanjutan program pendampingan sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi program hibah penelitian.  

Workshop pada hari kedua diikuti sebanyak 443 peserta yang sebagian besar juga telah mengikuti workshop pada hari pertama. Pada hari kedua ini lebih banyak disampaikan bagaimana membuat proposal hibah pengabdian kepada masyarakat. Untuk mengetahui pemetaan atas persiapan dosen-dosen terkait hibah pengabdian masyarkat, sebuah angket juga disebarkan kepada peserta selama acara berlangsung. Dari hasil angket diperoleh bahwa sebanyak 83,9% peserta mengikuti rangkaian acara mulai dari workshop hari pertama, 50% peserta sudah memiliki ide proposal pengabdian masyarakat dan sebanyak 44,1% perserta telah menjalin kerjasama baik formal maupun nonformal dengan masyarakat ataupun komunitas. Kerjasama yang sudah terjalin tentu akan menjadi nilai tambah terhadap rencana proposal pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini tentu tidak hanya berhenti pada workshop selama dua hari ini saja, namun harus ditindaklanjuti ke dalam beberapa kegiatan lain yang lebih intensif. Kolaborasi antar multidisiplin ilmu menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan program ini. Di sisi lain, LPPM Universitas Pamulang siap melakukan pendampingan baik melalui program coaching clinic ataupun program-program lainnya. UNH