PKM 2021 UNPAM MENGABDI

PKM Dosen Dalam PENERAPAN PENCATATAN AKUNTANSI UNTUK USAHA PEMULA DAN MIKRO

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia menyebabkan krisis ekonomi dan krisis kesehatan yang berkepanjangan. Dampak dari adanya pandemi tersebut dirasakan langsung oleh pelaku bisnis di sektor pariwisata. Salah satu sektor pariwisata yang terkena dampak langsung adalah perhotelan. Banyak hotel yang terpaksa ditutup sementara ataupun dibatasi operasionalnya akibat adanya pandemi covid-19. Penutupan hotel juga tidak dapat dihindari akibat dari menurunnya pengunjung hotel. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Maret 2021 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Januari 2021 tercatat sebesar 30,35 persen atau turun 18,82 poin dibandingkan dengan TPK bulan Januari tahun 2020 yang mencapai 49,17 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Desember 2020, TPK bulan Januari 2021 juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 10,44 poin.

Pembatasan operasional dan penutupan sejumlah hotel mengakibatkan banyaknya karyawan hotel yang harus mengalami pengurangan upah dan gaji dari yang seharusnya diterima bahkan terdapat pula karyawan yang harus dirumahkan sementara tanpa upah dan gaji. Situasi ini tentu saja menyulitkan karyawan tersebut sehingga dalam usaha meningkatkan kesejahteraan ekonomi di masa pandemi, staf dan karyawan hotel berusaha menjalankan kegiatan ekonomi produktif melalui usaha mikro. Akan tetapi, banyak dari karyawan tersebut yang belum siap dalam menjalankan usaha dikarenakan terbatasnya kemampuan dan pengetahuan memadai mengenai pengelolaan dan pencatatan keuangan untuk suatu usaha. Padahal, pencatatan keuangan yang baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi dapat membantu bisnis lebih berkembang. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, kita dapat memantau efektivitas dan efesiensi dari usaha yang sedang dijalani sehingga dapat meningkatkan keuntungan usaha.

Banyak permasalahan di usaha mikro dan pemula yang berkaitan dengan aspek keuangan, antara lain perkembangan perusahaan tidak signifikan, kinerja keuangan buruk, laba perusahaan sulit meningkat, ketidakmampuan dan ketidakmauan sumber daya untuk menggunakan akuntansi dan lain-lain. Oleh sebab itulah, maka tim Pengabdiaan kepada Masyarakat Universitas Pamulang dari program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi merasa bertanggungjawab untuk bersama-sama mengatasi persoalan peningkatan kapasitas dan kapabilitas peserta dengan berusaha mencoba menjawab persoalan-persoalannya terkait penerapan akuntansi dalam suatu usaha.

Menurut Ibrahim Jones dan Sewu Lindawaty Bisnis (2007: 25) merupakan salah satu aktivitas usaha yang utama dalam menunjang perkembangan ekonomi. Kata “bisnis”diambil dari bahasa Inggris “bussines”. Pengertian bisnis secara umum dalam ekonomi yaitu bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Menurut Prof.L.R.Dicksee (2017) bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.

Definisi Usaha Mikro secara tidak langsung sudah termasuk dalam definisi Usaha Kecil berdasarkan UU No.9 tahun 1995, namun secara spesifik didefinisikan sebagai berikut menurut TulusTambunan (2012:12) Usaha Mikroadalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional dan informal dalam arti belum terdaftar, belum tercatat, dan belum berbadan hukum. Hasil penjualan tahunan bisnis tersebut paling banyak Rp 100.000.000,00 dan milik Warga Negara Indonesia. Menurut M. Kwartono Adi (2007: 12-13) pengertian usaha mikro dapat dilihat dari berbagai aspek, baik dari segi kekayaan yang dimiliki oleh pelaku usaha, jumlah tenaga kerja yang dimiliki atau dari segi penjualan atau omset yang diperoleh oleh pelaku usaha mikro.

Laporan keuangan memiliki beberapa karakteristik kualitatif. Menurut Kerangka Dasar Penyusunan Penyajian Laporan Keuangan terdapat empat karakteristik kualitatif pokok, yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan, dan dapat diperbandingkan. Berikut ini adalah penjelasan dari keempat karakteristik tersebut:

  1. Dapat dipahami
  2. Relevan
  3. Keandalan
  4. Dapat diperbandingkan

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk aktifitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai insan akademis, para dosen Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang berupaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM). Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mengusung tema PENERAPAN PENCATATAN AKUNTANSI UNTUK USAHA PEMULA DAN MIKRO. Sasaran kegiatan PKM untuk karyawan PT Robina Putra Perkasa dengan cara mengenalkan salah satu prinsip dasar akuntansi, yaitu prinsip kesatuan usaha di mana dalam prinsip ini ditekankan pentingnya pemisahan pencatatan antara usaha dengan pribadi.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga akan diperkenalkan metode pencatatan sederhana untuk mendukung kegiatan awal bisnis agar dapat menyajikan informasi yang akurat dan dapat diandalkan sehingga dapat diambil suatu keputusan bisnis yang tepat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntansi dalam pencatatan usahanya sehingga usahanya berkembang dan meningkatkan kesejahteraan peserta di tengah situasi pandemi yang tidak menentu ini. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal nasional pengabdian kepada masyarakat.

Ketua         :    Jaenal Abidin, S.Pd.,M.Akt

Pembicara :    Jaenal Abidin, S.Pd.,M.Akt

Anggota          :

  1. Budi Tri Santoso S.E., M.Akt
  2. Ahmad Ridho Fachrizal Chaery, SE., M.Akt
  3. Achmad Luthfi Prawirayudha, S.H., M.H.
  4. Jarno, S.E,.M.Akt.

Penulis: Budi Tri Santoso S.E., M.Akt
Sumber: akuntansi.unpam.ac.id