PKM 2021 UNPAM MENGABDI

Prodi Teknik Industri Unpam Lakukan PKM Tahap II di Mantep Kitchen Jaya Production

TangselMedia-Prodi Teknik Industri Universitas Pamulang kembali melakukan PKM berkelanjutan di Mantep Kitchen Jaya Production yang selanjutnya berubah menjadi Dapoer Mantep Jaya Pelaksanaan PKM sebelumnya adalah kegiatan awareness sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001, dimana kegiatan ini memberikan gambaran  umum tentang pemahaman pelaku usaha tentang prinsip manajemen mutu. Pada tahap kedua ini difokuskan pada dokumentasi untuk implementasi manajemen mutu. Dokumentasi ini penting karena merupakan acuan kerja, bukti penerapan dan bagian dari persyaratan ISO 9001. Selain itu dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi maupun rencana-rencana baru bagi proses kegiatan usaha di masa yang akan datang.

Bersama pemilik usaha mikro Dapoer Mantep Jaya yang berlokasi di Griya Cendikia RT. 014, RW.006 Blok J2 No. 11A yaitu Bapak Margiono Sampurna, PKM ini dilakukan oleh Dosen Teknik Industri yaitu Dyah Puspitasari Sunaryo Putri, Ihsan Supono dan Prayoga Bakti serta dari mahasiswa Sadam Hadi Pranata Hussaini, Faqri Ardiansyah, Ahmad Fahri Syiradz, Muhamad Abdul Ghofur dan Mia Widiyanti.

Tantangan usaha mikro saat ini adalah globalisasi dengan persaingan ketat, oleh sebab itu usaha mikro perlu memperkuat landasan yang berfokus pada keunggulan produk melalui sistem manajemen mutu, sehingga produk yang dihasilkan konsisten. Dengan mensosialisakan dokumentasi sistem manajemen mutu diharapkan memberi gambaran pada mitra PKM tentang bagaimana penerapan dokumentasi untuk usaha mikro. Pada penerapannya memang perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat perkembangan usaha.

Baca Juga  Peran Komite Sekolah dalam Mendukung Program dan Kegiatan Belajar Mengajar
 

Dari pemilik mitra PKM yang mempunyai pengalaman sebagai chef di salah satu hotel berbintang sudah memiliki kesadaran pentingnya manajemen mutu. Selain terus berupaya meningkatkan jaminan mutu produknya, beliau terus berinovasi pada bakso dan mie yang diproduksi sendiri, “Bakso rujak ini bermula, ketika bekerja di hotel para tamu yang kebanyakan dari luar negeri disajikan masakan khas Indonesia, salah satunya adalah bakso. Hanya saja mereka tidak suka dengan kuah yang banyak fat-nya, makanya saya coba dan memang betul beberapa macam buah itu dapat membuat kuahnya menjadi clear, gurihnya dapat tapi lemaknya tidak ada”, jelasnya.

PKM ini dilakukan kurang lebih dalam waktu 2.5 bulan, dimulai dari pertengahan Maret sampai akhir Mei 2021. PKM dilakukan dengan beberapa kali kunjungan untuk melakukan koordinasi dan diskusi. Pada tanggal 30 Mei 2021 merupakan tahap akhir yaitu penyerahan formulir yang merupakan bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu untuk usaha mikro Dapoer Mantep Jaya,  meskipun PKM pada tahap ini berakhir dengan penyerahan, namun tim PKM siap membantu apabila ada hal-hal teknis yang ingin dipahami lebih dalam oleh  pemilik Mitra PKM.***

 

Sumber:tangselmedia.com