OPINI OPINI 2021

5S Bukan Sekadar Bersih-bersih dan Rapi-Rapi, Tapi Juga Dapat Memberikan Keuntungan Bagi Perusahaan

Oleh : Budi Aprina, S.T., M.T, Dosen Teknik Industri Universitas Pamulang

Kegiatan bersih-bersih dan rapi-rapi kadang menjadi kegiatan yang sering disepelekan dalam proses industri. Padahal apabila dilaksanakan dengan baik akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perusahaan. Karena bisa meningkatkan produktivitas dan keuntungan bagi perusahaan itu sendiri, selain meningkatkan moral dari para pekerja.

5S atau 5R adalah kegiatan penataan dan pemeliharaan area kerja yang dipelopori dan dipopulerkan oleh Hiroyuki Hirano pada tahun 1990 untuk memelihara lingkungan kerja dalam rangka meningkatkan kebersihan dan kerapihan area kerja untuk meningkatkan ketertiban, efisiensi dan meningkatkan disiplin sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.

5S adalah 5 kata dalam Bahasa Jepang yang terdiri dari :

  1. Seiri : Ringkas

Hanya ada barang yang diperlukan. Dalam proses ini dilakukan aktivitas pemilahan. pemisahan mana barang yang diperlukan mana barang yang tidak diperlukan atau sudah tidak dipakai lagi, dan penyimpanan barang. Proses penyimpanan barang terdiri dari 3 kriteria.

  1. Aktif : Barang masih digunakan atau stock
  2. Slow Moving : Masih digunakan tetapi periodenya jarang
  3. Dead Stock : Sudah tidak digunakan lagi

Perlu dibuatkan list dan juga label untuk identifikasi jenis barangnya.

  1. Seiton: Rapi

Barang yang diperlukan punya temoat dan posisi tetap. Aktivitasnya adalah menaruh barang yang diperlukan sesuai dengan tempat yang ditentukan serta kontrol posisi dengan menerapkan prinsip 3T, tempat Tetap, arah Tetap dan jumlah Tetap)

 

  1. Seiso : Resik

Bersih dari debu dan kotoran. Aktvitasnya adalah membersihkan dan memeriksa sampai detail sekaligus membuat kondisinya bersih tidak kotor oleh sampah, noda dan debu.

  1. Seiketsu : Rawat

Pelihara terus kondisi rapi dan bersih. Aktivitasnya adalah pemeliharaan kondisi rapi dan bersih dengan visualisasi dan atau pemeriksaan langsung kesemua area kerja.

  1. Shistuke : Rajin & Disiplin

Jadikan rapi dan bersih suatu kebiasaan atau budaya. Aktivitasnya adalah menumbuhkan kebiasaan yang kuat untuk mentaati apa yang sudah ditetapkan dan berlanjut sampai menjadi budaya.

Dalam tahapannya untuk menjadi 5S profit ada 4 tahapan atau tingkatan yang perlu dilakukan agar benar-benar bisa memberikan dampak yang luar biasa yaitu :

  1. 5S Aktif è Pengenalan

Dalam tahapan ini adalah proses pengenalan ap aitu 5S, melakukan pendidikan dan pelatihan mengenai proses-proses 5S.

  1. 5S Efektif è Pengembangan

Melakukan pengembangan ide-ide dari apa yang sudah dilakukan pada 5S Aktif, seperti membuat inovasi-inovasi dari 5 tahapan 5S.

  1. 5S Pencegahan è Profit

Di tahapan ini sudah mulai dilakukan Tindakan-tindakan pencegahan agar hal-hal yang tidak baik tidak terulang kembali. Perlu dilakukan monitoring atau patrol secara berkala.

  1. 5S Pemecahan akar masalah è Profit

Tahap terakhir adalah tahapan dimana melakukan pemecahan akar masalah yang terjadi dengan masalah-masalah yang ditemukan dari 3 tahapan yang sudah dilakukan, sehingga pelaksanaan 5S benar-benar bisa memberikan profit atau keuntungan yang signifikan bagi perusahaan.

5S bukan hanya sekadar kegiatan bersih-bersih dan rapi-rapi saja. Terlihat mudah memang, tapi apabila suatu kegiatan industri ingin melaksanakannya hal ini bukan perkara yang mudah juga sulit. Yang diperlukan adalah kesungguhan dalam prosesnya juga dukungan dari semua tingkatan dalam organisasi perusahaan.

Selain keuntungan secara profit maka yang didapat adalah peningkatan moral dan disiplin dari para pekerja, sehingga dengan demikian produktivitas karyawan akan meningkat dan dari sini keuntungan atau profit bisa didapatkan.

(***)

Sumber: bantennews.co.id