PKM 2021 UNPAM MENGABDI

Personal Financial Planning sebagai Dasar Keuangan

Mengutip laman CNN Indonesia, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bidang UMKM, Suryani Motik menyebut warga yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi corona (Covid-19) bisa mencapai 15 juta jiwa. Dengan kondisi tersebut dan masyarakat di Indonesia dihadapkan pada periode Corona yang diprediksi akan berakhir pada akhir 2020, namun hingga saat ini (April 2021) pandemic ini belum berakhir. Hal ini tentu akan berimbas kepada aktifitas perekenomian masyarakat Indonesia, aktifitas perdagangan, jual beli dan aktifitas perekonomian lainnya yang tentu saja akan membuat kita berpikir ulang dalam merencanakan dan mengelola keuangan kita. Atas dasar itulah tim pengabdian kepada masyarakat ingin menyampaikan materi mengenai pentingnya perencanaan keuangan dalam mengatur dan mengelola keuangan pribadi atau keluarga untuk mencapai tujuan keuangan yang lebih baik. 

Tempat pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Yayasan Pondok Pesantren Yatim Al Hanif yang beralamat jalan Bukit Indah No.5 Rt 03 Rw 02 Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 08 -10 April 2021 dengan dihadiri 19 para santri sebagai peserta PKM. Pelaksanaan pemaparan materi berupa seminar yang disampaikan oleh lima narasumber. Kelima narasumber ini merupakan tim PKM Universitas Pamulang yang diketuai oleh Hadijah Febriana, S.E., M.M, yang beranggotakan Jeni Irnawati, S.E., M.M, Vidya Amalia Rismanty, B.Ec., M.M, Vega Anismadiyah, S.T., M.M. dan Wirawan Suryanto, S.E., M.M.

Melihat peserta PKM berusia 20-an, maka materi yang disampaikan mengenai Personal Financial Planning, yaitu Proses seseorang yang berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan finansialnya melalui sebuah perencanaan keuangan. Keuntungan yang didapat jika memiliki rencana keuangan dari usia 20-an yaitu:

  • akan memiliki panduan dalam mengelola keuangan;
  • dapat membeli tujuan-tujuan keuangan;  
  • dapat terhindar dari kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan dan utang konsumtif; 
  • dapat mengelola risiko dengan bijak;
  • lebih bebas dan tahu bagaimana cara memaksimalkan uang yang dimiliki; dan 
  • berpeluang untuk mencapai kebebasan keuangan (Financial Freedom).

Harapan kami dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini dapat bertambahnya keilmuan dan keterampilan para santri di Yayasan Pondok Pesantren Yatim Al Hanif, khususnya di bidang keuangan yaitu perencanaan keuangan yang akan menjadi bekal para santri dalam mengelola keuangan, baik di masa saat ini atau di masa yang akan datang. Ilmu yang didapatkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan juga mampu diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk keluarga

 

Sumber:kompasiana.com