PKM 2021 UNPAM MENGABDI

PKM Dosen Prodi Manajemen, Unpam. Tema “Pengelolaan Kelompok Pemasaran Dan Packaging Teh Sereh Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Warga di Jl. Mawar 3 Rt.004 Rw.05 Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan”

Pada era pandemi saat ini baiknya kita semua menerapkan disiplin diri demi mencegah penyebaran dan dapat mengakhiri wabah covid-19 ini. Disiplin penting lainnya juga pada cara kita untuk mengatur keuangan rumah tangga, terlebih sekarang sudah memasuki bulan ramadhan tentunya akan semakin banyak tuntutan dalam memenuhi keinginan yang belum lagi ditambah dengan kebutuhan.

Terlebih lagi banyak sekali ongkos tak terduga yang bisa timbul ketika bekerja dirumah. Seperti ongkos kirim makanan dan barang kebutuhan sehari-hari lainnya. Bahkan lebih parahnya lagi, selama masa PSBB masyarakat jadi sering belanja online karena mereka sering dilanda kebosanan (Vinta, 2020). Untuk menanggulangi virus corona yang semakin bertambah, kami dosen prodi Manajemen S-1 melaksanakan kegiatan pengelolaan kelompok pemasaran dan packaging teh sereh dalam rangka meningkatkan pendapatan warga yang beralamat di Jl. Mawar 3 Rt.004 Rw.05 Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Atas dasar hal ini lah Universitas pamulang melakukan kegiatan tridharma perguruan tinggi yaitu pada pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk:

  1. Membantu memberikan pelatihan tentang pembuatan teh sereh. Bekerja dan berusaha mencari uang lewat rumah baik itu melalui sektor formal maupun informal memiliki tingkat kesulitan tersendiri oleh karena itu, perlu perlu dibuat pelatihan pembuatan teh sereh sehingga ibu-ibu majelis taklim memiliki bekal keterampilan untuk memulai usahanya.
  2. Membantu memberikan membantu memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan waktu dengan baik sehingga ibu-ibu majelis taklim dapat menambah penghasilannya; Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu sehingga ibu-ibu majelis taklim dapat memanfaatkan waktu dengan baik, dengan materi yang diberikan diharapkan ibu- ibu majelis taklim memiliki sudut pandang dan wawasan baru perihal abagimana mereka memanfaatkan watu dan mengatur waktunya dengan baik
  3. Membantu memberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan dunia digital dalam mengambangkan usaha ibu-ibu majelis taklim Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 26 – 28 Maret 2021, di jalan mawar 3 RT 004 RW 005 bintaro pesanggrahan Jakarta selatan yang dihadiri oleh bapak asnawi selaku ketua RT 004, ibu – ibu warga Rw 005 dan bapak-ibu dosen universitas pamulang Tangerang selatan. Acara dibuka oleh ketua pelaksana Pengabdian masyarakat universitas pamulang ibu Endang Nurita, S.Pd., MM dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh ibu Dewi Lestari, M.M. salah satu sanggota tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan dosen prodi manajemen Universitas Pamulang. Kemudian sambutan dari bapak RT lalu acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Teh sereh dengan memberikan penampilan menarik dalam pemilihan kemasan dalam memanfaatkan waktu luang untuk menambah penghasilan ibu-ibu warga RW 005.

Tata Cara Pemilihan Kemasan agar terlihat menarik yaitu dengan melihat aspek- aspek:

  1. Target market, ketika memutuskan untuk menjual produk, pasti Anda sudah memiliki pangsa pasar atau target market sendiri. “Penentuan target market bisa menentukan jenis dan model kemasan yang sesuai untuk produk yang akan dijual,”. Kemasan produk yang ditujukan untuk anak-anak, anak muda, dan orang tua, pasti sangat jauh berbeda.
  2. Ergonomis, selain produk yang menarik, kemasan pun harus dibuat semenarik mungkin atau eye catching. Produk yang menarik mata, dengan warna dan desain yang unik, akan menarik buat konsumen. Kemasan juga harus punya nilai ergonomis, yang menonjolkan kenyamanan untuk konsumen maupun penjualnya.
  3. Ciri khas, sampai saat ini, sudah banyak jenis dan model kemasan yang menarik. Untuk lebih menarik konsumen, sebaiknya pilih kemasan yang berbeda dan unik. Jika perlu, jadikan kemasan produk menjadi salah satu ciri khas dari produk yang dijual. “Bentuk kemasan yang unik dan berbeda bisa membuat pelanggan jadi selalu ingat, bahkan menjadikan produk tersebut ikon dari produk sejenisnya”.
  4. Ukuran, sesuaikan ukuran kemasan dengan ukuran produk yang dijual. Hindari kemasan yang terlalubesar atau terlalu kecil agar produk tak rusak, dan sesuaikan juga dengan kebutuhan konsumen. “Ketika bicara minuman, maka untuk mengemas minuman dalam ukuran dua sampai tiga kali minum sudah habis berarti botolnya tidak perlu terlalu besar, karena tidak efektif,” tambahnya.
  5. Special pack, tak lengkap rasanya menjual produk dengan kemasan yang menarik tanpa memberikan promosi apapun. Cobalah untuk jeli melihat keadaan dan momen acara besar yang sedang terjadi. Misalnya saat momen hari raya, tak ada salahnya untuk memberikan special pack dengan warna, desain, sampai penawaran promo yang menarik.

Kemudian dilanjutkan dengan materi – materi yang bermanfaat untuk bekal membuat usaha dengan memanfaatkan waktu luang warga terlihat antusias terlihat dari ketika bapak Faisal, S.E., M.M menjelaskan tentang materi pembahasan dilanjutkan dengan ibu Juwita Ramadani Fitria, S.S., M.M selaku pemateri kedua menjelaskan tentang teknik pembuatan sereh acara tersebut kemudian ditutup dengan materi cara memasarkan produk dengan cara digital marketing.

 

Gambar 2: Suasana Saat PKM Berlangsung

 

Harapan dari sebuah kegiatan ini adalah kehadiran Pengabdian Kepada Masyarakat dari Unpam dalam membantu anggotanya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga sehingga di harapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dalam mengolah dan memasarkan serta mengembangkan usaha milik warga di Bintaro dimana bekal keterampilan pembuatan teh sereh untuk memulai usahanya.

Kemudian bagaimana cara memanfaatkan waktu dengan baik sehingga ibu-ibu majelis taklim dapat menambah penghasilannya. Dan cara memanfaatkan dunia digital dalam pengembangan pemasaran online melalui platform platform atau media online yang selama ini belum pernah digunakan. Ilmu dan Pengetahuan tentang   strategi dan jaringan  pemasaran serta manajemen usaha yang baik dalam mengembangkan usahanya lebih lanjut.

Penulis: Dewi Lestari S.Sos., M.M. (Dosen Prodi Manajemen S-1, Universitas Pamulang)

Sumber: manajemen.unpam.ac.id