KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2021

PKM DOSEN PRODI MANAJEMEN “PENYULUHAN PENINGKATAN PENGGUNAAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK UMKM DI KELURAHAN PAMULANG BARAT”

Tertuang dalam Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen Pasal 1 ayat 2 Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Seorang dosen bisa kita sebut dengan maha guru yang selalu dikenang sepanjang masa yaitu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Jika bukan karena jasa dan perjuangan seorang guru maka anak-anak kita tidak mengenal huruf dan membaca. Salah satu tugas mulia dosen, Selain mengajar dan mendidik para mahasiswa, seorang dosen juga dituntut untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti : Mengajar, Meneliti dan Mengabdi Kepada Masyarakat. Maka dari itu kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) harus segera dilaksanakan tiap semester, baik semester ganjil dan semester genap. Sesuai jadwal kegiatan PKM tersebut dilaksanakan pada tanggal 5-7 April 2021. Pada Saat itu masih diberlakukan (Pembatasan Sosial Berskala Besar) PSBB yang sesuai Pergub No : 88 Tahun 2020, maka aktivitas dan kegiatan yang melebihi dua puluh orang ditiadakan acara apapun yang mengundang massa untuk berkumpul.

Namun setelah adanya diskusi , kami selaku tim PKM kemudian berkomunikasi dengan Bapak Supriyadi, S.E.,M.Si selaku Lurah Kelurahan Pamulang Barat, sehingga pada akhirnya diizinkan untuk melakukan kegiatan PKM, tentunya dengan mentaati protokol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. tim PKM dari Prodi Manajemen Universitas Pamulang melakukan PKM di Kelurahan Pamulang Barat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diketuai oleh Ibu Widia Astuti. beserta anggotanya Bapak Heri Saputra, Ibu Sinta Sulistiani, Ibu Shelby Virby dan Ibu Gina Fauziah. PKM ini mengangkat sebuah tema “PENYULUHAN PENINGKATAN PENGGUNAAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK UMKM DI KELURAHAN PAMULANG BARAT”.

Foto bersama Bapk Lurah Pamulang Barat Bersama Dengan ketua Pelaksana

Kedatangan Tim PKM dari Prodi Manajemen Universitas Pamulang disambut baik Lurah Pamulang Barat dan beberapa staf kelurahan lainnya. Beliau berharap jika keadaan sudah kembali normal maka PKM harus dilaksanakan dengan sebaik dan semaksimal mungkin, mudah-mudahan tahun depan kondisi Negara yang kita  cintai Indonesia terbebas dari wabah Virus Covid-19, sehingga kegiatan PKM yang dilaksanakan dapat memberikan ilmu baru bagi para UMKM agar menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan usaha bisnisnya.

Bersama Kelurahan Pamulang Barat mulai berfikir efisien dan kreatif dalam upaya meningkatkan  ekonomi dalam peningkatan UMKM. Hal-hal ini penting, mengingat tekanan ekonomi maka pola hidup yang lebih efisien akan sangat dibutuhkan. Ide dan kreatifitas dalam menyikapi situasi ini juga memegang peranan penting. Sebagai contoh penerapan program Peningkatan penggunaan laporan keuangan UMKM. Setiap ada masalah selalu melahirkan peluang, oleh karena itu berpikir kritis dan kreatif dapat memunculkan ide-ide bisnis yang bisa di lakukan dengan membenahi dari dalam untuk kegiatan usahanya.

Ketika keuangan usaha sudah tercatat dengan baik dan laba dapat terukur dengan akurat, sisihkan sebagian laba ditahan untuk melindungi usaha. Dengan memisahkan antara pencatatan keuangan pribadi dan usaha, para pemilik dapat lebih mudah dalam mengelola keuangan usahanya. Hal ini karena akurasi pencatatan keuangan usaha dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan mengevaluasi kinerja usahanya. Arus kas yang tercampur antara keuangan pribadi dan usaha dapat menyulitkan para pelaku UMKM ( Usaha mikro, kecil dan menengah ) dalam menentukan biaya operasional usaha. Salah satu tips untuk memisahkan pencatatan keuangan pribadi dengan usaha adalah pemilik dapat “menggaji” dirinya sendiri agar segala kebutuhan pribadi dicatat dari pos gaji tersebut. agar terkordinasi semua beban yang harus di keluarkan dalam setiap kegiatan usahanya.

Foto Penyampain Materi

Pencatatan keuangan sangat penting bagi usaha apapun, namun pelaku UMKM ( usaha mikro, kecil, dan menengah ) yang masih didominasi usaha mikro dan kecil seringkali mengabaikan hal ini. Padahal menjadi esensial untuk mencatat segala pemasukan dan pengeluaran bisnis setiap harinya agar dapat terkontrol dengan baik. Setiap usaha setidaknya wajib mengetahui berapa biaya operasional usahanya, berapa keuntungan yang diperoleh, dan berapa modal yang digunakan untuk usaha. Dengan demikian, para pemilik usaha juga dapat mengevaluasi kemampuan dan kapasitas usahanya sehingga perencanaan pengembangan usaha dapat ditetapkan berdasarkan data pencatatan tersebut.

Ditulis Oleh : Widia Astuti, S.E., M.M (Dosen Prodi Manajemen S-1, Universitas Pamulang)

Sumber: manajemen.unpam.ac.id