PKM 2021 UNPAM MENGABDI

PKM Dosen Unpam STB Depok, Membahas Pentingnya Membangun Komunikasi yang Efektif

BESTTANGSEL.COM, PAMULANG TANGSEL-Dosen Prodi D-III Sekretari Universitas Pamulang bekerjasama dengan SMK Science Technology and Business (STB) Depok mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Peran Komunikasi Efektif dalam Kepemimpinan Demokratis”. Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Maret 2021 di Aula STB Sawangan Depok tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan STB Leonarzan Pakpahan, Skom., MM, Kepala sekolah STB Depok, Nining Nurningsih Mpd., dan jajaran guru.

Dalam pemaparannya, Ketua tim PKM, yang juga sebagai pembicara, Sapto Hadi menjelaskan pentingnya komunikasi yang baik dan benar agar dapat mencapai sasaran tujuan komunikasi yang efektif.

“Para Pembicara PKM kali ini membahas, mengenai landasan teori Komunikasi dimana factor-faktor yang perlu diperhatikan adalah kedekatan field of experience dari komunikator (pemberi pesan) dan komunikan (penerima pesan) agar pesan yang disampaikan, tidak saja tersampaikan sesuai dengan keinginan komunikator akan tetapi dapat dimengerti essensi pertukaran pesan ini, tentunya didalam pertukaran pesan bisa terjadi distorsi yang dapat mengakibatkan pesan yang diterima tidak sempurna. Selanjutnya di dalam sebuah komunikasi yang terjadi dua arah maka akan ada umpan balik yang merupakan ciri sebuah komunikasi efektif,” papar Sapto Hadi.

Selanjutnya pembicara mengatakan bahwa ada hal- hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses komunikasi, yakni :

Pertama what you say, atau kata- kata ataupun kalimat apa yang digunakan untuk berkomunikasi. Kata ini sangat menentukan bagaimana penerima pesan (komunikan) menanggapinya karena apabila penerima pesan tidak mempunyai kepercayaan terhadap siapa yang memberikan pesan tersebut,  hai ini akan menyebabkan komunikasi akan terputus.

Kedua How you say it dalam hal ini penggunaan kata- kata ataupun kalimat serta intonasi menentukan keberhasilan dari komunikasi yang sedang terjadi.

Ketiga How they hear it, dalam hal ini seorang komunikator yang baik tentunya sudah memprediksi reaksi apa yang akan diterima oleh komunikan, oleh karena perlu adanya intra personal komunikasi atau berbicara kepada diri sendiri untuk merasakan pengaruh pada kata- kata yang yang akan disampaikan dan hal ini dapat pula menentukan apakah sebuah komunikasi akan efektif atau sebaliknya.

Keempat adalah When you say it, hal ini perlu dipahami bahwa kapan komunikan menerima pesan tersebut adalah hal yang sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mengartikan pesan yang diterima, apabila kondisi kejiwaan seseorang sedang dalam kondisi yang tidak stabil maka pesan yang diterima dapat merupakan pesan yang bersifat ofensif.

Selanjutnya, pembicara juga menjelaskan teori mengenai High context culture versus Low context Culture sebuah teori yang di sampaikan oleh Edward T. Hall yang mengatakan, bahwa masyakat yang berasal dari negara- negara barat lebih menganut kepada Verbal komunikasi yaitu hal – hal yang bersifat formal, tertulis, sehingga kebanyakan indidu yang berasal dari negara yang menganut low context culture lebih sering menggunakan bahasa yang tegas apabila mereka merasa ada yang tidak sesuai dengan nilai- nilai yang mereka anut, sementara itu masyarakat yang berasal dari Asia kebanyakan menganut pada non verbal komunikasi seperti bahasa tubuh, signal, simbol, sehingga pendekatan terhadap orang yang berasal dari daerah ini adalah dengan membangun hubungan yang baik berdasarkan kepercayaan.

Media penyampaian pesan yang baik adalah tatap muka dibandingkan dengan media lain seperti penyampaian pesan melalui e-mail. Ada tiga hal penting yang ada pada komunikasi tatap muka yaitu Bahasa tubuh dengan efektifitas 53%, intonasi 38% dan verbal atau kata- kata yang digunakan adalah 7 % , oleh karena itu , dengan menggunakan Bahasa tubuh yang baik serta intonasi yang sesuai maka akan terjadi sebuah komunikasi yang efektif.

Didalam membangun komunikasi yang efektif perlu juga diperhatikan tipologi dari komunikan (penerima pesan), ada beberapa tipologi yang dijelaskan pembicara yaitu individu yang bersifat Kuasa, Pemikir, Gaul dan Harmoni, sehingga perlunya strategi komunikasi yang baik pada saat berhadapan dengan komunikan yang mempunyai tipologi tertentu.

Pada akhir penjelasannya pembicara mengatakan bahwa agar komunikasi dapat terjalin dengan baik maka perlu diperhatikan pemilihan kata- kata, gunakan Bahasa tubuh yang baik,jadilah pendengar yang baik tanpa harus menginterupsi pembicaraan kalau tidak dalam keadaan penting, pertahankan kontak mata yang baik dengan lawan bicara serta yang terakhir adalah gunakan Bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara.

Ditulis oleh : Sapto Hadi Imambachri BSc., MM
Dosen Prodi D-III Sekretari -Universitas Pamulang

Sumber: besttangsel.com