KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2021

PKM Dosen Prodi Manajemen S-1 “Penerapan standarisasi laporan keuangan UMKM bagi pengusaha kecil menengah untuk meningkatkan kinerja usaha pada UMKM Merta Yasa”

Dikarenakan kurangnya sosialisasi dan ketidaksadaran para pengusaha UMKM memperhatikan pengelolaan keuangan demi kemajuan usahanya, padahal pengelolaan keuangan merupakan aspek utama dalam memajukan usaha. Pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan laporan keuangan (Akuntansi) usaha sederhana. Akuntansi adalah metode pencatatan secara sistematis yang menyajikan proses laju keuangan secara sistematis guna menghasilkan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan bagi pengguna dari laporan keuangan tersebut.

Sepanjang uang digunakan oleh para pengusaha UMKM sebagai alat tukar, para pengusaha UMKM membutuhkan laporan akuntansi.Manfaat laporan akuntansi terhadap para pelaku UMKM, antara lain: (1) UMKM dapat mengetahui kinerja keuangan perusahaan, (2) UMKM dapat mengetahui, memilah, dan membedakan harta perusahaan dan harta pemilik, (3) UMKM dapat mengetahui posisi dana baik sumber maupun penggunaannya, (4) UMKM dapat membuat anggaran yang tepat, (5) UMKM dapat menghitung pajak, (6) UMKM dapat mengetahui aliran uang tunai selama periode tertentu, dan (7) dapat meyakinkan pihak lembaga keuangan dalam memberikan bantuan modal usaha bagi UMKM.

Pengertian Akuntansi, menurut Abubakar A & Wibowo (2004), adalah proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan. Akuntansi merupakan kegiatan proses analisis keuangan yang memiliki 3 kegiatan utama yaitu: pertama, aktivitas identifikasi merupakan kegiatan mengidentifikasikan transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Kedua, aktivitas pencatatan adalah aktivitas yang mencatat berbagai transaksi yang telah diidentifikasi secara kronologis dan sistematis. Aktivitas ketiga adalah komunikasi yaitu informasi akuntansi yang dikomunikasikan dalam bentuk laporan keuangan kepada pihak yang berkepentingan baik internal perusahaan maupun pihak eksternal pelaku usaha.

Akuntansi seringkali digunakan oleh perusahaan berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan guna pengambilan keputusan perusahaan. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, diperlukan beberapa informasi khususnya di bidang keuangan, diantaranya informasi nilai perusahaan dan informasi laba/rugi perusahaan. Kedua informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui seberapa besar perusahaan memiliki modal, perkembangan atau maju mundurnya keuangan perusahaan dapat diketahui, sebagai dasar untuk perhitungan pajak, dapat diketahui kondisi perusahaan saat dibutuhkan memerlukan loan dari bank atau pihak lain, sebagai dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh perusahaan, Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk PT (Perseroan Terbatas).

Gambar 2: Foto saat penyerahan plakat dengan Bapak I Ketut Trisna Yasa, S.S. bersama dengan perwakilan dosen sebagai ketua Ibu Shelby Virby, S.E., M.M.

Jika Akuntansi sebagai suatu sistem, di dalam akuntansi terdapat berbagai konsep pemikiran dasar keuangan. Asumsi dasar tersebut antara lain: Business Entity, asumsi pemikiran ini beranggapan jika aktiva suatu perusahaan harus dipisahkan dari aktiva orang pribadi yang menyediakan aktiva (modal) untuk dipergunakan dalam operasional perusahaan tersebut.

Dalam ilmu akuntansi, dalam pembukuan laporan keuangan perusahaan mengeluarkan berbagai definisi dari konsep kesatuan usaha, utang dan biaya pribadi pemilik ketika pemilik usaha memiliki aktiva, utang dan pendapatan perusahaan sehingga segala utang dan biaya pribadi harus diperhitungkan terpisah dari perusahaan. Kedua asumsi Going Concern, Dalam konsep ini dalam jangka waktu tertentu perusahaan berdiri dan beroperasional contohnya perusahaan yang ingin mendirikan perusahaannya menjadi berbentuk Perseroan Terbatas di Indonesia membutuhkan waktu 75 tahun sehingga tercipta asumsi bahwa selama waktu tersebut perusahaan masih tetap beroperasional dan menghasilkan keuntungan, maka perusahaan yang dimiliki dapat beroperasional secara terus menerus dalam waktu yang tidak terbatas.

Asumsi berikutnya adalah Time Periods, dalam menjalankan operasional perusahaan hendaknya mempertimbangkan berbagai hal sebagai landasan dalam pengambilan keputusan baik berdasarkan pemikiran para stakeholder maupun stockholder perusahaan yang berkepentingan selama berlangsungnya operasional perusahaan. Untuk menampung hal tersebut, perusahaan hendaknya membuat laporan keuangan perusahaan untuk jangka waktu satu tahun transaksi operasional perusahaan. Keempat yaitu Money Measurement, Semua transaksi perusahaan dicatat dan dapat diukur dengan satuan tertentu contohnya Rp., $, Ruppee, Bath, dll.

Kelima, Harta Perolehan (Costing of Assets) adalah seluruh aktiva pada umumnya dibukukan sebesar harga perolehannya. Asumsi berikutnya adalah Dual Aspect yaitu setiap pencatatan suatu kejadian atau transaksi akan berpengaruh pada sedikitnya dua akun perkiraan dalam pembukuan. Asumsi keenam adalah Accrual Concept, Asumsi ini merupakan perhitungan laba/rugi perusahaan yang menekankan suatu kejadian pada suatu periode tertentu baik merupakan biaya maupun hasil. Jika para pengusaha UMKM memahami akan pentingnya akuntansi dalam menjalankan usahanya.

 

Gambar 3: Foto Bersama Bapak Lurah dan Tim Dosen PKM di UMKM Merta Yasa

Pengusaha UMKM pasti akan selalu menjadikan pedoman dasar dalam melakukan perencanaan usaha. Karena dengan akuntansi, UMKM dapat mengetahui berbagai hal yang diperbuat ketika mengalami kerugian dan laba. Ketika laba yang diperoleh semakin meningkat dengan tata kelola keuangan yang baik, maka UMKM dapat menjadi solusi utama bagi pemerintah bagi berbagai permasalahan perekonomian.

Pelaku UMKM Merta Yasa berada di Kelurahan Desa Belega yang beralamat di Desa Belega, Kabupaten Gianyar. Mereka belum memiliki kesadaran tentang tata kelola keuangan usaha kecil yang sesuai standar akuntansi sederhana yang khususnya mengenai manajemen keuangan dan manajemen bank dan pengetahuan mengenai bank dan non lembaga keuangan.

Sesuai dengan bunyi Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen Pasal 1 ayat 2, Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Maka dari itu kegiatan PKM ini memang harus dilaksanakan tiap semester dalam melengkapi pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim PKM dari Prodi Manajemen Universitas Pamulang yang dilakukan Di Desa Belega, Kabupaten Gianyar, Bali. PKM ini diketuai oleh Shelby Virby, S.E., M.M. beserta anggotanya Bapak Styo Budi Utomo, S.Pd. I., M.M., Ibu Jublina Oktora, S.E., M.M, Ibu  Nurwita, S.E., MM., Ibu Intan Sari Budhiarjo, S.E., M.M. PKM ini mengangkat sebuah tema “Penerapan Standarisasi Laporan Keuangan UMKM Bagi Pengusaha Kecil Menengah Untuk Meningkatkan Kinerja Usaha Pada UMKM Merta Yasa”. Kami berharap semoga semua UMKM mendapatkan hasil yang terbaik.

Gambar 4: Foto audiens yang hadir bersama dengan Bapak Lurah Desa Belega, Bali

Penulis: Jublina Oktora, S.E., M.M. (dosen01887@unpam.ac.id)

Sumber: manajemen.unpam.ac.id