PKM 2021 UNPAM MENGABDI

Dosen dan Mahasiswa Unpam PKM di Gerai Lengkong

SERPONG-Mahasiswa dan dosen Universitas Pamulang (Unpam) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Gerai Lengkong, Kecamatan Serpong. Mereka berbagi ilmu dengan pelaku UMKM.

Diprakasai Dosen Prodi Manajemen, Ir Adji Widodo, MM dengan membawa 5 mahasiswa yaitu, Dita Selviana, Halimatu Syahdiah, Muhamad Rozikin, Nur Azizah. dan Ongky Kurniawan Aditiya.

Adji Widodo mengungkapkan, mahasiswa  patut  berbangga dapat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Gerai Lengkong ini, karena banyak sekali kesempatan dalam mendapatkan informasi berharga seputar pembinaan UMKM.

Sementara, Ongky Kurniawan Aditiya, mahasiswa Program Studi Manajemen Unpam pada paparan sesi pertama menyatakan, bahwa inovasi diperlukan untuk menciptakan produk yang kompetitif sehingga menjadi produk yang lebih baik, dapat bersaing dengan produk serupa di pasaran, juga agar dapat memenuhi keinginan para customer.

Dia menjelaskan, adapun dalam menciptakan produk yang inovatif dan kompetitif dapat ditempuh dengan beberapa peluang. Antara lain, survei minat calon konsumen, mencoba mengurangi biaya produksi dengan memesan bahan baku produksi dalam jumlah yang  cukup banyak untuk mendapat potongan harga, dan mencoba mempromosikan produk dengan cara baru misalnya dengan menawarkan lewat media online, baik via  ecomerce, maupun pengantaran makanan berbasis online sepeti grabfood maupun gofood.

Sesi kedua disampaikan Muhamad Rozikin. Mahasiswa Program Studi Manajemen ini menjelaskan, untuk strategi pemasaran salah satunya dapat diambil studi kasus pada perusahaan Batik Danar Hadi. Ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri atau keluar negeri dengan memenuhi ketentuan yang  berlaku. Dengan adanya  ekspor batik ke Jepang bertujuan agar batik semakin dikenal di dunia Internasional.

Lanjut Rozikin, studi kasus pengolahan bawang goreng CV Duta Argo Lestari adalah salah satu industri bawang goreng dengan jenis sumenep, varietes tersebut dianggap baik karena mampu menghasilkan kualitas  bawang  goreng yang tahan lama serta aroma yang enak.

Sementara, Gojali Suprandi sebagai audience memberikan pertanyaan pada sesi tanya jawab. “Berikan simulasi yang jelas mengenai perbedaan antara konsumen dan pelanggan dalam inovasi UMKM, beserta dengan contohnya?” tanyanya.

Salah satu mahasiswa, Halimatu  Syahdiah memberikan  tanggapan. “Pelanggan yaitu orang yang sudah sering order ke toko kita dengan cara repeat order, misalkan seminggu atau sebulan sekali dan juga sering mampir ke toko, sedangkan konsumen dalam market place orang yang baru berkunjung ke toko kita dan bisa jadi pelanggan ke toko kita atau jarang repeat order,” paparnya.

Muntamah sebagai pelaku usaha UMKM di Gerai Lengkong bercerita tentang usahanya. “Awalnya saya mulai usaha itu hanya produksi 1 kg per hari, sekarang bisa 30 kg. Saya memulai bisnis ini hanya berdua dengan  anak. Dan Alhamdulillah saya belum mengalami kendala dalam melaksanakan usaha ini. Justru selama masa pandemi Covid-19 ini permintaan malah semakin banyak,” terangnya.(ave)

Sumber: tangselpos.id