PKM 2021 UNPAM MENGABDI

Kembangkan UMKM, PKM Teknik Industri UNPAM Gelar Pelatihan Bisnis

UMKM yang dikenal dengan nama Sahabat UMKM di Tangerang Selatan tersebar di tujuh kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Pamulang, Setu, Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, dan Pondok Aren.  Bardasarkan hasil kuesioner, jumlah Sahabat UMKM yang aktif di kecamatan Pamulang berjumlah 66 UMKM di tahun 2020.  Berdasarkan data tersebut, banyak para pelaku UMKM yang baru merintis usahanya, sehingga menjadi tempat yang cukup memberikan perhatian bagi Dosen-dosen Universitas Pamulang untuk melakukan pengadian kepada masyarakat di kecamatan tersebut.

Pengabdian Kepada Masyarakat ini diselenggarakan oleh Tim dosen dan mahasiswa yang diantaranya;  Franka Hendra, ST.,MT selaku ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, Khairunnisa,S.Psi., M.Si., Supriyono, SE.,MT., Dewi Ulfah Arini, M.Psi., MM., Rudy Bodewyn Mangasa Tua, SP., MM dan peran serta mahasiswa Teknik Industri yaitu Ike Nursafitri, Bustomi, dan Haya Aqilla Fauziah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang difasilitasi oleh Kecamatan pamulang ini, dihadiri oleh Camat Pamulang, Drs. H Mukroni, SE., M.Si,  Ketua Sahabat UMKM Pamulang, Slamet Ibrohim, S.Sos., Wakil Sahabat UMKM, Daniel serta para pelaku UMKM.

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan kerja sama oleh kecamatan pamulang yang bertanggung jawab terhadap Sahabat UMKM dengan Prodi Teknik Industri Universitas Pamulang.   Selanjutnya, pengabdian kepada Masyarakat ini  diisi dalam bentuk pelatihan, sebagai pembekalan bagi para pelaku usaha UMKM yang baru 1 (satu) tahun Menjalani usahanya.  Kondisi pademik saat ini membuat jumlah pelaku UMKM di Kecamatan Pamulang mulai semakin bertambah karena banyaknya perusahaan yang melakukan kebijakan PHK dari beberapa karyawannya. Hal tersebut memicu masyarakat mulai untuk medirikan usaha sendiri agar bisa melanjutkan dan perpertahankan perekonomian keluarga.

Namun permasalahannya, dalam memulai usaha masih kurangnya pemahaman dari masing-masing pelaku UMKM  untuk memilih jenis usaha apa yang sesuai dengan kompetensi sumber daya manusia dan kemampuan finansial yang dimiliki agar pendirian usaha yang dilakukan bisa bertahan dan berkembang. Oleh sebab itu Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini difokuskan bagi para Pelaku Usaha yang menjalankan usahanya selama satu tahun atau  kurang dari satu tahun, dan aktif dalam Sahabat UMKM kecamatan Pamulang.

Upaya dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan solusi untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen usaha dan bisnis dalam menentukan stategi bisnis serta mengenal kompetensi  sumber daya manusia pada pelaku UMKM di kecamatan Pamulang. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi para pelaku usaha dalam bentuk memberikan pemahaman konsep berpikir untuk membangun usaha yang produktif. Sebagai pembuka, kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber profesional bisnis, Lukmanul Hakim yang sudah terbiasa dengan pengembangan bisnis UMKM di wilayah DKI Jakarta, dan menjadi motivator bagi para penggiat UMKM.

Lukmanul Hakim menjelaskan bahwa dalam menjalankan usaha UMKM perlu memiliki Kompetensi untuk memulai bisnis, Fashion, Greaat Konsisten dalam usaha tersebut, Kesungguhan dalam berbagai ide ,memiliki pengetahuan pada produk bisnis yang dijalankan, Keterampilan/ Skill pada bidang bisnis yang ingin dimiliki. Selanjutnya sikap/mentalitas/attitude yang harus dimiliki sebagai seorang Pengusaha & Pemikiran yang positif dalam membangun suatu usaha. Penjelasan tersebut dijabarkan kembali dalam pemaparan Analisa SWOT yang disampaikan oleh ibu Dewi Ulfah  Arini, M.Psi., MM sebagai pemateri dalam Pengabdian Kepada Masyarakat. Penjelasan  analisa SWOT dimaksudkan agar Pelaku Usaha mengenal Usaha yang dijalankan dari segi keunggulan, kelemahan, tantangan yang dihadapi dan peluang yang bisa diperoleh utamanya saat dalam kondisi pademik sekarang ini.

Namun hal ini tidaklah cukup tanpa adanya pengelolaan dalam sisi finansial, sehingga pemateri ke dua yaitu bapak Franka Hendra ST., MT, mencoba menjelaskan perhitungan Harga pokok Penjualan (HPP), Agar Para pelaku usaha memiliki konsep dalam perhitungan penjualan sehingga pelaku usaha tidak mengalami kerugian. Pelatihan ini diakhiri dengan diskusi atau tanya jawab langsung oleh pelaku Usaha, yang diharapkan pada hasil diskusi dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk dipraktekan langsung dalam pengelolaan usahanya. Untuk memastikan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi pelaku UMKM setelah diadakannya pelatihan, Maka dibuat grup Whatsapp untuk pemantauan dan evaluasi secara langsung yang diharapkan dapat berkelanjutan. (sbs/rls)

Sumber: satubanten.com