OPINI OPINI 2021

Semangat dan Kehidupan Baru 2021

Oleh: Widia Astuti, S.E.,M.M.
Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Reportase.tv, Tangsel – Hampir setahun sudah Pandemi Covid 19 menghantui kita, dan mungkin akan merayakan ulang tahun pertamanya, tapi kali ini tidak akan ada yang ingin bernyanyi semoga dia panjang umur. Covid , Corona apapun namanya, yang kini menjadi momok menakutkan menjadikan hidup kita bagaikan tawanan yang harus mematuhi semua peraturan yang ada. Rasa bosan yang sudah berada di level maksimal yang membuat semua orang ingin berteriak sekencang mungkin atau bahkan sangat membutuhkan psikiater saat ini. Kesulitan demi kesulitan yang kini dialami membuat semua harus berfikir panjang untuk melangkah menata hidup agar dapat menata masa depan yang lebih baik.

Tahun 2020

Tahun yang Tuhan berikan spesial, tahun kembar yang tuhan berikan agar kita bisa berperang dan menjadi pemenang bukan malah terpuruk dan menyalahkan takdir. Tahun yang harus kita lewati dengan begitu banyak masalah dan perjuangan panjang, agar di akhir kitalah yang jadi pemenangnya. Tahun yang memisahkan suami dan istri, orangtua dan anak karena tugas dan tanggung jawab yang harus mereka laksanakan. Tahun yang mengubah gaya fashion seseorang yang harus menggunakan masker setiap saat.

Dan tahun yang sangat panjang yang mungkin sebagian besar merasa inikah akhir dunia yang dipikirkan oleh orang yang pesimis dan menyerah akan keadaan. Tapi sekarang kita sudah betul-betul melewatinya. Tapi akhir nya seperti apa tergantung bagaimana pilihan kita.

Welcome 2021

Entah senang atau sedih. Karena tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana di malam pergantian tahun ada sorak sorai kegembiraan menyambutnya dengan pesta, terompet, kembang api, petasan yang menyala silih berganti dan tentunya musik yang meningkatkan semangat euforia. Tapi tidak untuk tahun ini, sekarang hanya ada kesunyian dan harapan dunia akan kembali seperti dulu. kembali dengan aktifitas yang tidak tergantung pada semua informasi yang sebagian orang menanyakan kebenarannya. Ingin kembali ke kehidupan yang bebas melakukan apa saja yang kita inginkan tidak seperti burung yang terkurung dalam sangkar.

Ingin kembali ke sekolah yang justru dulu mereka sangat malas untuk memulainya, tapi saat ini mereka sangat rindukan, belajar bersama di kelas bukan dengan pertemuan online, ngobrol dan bercanda gurau di kantin bukan di grup media sosial, bergantian mengerjaakn tugas ke depan bukan menggunakan aplikasi canggih bahkan sampai ada yang sesekali datang menatap gedung sekolahnya yang kini dikunci rapat.

Tahun baru yang dulu orang sering berkata ingin membeli sebuah kalender yang memiliki banyak hari libur. Dan sekarang menjadi kenyataan, hari-hari yang mereka lalui itu hampir 90% libur.

Kembalilah seperti dulu duniaku, sekarang itulah harapan semua orang.

Jika semuanya bisa di tukar dengan uang, maka banyak dari mereka yang akan rela menguluarkan sebagian bahkan seluruh hartanya untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala. Apalagi jika mereka harus merasakan sedihnya kehilangan keluarga, kerabat , teman karena pandemi ini. Sedih karena harus kehilangan pekerjaan yang telah mereka lalui bukan satu, dua hari. Setiap manusia akan merasakan masa lalu, hari ini dan masa mendatang.

Kita di masa lalu sudah merasakan hidup dengan kebebasan sebebas-bebasnya sesuai kehendak kita, dan sekarang kita berada pada zona yang benar-benar harus kita pikirkan langkah apa yang akan kita ambil untuk mendapatkan masa depan yang indah, maka dari itu kita harus tetap semangat untuk masa depan yang lebih baik.

Positif thinking

Belajar untuk tidak cengeng saat gagal, dan tidak berhenti mencoba sampai kesuksesan menghampiri. Life is so simple, tinggal kamu saja mau berjuang, bertahan atau menyerah dengan keadaan. Karena kegagalan yang sesungguhnya saat engkau menyerah dan berhenti berjuang. Jangan sampai kita balik lagi ke Maret ketika lockdown dan pembatasan yang serba ketat. Dengan mengganti kata “beban” menjadi “harapan” dalan pola pikir, pada gilirannya akan membawa pada suatu keadaan yang lebih membahagiakan.

Membangkitkan kreatifitas untuk menghadapi tantangan baru yang akan kita lalui mengubah cara pandang dan pandangan orang terhadap mu. Memanfaatkan situasi ini agar yang dulu kalian tidak dapat lakukan dan segera memulai agar tidak ada kata terlambat. Menjadi mata air di tengah gurun bukan menjadi benalu di pohon kecil. Sekarang adalah awal untuk memulai perubahan dalam hidup menjadikan kita dari zero to hero dan Dari yang bukan siapa-siapa menjadi luar biasa.

Ingat waktu itu tidak akan kembali jadi manfatkanlah sebaik mungkin jangan tunggu ada kata menyesal di kemudian hari. Mulailah untuk membuat perencanaan untuk apa kalian hidup di dunia ini. Untuk bersenang-senangkah, atau untuk menjadi masalah. Berusahalah memanusiakan manusia.

Kapan seseorang dikatakan sukses? jika dia telah bisa mensukseskan orang lain. Janganlah mempunyai cita-cita hanya menjadi orang yang sukses. Namun jadilah orang baik dan bermanfaat untuk sesama. Bukan memanfaatkan orang lain.

Ingat, hidup hanya sekali maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.

Sumber : reportase.tv