OPINI OPINI 2020

Pentingnya Value Added pada Design Packaging

Oleh: Rini Alfatiyah, S.T, M.T, CMA
Dosen Teknik Industri, Universitas Pamulang

Reportase.tv, Tangsel – Kemasan atau lebih dikenal dengan packaging merupakan tempat atau wadah melindungi suatu produk sekaligus membungkus, menjadi salah satu unsur yang sangat penting bagi produsen dalam menawarkan produknya, maka dari itu kemasan bukan hanya sekadar pembungkus atau pelindung isinya, lebih jauh dari itu kemasan menjadi suatu ciri, tanda, nama, merek bagi pemiliknya alias “packaging is branding”. Dari kemasan perlu diperhatikan dalam perencanaannya. Kemasan memang bukan yang utama dalam pemasaran produk, masih ada yang lebih penting yang harus menjadi perhatian pihak produsen yaitu mutu dan jaminan keamanan produk yang ditawarkan, namun demikian kemasan memegang peranan penting dalam meraih hati konsumen untuk memilih produk yang ditawarkan. Kemasan sangat mempengaruhi penampilan produk, menjaga keawetan dan higienitas produk dalam jangka waktu tertentu sehingga menarik konsumen.

Kemasan sebuah produk menjadi salah satu strategi yang diperlukan dalam menjalani persaingan dalam dunia Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kemasan bahkan bisa menjadi nilai tambah produk yang dihasilkan. Hal ini dikemukakan oleh Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Fahrurozi, dalam pelatihan yang bertajuk “Kemasan Cantik, Produktivitas UMKM Naik”, yang dilakukan secara daring. Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Fahrurozi, dalam pelatihan yang bertajuk “Kemasan Cantik, Produktivitas UMKM Naik”, yang dilakukan secara daring. “Kemasan yang baik merupakan nilai tambah suatu produk,” kata Fahrurozi, Jakarta, Senin (28/9/2020).Selain dengan membangun branding yang efektif, mendesain kemasan produk yang menarik juga menjadi strategi penting untuk menarik calon pembeli.

Beberapa fungsi kemasan yang perlu diperhatikan oleh produsen pertama sebagai tempat atau wadah untuk menentukan daya muat dari kemasan harus diketahui berat atau bobot serta jenis produk yang akan ditempatkan kedalam kemasan tersebut. Kedua sebagai identifikasi. Identifikasi suatu produk sangat penting karena pada umumnya produk perusahaan dijual bersama dengan produk lain yang sejenis. Oleh karena itu kemasan suatu produk dapat dipakai untuk membedakan dengan produk lain yang sejenis yang dihasilkan oleh produsen lain.

Ketiga sebagai sebagai alat komunikasi. Kemasan secara tidak langsung dapat dipakai sebagai alat komunikasi dengan konsumen, dimana kemasan tersebut menunjukkan merek, gambar dan pesan yang bersifat memberikan keterangan yang menyebabkan rasa ingin tahu, memberi petunjuk tentang penggunaan produk, komposisi bahan dari produk tersebut serta keterangan lain yang ada pada kemasan. Keempat Memudahkan Penggunaan Produk. Fungsi lain dari kemasan adalah untuk memudahkan konsumen untuk menggunakan produk. Kemudahan bagi konsumen dalam arti kemasan yang mudah dibuka, isinya mudah dikeluarkan dan mudah dibawa.

Kelima Mempromosikan Produk. Kemasan yang dapat melindungi dan memudahkan dalam penggunaan produk maka ia menambah nilai jual dan promosi produk itu. Biasanya barang konsumsi yang ada dipasar swalayan atau di toko eceran diletakkan dekat produk pesaing. Keenam memberikan Daya Tarik. Dalam persoalan kemasan produk dari sisi daya tarik menjadi faktor utama, bisa saja dengan produk yang sama, kualitas yang sama, dan harga yang sama. Tetapi kemasan produk yang berbeda, maka tingkat penjualannya berbeda karena kurang menariknya kemasan produk yang ditampilkan.

Inovasi produk bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, karena produk yang telah ada rentan terhadap perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi, siklus hidup produk yang lebih singkat, serta meningkatnya persaingan domestik dan luar negeri.

Inovasi produk yang dilakukan haruslah melalui hasil penelitian pasar, sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan selera konsumen. Meskipun perusahaan mementingkan mutunya, tetapi apabila perusahaan tidak memperhatikan selera konsumen., maka akan menyebabkan produknya tidak diminati, bahkan konsumennya akan beralih pada produk lain, sehingga penjualan akan turun.

Sedangkan faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam hal packanging khususnya kemasan plastik ialah tren kemasan yang eco-friendly. Plastik (terbuat dari jagung) pun bisa di- recycle. Di Eropa sudah. Di Indonesia kesadarannya belum begitu bagus, tapi mungkin segera. Dengan adanya global warming pasti hal ini akan menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Saat ini, sustainable packaging materials atau green packaging menjadi fokus dalam industri kemasan. Dengan kemajuan teknologi, para pakar di industri ini menganjurkan pengurangan material yang tidak diperlukan di dalam kemasan, serta menghindari material yang tidak ramah lingkungan. Warna kemasan lebih ke kultur, misalnya hitam dibanyak negara dihindari untuk produk makanan. Tapi di Jepang dan Spanyol, itu tidak masalah. Warna ada unsur psikologisnya misalnya, kuning membawa kebahagiaan, merah memberi appetite, oranye berkonotasi murah. Jadi, menampilkan shopping bag berwarna oranye untuk produk fesyen mahal bukanlah ide yang bagus.

Dari beberapa uraian di atas dapat dijadikan pertimbangan tentang penggunaan kemasan untuk membantu meningkatkan nilai tambah suatu produk. Pengembangan inovasi dalam hal kemasan sangat penting untuk memperpanjang umur suatu produk dan menunjang program sustainable packaging materials.

Sumber: reportase.tv