OPINI OPINI 2020

Pelaku Ekonomi Move On, Sinergikan Pelaku Usaha, Pemerintah dan Masyarakat!

Oleh : Anah Furyanah, S.E., M.M
Dosen Fak. Ekonomi Universitas Pamulang, Tangerang Selatan

Mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen Unsoed Purwokerto

Reportase.tv, Tangsel – Indonesia dilanda pandemic covid 19 sudah bukan saatnya lagi mengeluh tetapi harus menyadari diterima dengan penuh ikhlas dan bersyukur atas segala yang terjadi. Sektor kesehatan bergerak dalam koridornya dan sektor ekonomi pun memang harus terus bergerak mulai dari merangkak, berjalan, berlari harus terus dicoba. Pandemi ini membawa hikmah kepada semua kalangan, pengusaha merasa harus berbenah dalam kegiatan usahanya dari mulai pengelolaan pendapatan, pengelolaan pengeluaran dan strategi bisnis yang harus mulai beralih mayoritas ke media digital. Pemerintah harus mengatur kebijakan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat baik itu kalangan kecil sampai dengan kalangan atas. Pemerintah harus menjadi penyeimbang dalam pergolakan ekonomj antara pelaku usaha dengan masyarakat. Masyarakat harus mampu jeli dalam mengatur pembelanjaan rumah tangga. Selain itu, masayarakat harus mampu mengendalikan konsumsi yang berlebih untuk masa pandemic ini. Peran ketiga pelaku sangat berarti di Indonesia ini.

Perputaran roda ekonomi akan berlangsung baik di kala terjadi kesinambungan antara ketiga pelaku ekonomi. Sudah saatnya disadari bahwa Usaha mikro kecil menengah ( umkm ) menyumbang gdp kurang lebih 60% untuk perekonomian Indonesia. Maka pelaku usaha UMKM sudah saatnya untuk berbenah bersaing dan menjadikan produk mengikuti trend teknologi media digital. Perkembangan media digital dari sisi pemasaran sangat efektif dalam memasarkan produk dan membantu menaikan penjualan usaha dengan marketing digital yang semua kalangan sudah mayoritas mengetahui. Kesederhanaan dan kemudahan menarik masayarakat untuk mempelajarinya. Masyarakat sudah mengenal teknologi maka sudah saatnya upgrade usaha UMKM kita dalam media digital yaitu marketing digital.

Selain dibidang pemasaran para pelaku UMKM juga dapat menggunakan media digital dalam mengatur keuangannya yaitu dengan menggunaan financial technology (Fintech). Financial technology ini sudah mulai dilakukan diberbagai pelaku usaha UMKM yaitu dengan melakukan pembayaran tidak menggunakan uang cash tetapi melalui kartu yang sudah banyak disediakan dari berbagai penyedia teknologi keuangan digital. Selain dari kemudahan yang diperoleh oleh konsumen dan pelaku bisnis, hal ini juga menjadi salah satu cara dalam penanganan penyebaran covid 19 dengan tidak adanya serah terima alat pembayaran. Fintech yang digunakan dalam bidang lain yaitu dalam pengelolan laporan keuangan usaha khususnya UMKM. Pelaku usaha sangat terbantu dengan kerapihan dan mudahnya membuat laporan keuangan dari setiap transaksi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang disediakan oleh para pembuat inovasi aplikasi digital keuangan. Hal ini juga membantu para pelaku usaha UMKM untuk tidak terlalu banyak menggunakan para karyawan di tempat usahanya. Sehingga strategi dalam penanganan biaya tenaga kerja dapat teratasi.

Fintech di bidang lainnya dilakukan dalam solusi perolehan modal dengan metode peer to peer lending yang sudah banyak disediakan oleh para penyedia layanan fintech tersebut. P2P adalah startup yang memberikan platform pinjaman secara online. Banyak lembaga keuangan yang sudah mulai menggunakan aplikasi fintech ini untuk menjangkau lapisan masyarakat tanpa harus bertatap muka langsung. Perkembangan teknologi dari mulai 1.0 sampai dengan 4.0 sangat pesat sekali yang mengharuskan untuk terus upgrade ilmu dan teknologi dalam segala bidang serta berlaku bijak dan jangan gegabah.

Mungkin di saat pandemi ini banyak langkah bertahan dalam bisnis UMKM yang sekarang sebagian banyak terkena dampak krisis covid. Pengurangan pengeluaran, biaya kerja, dan perluasan usaha banyak dilakukan untuk menanggula gi krisis ini. Diutamakan inovasi  dan kreasi produk umkm dalam usaha saat ini. Yang diutamakan bagaimana caranya produk tersebut menghasilkan uang dan halal. Substitusi produk banyak dilakukan untuk bertahan di masa pandemic ini.

Banyak orang bertanya kapan pandemi ini berakhir? Semua sudah sadar bahwa dengan berbenah dan introspeksi diri maka pandemi ini sudah tidak akan terasa lagi dan menciptakan budaya sehat dengan protokol kesehatan. Pemerintah berupaya untuk memberikan support di masa krisis ini, support yng diberikan dilakukan keberbagai lini baik lini bawah, menengah dan atas. Berbeda dengan masa krisis sebelumnya tahun 2008 yang diakibatkan oleh lemahnya pertukaran rupiah di negara asing yang terkena dampak hanya kalangan tertentu saja sehingga pemerintah hanya membantu ke sebagian lini saja. Kompleksitas di masa pandemic sekarang ini memerlukan keseriusan penanganan di seluruh masyarakat dari mulai pengusaha besar sampai kecil, rumah tangga, dan seluruh lapisan masyarakat.

Pesan cinta Tuhan YME selalu tepat, disaat sekarang ini pandemic covid turun melanda manusia dan mengharuskan social distancing, pada saat ini pula media digital sudah mulai berkembang dan mampu menjadi solusi dari beberapa kegiatan mulai dari dunia pendidikan sampai dengan dunia perekonomian. Mulai dari belajar online sampai dengan belanja online. Hadapi semua yang ada didepan kita dan bacalah surah Al-alaq, pasti ada solusi dan ada makna yang terkandung dan perlu digali di dalamnya. Teruslah berkarya dan berinovasi.

Sumber : repotase.tv