PKM 2020 UNPAM MENGABDI

PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Dosen Prodi Manajemen dengan tema “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan”

Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. Kelurahan merupakan wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Berbeda dengan desa, kelurahan memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Namun seiring perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan ataupun sebaliknya. Oleh karena hal tersebut, maka kami selaku para dosen Universitas Pamulang yang bernama Jublina Oktora, S.E., M.M. selaku Ketua, beserta dengan keempat anggotanya yang bernama Dr. Ali Zaenal Abidin, S.T., M.M., Asridah Warni Tanjung, S.S., M.M., Hestu Nugroho Warasto, S.E., M.Si., dan Muhammad Gandung, S.E., M.M. telah melaksanakan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) di Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.

Suatu organisasi dengan karyawan yang handal adalah impian pemilik suatu organisasi. Hal ini dikarenakan jika organisasi mempunyai karyawan yang handal, maka pekerjaan atau tugas yang diberikan akan terasa mudah, cepat selesai dan tidak adanya kesalahan yang fatal. Kualitas dan produktivitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan dengan cara program pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi yang diberikan untuk sumber daya manusia (karyawan khususnya di Kelurahan Pondok Benda).

WhatsApp Image 2020-11-06 at 20.06.30

Gambar 2: Penyerahan Plakat Kepada Sekretaris Lurah Oleh Ketua PKM

Tujuan adanya pengaruh gaya kepemimpinan karena setiap pimpinan harus berupaya menggerakkan/memacu produktivitas kerja karyawan agar memperoleh hasil kerja yang optimal. Namun, upaya untuk menggerakkan karyawan agar dapat bekerja sesuai dengan harapan yang diinginkan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah karena tidak semua pimpinan memahami bagaimana strategi/kiat – kiat dalam menggerakkan karyawan sehingga yang timbul ke permukaan adalah hal – hal yang sifatnya kontraproduktif dan benturan antara kepentingan organisasi dengan kepentingan karyawan. Sering terjadi juga karena kurangnya sosialisasi dan pendekatan kepada para karyawan dengan penjabaran tujuan organisasi dalam bentuk rencana kerja dan upaya pencapaiannya.

Sukses tidaknya tujuan yang dicapai sebuah organisasi tergantung dari pemimpin. Dalam melakukan aktivitas kegiatannya para pemimpin mempunyai berbagai gaya tersendiri dalam proses mempengaruhi dan mengarahkan karyawannya, sehingga nantinya mau bersama-sama berusaha mencapai tujuan organisasi melalui pelaksanaan pekerjaan yang telah ditentukan. Karena masalah-masalah yang dihadapi setiap organisasi bervariasi, maka pemimpin dituntut untuk mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang bervariasi juga sesuai dengan tujuan yang dihadapi. 
WhatsApp Image 2020-11-06 at 19.59.48

Gambar 3: Foto Bersama Tim PKM dan Staf Kantor Kelurahan Pondok Benda

Pentingnya mengelola sumber daya manusia (karyawan kelurahan Pondok Benda) dikarenakan karyawan merupakan suatu tombak organisasi. Oleh karena itu, pemimpin organisasi harus bisa menempatkan posisi karyawan di tempat yang tepat (the right man in the right place). Pemberian kompensasi karyawan juga merupakan suatu bentuk bayaran atau hadiah bagi karyawan dan berasal dari pekerjaan. Kompensasi karyawan memiliki dua komponen utama yaitu pembayaran lngsung (dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi dan bonus) dan pembayaran tidak langsung (dalam bentuk tunjangan keuangan).

WhatsApp Image 2020-11-06 at 20.00.18

Gambar 4: Foto Bersama Tim PKM dan Mahasiswa

Demikian artikel ini dibuat agar para pembaca memahami bagaimana pentingnya pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap produktivitas kerja karyawan. Terimakasih.

Penulis : Jublina Oktora, S.E., M.M. (Dosen Prodi Manajemen, Universitas Pamulang)

Sumber : manajemen.unpam.ac.id