OPINI OPINI 2020

Pembelajaran Jarak Jauh: Efektifkah untuk Mahasiswa?

Sudah kurang lebih 7 bulan ini kita dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19. Kejadian luar biasa ini berdampak juga pada pelaku dunia pendidikan. Namun seharusnya para pelaku dunia pendidikan dapat menyikapinya dengan positif. Perubahan situasi dan kondisi yang relatif mendadak ini membuat beberapa kalangan dunia pendidikan merasa belum siap untuk mempersiapkan metode pembelajaran yang tepat. Para pendidik maupun peserta didik harus menerima konsekuensi atas kondisi yang ada saat ini, bahwa proses pembelajaran dengan tatap muka tidak bisa dilakukan dan harus diganti dengan metode pembelajaran berbasis online.

Pembelajaran online merupakan salah satu alternatif pembelajaran di pergururan tinggi yang dapat dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19 beberapa perguruan tinggi telah mempertimbangkan dan mengimplementasikan metode pembelajaran online sebagai salah satu strategi pendidikan. Selain dinilai dapat menghemat waktu dan biaya, pembelajaran online juga akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat belajar dimana saja dan kapan saja di luar kelas, serta berpotensi akan merubah proses pembelajaran dari teacher-centered learning menuju student-centered learning.

Saat ini semua perguruan tinggi dituntut untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh melalui pembelajaran berbasis online. Namun demikian, dalam situasi mendadak ini lembaga pendidikan termasuk para dosen dan mahasiswa sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan pendekatan terbaik dalam proses pembelajaran. Pada kondisi saat ini tidak ada alternatif lain selain kuliah online, yang harus tetap dilaksanakan secara efektif meskipun dengan alternatif pemecahan masalah yang terbatas.

Pelaksanaan pembelajaran secara online harus didukung dengan perangkat elektronik seperti laptop, komputer, handphone atau smartphone yang bisa digunakan untuk melakukan akses informasi kapanpun dan dimanapun. Dari sisi dosen, selain menyiapkan materi, pemilihan media pembelajaran serta alat evaluasi juga butuh disesuaikan. Penggunaan media live conference ataupun video ajar yang dibuat oleh dosen pengampu mata kuliah merupakan alternatif yang dapat dipilih ketika kuota dan sinyal internet menjadi masalah utama. Sistem-sistem pembelajaran online atau e-learning juga dapat dikembangkan setiap perguruan tinggi sebagai alternatif dalam menyikapi kondisi pandemi Covid-19 melalui pembelajaran online. Media youtube juga dapat digunakan dosen untuk mengupload video-video pembelajaran karena media ini sedang digemari mahasiswa. Waktu pendistribusian materi yang dilaksanakan maksimal sehari sebelum jadwal perkuliahan juga dianggap lebih efektif agar materi mampu dipahami oleh mahasiswa terlebih dahulu. Sementara itu, proses evaluasi sebaiknya dilaksanakan pada setiap satu topik materi atau setiap pertemuan. Dengan demikian, alokasi waktu perkuliahan, media ajar yang digunakan, waktu distribusi materi dan teknik evaluasi merupakan beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan agar pembelajaran online dapat berjalan dengan efektif.

Sedangkan dari sisi mahasiswa dibutuhkan kesiapan atau ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai berupa laptop, komputer, handphone atau smartphone serta jaringan internet. Kendala ini akan sangat terasa bagi para peserta didik yang belum memiliki perangkat utama yang memadai. Selain itu, kondisi jaringan internet yang berbeda-beda di setiap lokasi juga menjadi masalah yang sering muncul dalam pembelajaran berbasis online.

Dengan demikian, kondisi pandemi covid-19 ini seolah tidak memberi alternatif metode pembelajaran lain selain metode pembelajaran berbasis on line. Untuk itu yang harus dilakukan pendidik saat ini adalah tetap menjalankan proses pembelajaran, menemukan metode pendekatan pengajaran yang efektif agar kendala pembelajaran yang ditemukan dapat diminimalisir meskipun dilaksanakan dalam kondisi atau situasi mendadak dan serba terbatas saat ini.

Sumber: kumparan.com
Penulis: Indah Pertiwi, S.Pd., M.Pd (Dosen Universitas Pamulang)