OPINI OPINI 2020

Genderang Politik Telah Dibunyikan oleh KPUD Tangsel, Dengan Harapan PNS yang Netral

Disusun Oleh : Asip Suyadi SH, MH Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang

Reportase.tv, Tangsel – Menjelang pelaksanaan pilkada tahun 2020 yang akan digelar secara serentak di seluruh daerah Indonesia. Ada sekitar sekitar 270 daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada 2020, termasuk Kota Tangsel.

Berdasarkan agenda KPUD Tangsel akan mengelar pesta demokrasi tersebut akan melaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Namun yang sangat terpenting adalah keberadaan PNS/ASN yang netral atau tidak berpihak terhadap pasangan calon.

Karena kalau PNS/ASN tidak netral terjadi bukan tidak mungkin menjadi preseden buruk bagi PNS/ASN yang memang tugasnya adalah melakukan pelayanan yang prima terhadap masyarakat. Di lain pihak hak politik PNS/ASN dapat disampaikan sesuai dengan asas Pemilu yang luber dan jurdil.

Terkait keberadaan PNS/ASN untuk sementara waktu di Pemkot Tangsel semakin tidak menentu ini akibat kepentingan dukung mendukung. Padahal kalau saja kita mengacu pada UU PNSASN yaitu UU no 5 tahun 2014 tentang PNS tidak berpihak atau netralitas serta tidak berpengaruh dari segala aspek kepentingan, sehingga etika dan netralitas PNS bukan tidak mungkin dapat membuat kesejukan di masyarakat dan tugas PNS dalam melakukan pekerjaannya secara maksimal.

Namun demikian lagi-lagi masyarakat Tangsel sangat berharap banyak terhadap lembaga bentukan pemerintah yaitu Bawaslu, yang salah satu tugasnya melakukan pengawasan terhadap keberadaan masyarakat dan institusi seperti TNI Polri dan ASN untuk tidak memainkan peranannya berpolitik praktis. Karena memang Tangsel ini sebuah daerah yang memiliki perhatian khusus oleh para cukong-cukong politik.

Kenyataannya tiga kelompok raksasa besar yang telah berlabuh di tujuh kecamatan, 54 kelurahan, namun demikian tidak cukup pengawasan Pilkada kita serahkan pada satu lembaga saja. Di sini diperlukan anggota masyarakat ikut ambil bagian guna mengawal jalannya Pilkada yang luber dan jurdil sehingga moto Tangsel kita tidak diciderai, yaitu Tangsel cerdas religius dan modern.

Jangan kita biarkan cukong-cukong politik berkeliaran mempengaruhi mindset masyarakat kita. Jadikan Pilkada jilid tiga ini proses pembelajaran politik kawal pembangunan yang sudah berjalan hindari money-politik yang tidak mendidik.

Sumber : reportase.tv