OPINI OPINI 2020

MENGAJAK MAHASISWA BELAJAR MENULIS OPINI

Penulis: Amelia Haryanti, S.H, M.H (Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pamulang)

Bukan hal yang mudah bagi saya sebagai seorang pengajar mengajarkan menulis bagi mahasiswa saya yang notabene seorang calon guru. Walaupun menulis merupakan bakat yang dimiliki seseorang, namun tidak ada salahnya bagi saya untuk sedikit memaksa mahasiswa saya untuk mencoba menulis opini di media online sebagai nilai tugasnya. Sesungguhnya hal ini saya lakukan untuk memberikan pengalaman tersendiri kepada mahasiswa, bagaimana sih mencari ide, judul opini dan menuangkannya dalam bentuk susunan kata yang enak dibaca oleh pembaca.

Hal pertama sebelum saya memberikan tugas ini adalah mengklasifikasikan kelas sesuai dengan mata kuliah yang saya ampu, hal ini untuk memudahkan mereka dalam mencari ide. Saya bebaskan mereka mau menulis apa saja sesuai dengan materi perkuliahan dalam tiap pertemuannya, termasuk berbagi pengalaman, yang penting bagi saya ada upaya mereka untuk memenuhi kewajibannya mengerjakan tugas yang saya berikan, dan wajib dipenuhi dalam semester berjalan sebelum ujian akhir harus sudah publish.

Pemberian tugas ini sudah saya rancang sebelum perkuliahan dimulai, dan biasanya saya akan menyampaikan tugas ini di awal awal pertemuan. Hal ini di lakukan untuk memberikan waktu kepada mahasiswa untuk mencari ide dan judul tulisan yang akan di publish, karena saya akui, menulis artikel bagi mereka yang belum pengalaman membutuhkan waktu yang lama.

Tahapan untuk sampai publish juga memerlukan waktu yang lama, karena ketentuan penulisan saya tentukan, misalnya, tulisan tidak boleh menjurus ke SARA, bukan ujaran kebencian, bukan mengkritik seseorang, sampai jumlah halamanpun saya tentukan, biasanya saya akan meminta mereka menulis minimal 3 halaman dengan font huruf 11 spasi 1.15. Saya juga mewajibkan mereka untuk mengirimkan contoh tulisan mereka sebelum dipublish di media online melalui email saya, selanjutnya saya baca dan saya cek terlebih dahulu plagiatnya, biasanya saya akan memberikan ijin kepada mahasiswa untuk mempublish tulisannya apabila plagiatnya dibawah 10%.

Dalam satu semester tersebut memang dibutuhkan perhatian dan bimbingan yang ekstra, karena hubungan dengan mahasiswa melalui grup whatsapp maupun menghubungi secara pribadi hampir berlangsung 24 jam, dan saya harus selalu siap merespon pertanyaan mereka, dan mengecek email yang dikirimkan, mengecek plagiatnya, bila belum sesuai akan saya kembalikan dan saya arahkan kembali. Untuk waktu ini memang tidak saya batasi, karena banyak mahasiswa yang bertanya dan berkonsultasi, saya memahami ini karena ada kemungkinan mereka juga mengerjakan nya setelah mendapatkan ide.

Pernah juga ada mahasiswa yang bertanya, apakah boleh menulis opini namun isinya pengalaman pribadi, saya persilahkan saja, namun aturannya tetap, sebelum di kirimkan ke media saya harus mengecek terlebih dahulu, dan ternyata setelah saya baca isinya memang mengharukan, dia menuliskan tentang tekadnya merantau jauh dari kampung halamannya untuk kuliah karena janjinya kepada almarhum kedua orang tuanya.

Memang dibutuhkan kesabaran ekstra dalam membimbing mereka, namun menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya apabila ternyata mereka berhasil mempublish tulisannya, dan memberikan link nya kepada saya untuk nilai tugas.

Setelah mereka mempublish opini dan memberikan link opininya, biasanya saya akan memujinya, dan menanyakan gimana pengalamannya. Saya juga akan meminta mahasiswa tersebut untuk menshare link artikelnya di masing-masing grup kelas, hal ini dilakukan agar teman-temannya yang lain ikut terpacu semangatnya untuk segera menyelesaikan tugasnya.

Respon dari mereka sangat beragam, rata-rata mereka menjawab dengan antusias, mereka sangat berterimakasih karena ini pengalaman dan tantangan pribadi yang belum pernah didapatkan sebelumnya, bahkan ada juga beberapa mahasiswa yang mengatakan: “Ibu, tim redaksi malahan menyuruh saya untuk rutin menulis kembali, jangan hanya sebagai tugas dosen saja”, senang saya mendengarnya.

Mudah-mudahkan kegiatan pengalaman menulis opini ini menjadi kegiatan yang rutin dilakukan oleh mahasiswa, untuk bekal mereka dikemudian hari. Sukses selalu untuk kalian……(Amelia)

Sumber: kompasiana.com