OPINI OPINI 2020

Pertempuran Tiga Kubu Raksasa Membidik Tangsel Satu

Oleh Asip Suyadi, S.H., M.H.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang

Reportase.tv, Tangsel – Pilkada Kota Tangerang Selatan akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang. Pilkada kali ini berbeda karena dilaksanakan di langsung di tengah-tengah Pademi Covid-19.

Masa bakti Airin Rachmi Diany sebagai Wali Kota Tangerang Selatan yang menjabat dua periode akan segera berakhir. Banyak karya nyata dari berbagai kebijakannya yang telah di rasakan oleh masyarakat Tangsel.

Meski demikian, perlu adanya peningkatan potensi SDM dan dikaryakannya Putera Daerah Tangsel, yang dilahirkan di Tangsel untuk terlibat secara langsung guna membangun Tangsel. Karena Tangsel merupakan rumah kita yang terdiri dari 7 Kecamatan, dan 54 Kelurahan. Sebanyak 49 persen putera-puteri kelahiran Tangsel memiliki SDM yang handal, hanya saja belum ada kesempatan untuk membangun Tangsel.

Sekarang giliran tiga kelompok besar yang akan berkompetitif, yang dimana dari tiga kelompok tersebut, dikuatkan dengan Dinasti Politik yang memiliki trans atau peta kekuatan yang hampir seimbang, baik amunisi karisma atau popularitas.

Ketiga kubu ini memiliki kans yang sama, hanya bagaimana Partai Politik memainkan mesin politiknya guna mencari simpatik dari masyarakat Tangsel. Dalam Pilkada Tangsel, ada hal menarik seperti satu kapal terbagi dua blok, yaitu blok A dan blok M.

Dari kedua blok tersebut memiliki jabatan strategi, sedangkan kubu yang lain juga memiliki jabatan raksasa. Walau secara tidak langsung sebagai backdround yang tidak kalah pentingnya menimbulkan campur tangan politik.

Oleh karenanya masyarakat Tangsel yang memiliki motto yang cerdas, modern dan religius, jangan sampai tertipu daya dengan janji-janji politik yang meninabobokan kita semua. Jadikan Pilkada Tangsel ini dengan semangat berdemokrasi serta jangan kita ciderai dengan menghalalkan berbagai cara, contohnya seperti politik uang.

Sudah waktunya masyarakat Tangsel mengedepankan demokrasi yang Luber Jurdil, PNS yang netral, KPU yang mandiri, serta Bawaslu yang independen.

sumber : reportase.tv