PKM 2020 UNPAM MENGABDI

Tingkatkan Kepercayaan Diri Santri, Tim Dosen Prodi Sekretari Unpam Lakukan Pelatihan di Pesantren Darul Furqon Ramadhan Bogor

>Dalam rangka melaksanakan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Dosen Prodi Sekertari D3 mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan yang bertajuk “Melatih Kepercayaan Diri Santri Untuk Menghadapi Dunia Industri 5.0” ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul Furqon Ramadhan Kabupaten Bogor pada hari minggu 7 Juli 2020.

Kegiatan PKM ini dilakukan ditengah pandemi Covid 19 dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Virus Covid 19 yaitu jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan serta hand sanitizer. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kepada para santri dan guru yang berada di Yayasan Darul Furqon Ramadhan Bogor Kampung Bulak Segar RT 002/07 Desa Cibandung Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Acara kegiatan PKM dipandu oleh Ibu Nur Rachmah Wahidah, S.E., M.M selaku pembawa acara. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa penyuluhan tentang Melatih Kepercayaan Diri Santri Untuk Menghadapi Dunia Industri 5.0 di Yayasan Darul Furqon Ramadhan Bogor  ini disampaikan oleh Ibu Unik S.Si., S.Psi., M.M  Dosen D-3 Sekretari Universitas Pamulang selaku Narasumber.

“Kegiatan kami adalah memberikan pemahaman kepada santri tentang Rasa percaya diri memang sangat diperlukan dalam menjalani hidup, banyak orang mengira kepercayaan diri adalah hal yang tidak bisa dipelajari. Mereka menganggap kepercayaan diri berasal dari takdir, sehingga membuat mereka malas untuk berusaha mengembangkan dan melatih rasa percaya dirinya. Nyatanya, rasa percaya diri dapat dipupuk dan dipelajari, semua orang bisa hidup dengan kepercayan diri penuh, asalkan terus melatih dan mengembangkannya.”Ungkapnya kepada Visione (07/06/2020).

“Percaya diri itu akan datang dari kesadaran seorang individu bahwa individu tersebut memiliki tekad untuk melakukan apapun yang harus dikerjakan, sampai tujuan yang diinginkan tercapai. Tekad untuk melakukan sesuatu tersebut diikuti dengan rasa keyakinan bahwa ia memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri menyadari akan kemampuan yang ada pada dirinya, mengetahui, dan menyadari bahwa dirinya memiliki bakat, keterampilan, atau keahlian sehingga orang tersebut akan bertindak sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu.”Tambahnya

Ketua PKM Lisa Novia mengatakan bahwa setiap insan memiliki rasa kepercayaan diri yang berbeda. Ada yang tinggi rasa kepercayaan dirinya, ada pula yang rendah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Kepercayaan diri tidak begitu saja melekat pada anak dan juga bukan merupakan bawaan lahir. Kepercayaan diri terbentuk karena proses belajar, yaitu bagaimana merespon berbagai rangsangan dari luar dirinya melalui interaksi dengan lingkunganya. Kepercayaan diri tidak hanya dipengaruhi oleh kedua orang tua, tetapi dapat juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti masyarakat, guru, media, dan lain sebagainya.

“Kepercayaan diri yang kuat sebenarnya muncul karena adanya beberapa aspek pada kehidupan invidu tersebut di mana anak memiliki kompetensi. Anak yakin, mampu, serta percaya diri berkat pengalaman, potensi aktual, prestasi, serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. Kepercayaan diri dalam keluarga dapat ditumbuhkan dengan cara orang tua menghargai anak dengan segala bentuk keunikannya dan berusaha mendukung anak untuk mendapat berbagai kesempatan yang bisa meningkatkan harga dirinya.” Imbuhnya

“Mary Ainswort dalam bukunya membagi kelekatan dalam 3 aspek yaitu: Kelekatan aman yaitu, keadaan di mana orang tua selalu responsif terhadap kebutuhan anak, memberikan dukungan penuh berupa kasih sayang dan cinta, Kelekatan menghindar yaitu, keadaan di mana orang tua kurang responsif terhadap kebutuhan anak sehingga anak merasa ditolak dan tidak pasti bahwa orangtuanya selalu ada dan responsive atau cepat membantu serta dating kepadanya pada saat anak membutuhkan mereka, Kelekatan cemas yaitu, keadaan di mana figur orang tua tidak hadir saat anak membutuhkan dan saat orang tua hadir anak akan marah-marah. Anak selalu dibohongi bahwa orang tuanya akan hadir sehingga saat orang tua tidak ada menyebabkan anak gusar dan cemas.” Pungkasnya.

Selain kegiatan PKM, Tim dosen D-3 Prodi Sekretari UNPAM juga melakukan bakti sosial dengan memberikan paket sembako dan santunan yang diserahkan kepada pihak Yayasan langsung yang dipimpin oleh Bapak Zaki Zainal Arifin S.S., M.Pd kepada Santri dan warga sekitar. Dalam Sambutannya Ketua Yayasan Darul Furqon Ramadhan Bogor Mengucapkan Terima kasih banyak atas kesediaan dan waktu luangnya ibu-ibu dosen di tengah Pandemi Covid-19 dan tetap mengikuti prosedur kesahatan yang ditetapkan oleh Pemerintah. “Kami sangat bersyukur dengan kedatangan tim Dosen dari Prodi D-3 Sekretari Faklutas  Ekonomi Universitas Pamulang, terlebih lagi beliau-beliau memberikan bantuan kepada kami, kami akan menyalurkan kepada yang membutuhkan di sekitar tempat kami.”Ujarnya.

Kegiatan PKM ini memberikan manfaat bagi semua pihak terutama bagi santri, Tim pengabdi mendapatkan pengalaman tentang Melatih Kepercayaan Diri Santri Untuk Menghadapi Dunia Industri 5.0. Para pengurus Yayasan pun juga dapat memahami bagaimana cara melatih keprcayaan diri para santrinya. Warga sekitar menjadi mengenal tentang Universitas Pamulang baik visi, misi, maupun kegiatan kemitraan dengan masyarakat, sehingga image atau citra yang muncul positif. Selain itu, Universitas mendapatkan sasaran untuk menjalin kerjasama yang baik untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat maupun Penelitian. Di akhir kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), ditutup dengan sesi foto dan ramah tamah bersama dengan pimpinan yayasan, santri, warga sekitar, dan dosen D-3 Sekretari Universitas Pamulang.

Sumber : visione.co.id