OPINI OPINI 2020

Sudah Siapkah Kita untuk Era New Normal?

Oleh: Intan Sari Budhiarjo S.E., M.M, Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang

New Normal atau tatanan hidup baru di masa pandemi Corona (Covid-19) segera diterapkan di beberapa daerah di Indonesia. Seperti dikutip pernyataan dari Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto “Beberapa saat yang akan datang tentunya banyak daerah yang secara bertahap akan memulai mengimplementasikan kebiasaan baru ini sejalan dengan mulai dijalankan kembali aktivitas-aktivitas produktif dalam rangka mempertahankan kinerja keseluruhan kita,” (Detiknews,2020).

Kita tahu bahwa hingga saat ini penyebaran virus corona (Covid-19) masih terus meningkat. Kasus virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta bahkan dinilai belum bisa menjadi acuan untuk mulai diberlakukannya era tatanan normal baru atau new normal. Meskipun kasus corona di Jakarta bukan yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Pada selasa (2/6), Jakarta berada di posisi ketiga penambahan kasus harian, sebanyak 60 kasus. Angka itu menurun dari catatan dua hari sebelumnya. Kasus virus corona di Jakarta bertambah 119 kasus pada minggu (31/5) dan 111 kasus pada senin (1/9) (cnbcindonesia.com, 2020).

Berdasarkan data ini, pemerintah sepertinya perlu memastikan kembali apakah masyarakat kita sudah siap untuk mengikuti tatanan hidup baru tersebut?. Dengan akan dimulainya era new normal di Indonesia, sejumlah kegiatan yang sebelumnya dihentikan atau dibatasi akan dibuka kembali dengan sejumlah aturan. Aktivitas itu termasuk kegiatan perekonomian, tempat ibadah hingga sarana transportasi publik.

Ketika menghadapi tatanan hidup baru atau era new normal, maka fasilitas umum harus benar-benar dipersiapkan untuk mendukung aktivitas masyarakat. Karena bisa dipastikan akan terjadi lonjakan aktivitas di luar rumah yang akan dilakukan.

Untuk merealisasikan skenario new normal, pemerintah telah bekerjasama menggandeng seluruh pihak terkait termasuk tokoh masyarakat, para ahli, dan para pakar untuk merumuskan protokol atau SOP untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali. Dimana hal ini memang patut diapresiasi, sebab untuk merealisasikan penerapan new normal ini tidak cukup peran dari pemerintah saja.

Dukungan dan peran dari masyarakat juga sangat diperlukan. Bahkan masyarakat diharapkan dapat bertindak aktif untuk berkontribusi mendukung langkah pemerintah ini.

Selain urgensi mempersiapkan fasilitas umum untuk menunjang aktivitas masyarakat, hal yang tentunya tidak kalah penting untuk dilakukan adalah memberikan edukasi untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai tujuan dari penerapan new normal.

Pemerintah perlu lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi terkait dengan penerapan new normal dan protokol kesehatan. Untuk mendorong kepatuhan dari masyarakat, pemerintah pun sebaiknya perlu memberlakukan sanksi yang tegas dan bukan sekedar memberikan imbauan seperti yang selama ini sudah dilakukan.

Jika memang langkah ini merupakan salah satu cara yang dianggap efektif oleh pemerintah untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi dari merebaknya virus corona (Covid-19), maka masyarakat harus mendapat edukasi yang cukup agar benar-benar siap memasuki era new normal ini. Tentunya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pemerintah untuk memastikan penerapan new normal bisa berjalan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

Sumber: bantennews.co.id