PKM 2020 UNPAM MENGABDI

Penyuluhan Strategi Promosi Produk Daur Ulang Sampah untuk Menarik Minat Masyarakat

Bisnis yang besar tidak selalu berbentuk barang mewah, tetapi bisa juga bisnis yang besar itu dari barang yang dianggap kotor bahkan tidak berharga yang dikemas sebaik mungkin, sehingga menjadi barang yang bernilai ekonomi. Salah satu bentuk bisnis yang berasal dari barang terebut adalah produk daur ulang sampah. Upaya penanggulangan sampah dilakukan dengan berbagai hal, antara lain program bank sampah yang merupakan kegiatan yang bersifat mengajarkan mayarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara bijak.

Bank sampah sebagai program pengelolaan lingkungan yang dirancang oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2012 Pasal ayat 1 dan 2 menjelaskan bahwa kegiatan Reduse, Reuse, dan Recycle, atau disebut dengan kegiatan 3R adalah mengumpulkan, memilah, menggunakan kembali. Produk kerajinan hasil olahan sampah dapat bernilai ekonomi yang dapat dijual. Maka dari itu dalam menjual produk tersebut harus mempunyai strategi untuk menarik minat masyarakat sebagai calon konsumen untuk memanfaatkan produk tersebut . Salah satu cara untuk memberitahukan manfaat produk tersebut yaitu melalui promosi yang merupakan salah satu tahap yang sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat mengetahui tentang apa dan bagaimana manfaat sebuah produk tersebut diciptakan dan sebagai sarana untuk mencari dan mendapatkan perhatian, menciptakan dan menumbuhkan rasa tertarik  masyarakat pada produk tersebut, dan dilanjutkan pada pengembangan minat masyarakat untuk mengunakan produk tersebut. Dengan adanya promosi maka informasi mengenai produk , manfaat juga menumbuhkan rasa untuk menjaga lingkungan dengan pemanfaatan produk

Bank Sampah Sri Rejeki merupakan salah satu usaha inovasi kreatif peduli lingkungan yang ada di Kota Tangerang Selatan , dengan pemanfaatan sampah sebagai bahan dasar pembuatan produk.kerajinan. Masyarakat menjual sampahnya kepada Bank Sampah kemudian   menyimpan hasil penjualannya dalam bentuk tabungan,  selain sebagai tempat menabung sampah juga sebagai tempat  pelatihan dan pembinaan pengelolaan sampah baik sampah organik maupun anorganik dan terus membina masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghimpun, memilah dan mengkreasikan sampah-sampah yang ada di lingkungan masing-masing. Sampah setelah diolah menjadi barang bernilai ekonomis, misalnya menjadi, tas, keranjang, tempat tisu, dan kerajinan lainnya. Sementara untuk sampah organik yang diolah menjadi pupuk. Melalui kegiatan promosi  Bank sampah Sri Rejeki memperkenalkan produk kerajinan daur ulang sampah kepada masyarakat. Kegiatan promosi tidak akan berpengaruh jika dilakukan tidak tepat, oleh karena itu diperlukan sebuah strategi dalam mempromosikan produk kerajinan daur ulang sampah. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembanganya Bank Sampah Sri Rejeki dan semakin banyaknya kreasi hasil daur ulang sampah akan tetapi produk kerajinan hasil daur ulang sampah masih belum sepenuhnya diketahuinya oleh masyarakat serta , karna masih minimnya minat masyarakat untuk membeli produk kerajinan daur ulang sampah ini.

 

Dosen Universitas Pamulang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tanggal 18-20 Juni 2020 telah melakukan penyuluhan secara daring melalui aplikasi Zoom kepada ketua dan anggota Bank Sampah Sri Rejeki di Pamulang Tangerang Selatan.

 

Kegiatan diketuai oleh Habibah dan beranggotakan Afrida Yani, Lyandra Aisyah Margie dan Fitria Anggraini Rostianti dengan memberikan Strategi Promosi Produk Kerajinan Daur Ulang Sampah Untuk menarik Minat Beli Masyarakat.

  Kegiatan promosi yang dilakukan Bank Sampah untuk menginformasikan produk kerajinan daur ulang sampah sehingga produknya lebih dikenal dan menarik minat beli masyarakat antara lain: Periklanan (Adverstising) Bank Sampah menggunakan periklanan yaitu melalui media menggunakan mobile branding ,media internet, Promosi Penjualan (Sales Promotion) promosi penjualan yaitu: memberikan potongan harga (discount) bagi konsumen yang membeli produk kerajinan secara borongan, mengadakan pameran agar masyarakat mengetahui produk kerajinan daur ulang sampah, Personal Selling Bank Sampah  melakukan promosi dengan personal selling melalui sosilisasi ke desa-desa melakukan promosi menggunakan promosi dari mulut ke mulut (Word Of Mout) dimulai dengan para pengurus serta anggota dengan sering mengunakan produk produk daur ulang sampah dan  menceritakan pengalamannya kepada orang-orang terdekat seperti sahabat, anggota keluarga dan kerabat lainnya.

Diharapkan kegiatan PKM ini bermanfaat bagi masyarakat umumnya untuk menggunakan produk daur ulang sampah guna mengurangi sampah, serta pelaku bank sampah dapat menerpakan teori-teori promosi guna memasarkan produk untuk dikenal masyarakat.

Sumber : kompasiana.com