OPINI OPINI 2020

Memberdayakan Ekonomi Melalui UMK dan UKM

Oleh : Sugiyarto.S.E., M.M
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang

Reportase.tv, Tangsel – Pemerintah mulai tanggal (15/6/2020) membuka pusat perbelanjaan modern, setelah sebelumnya perkantoran mulai di ijinkan melakukan aktivitas sejak tanggal (08/6/2020). Jalan raya di Jakarta mulai terlihat macet pada jam kerja dan jam pulang kantor. Transportasi umum seperti kereta listrik (KRL) mulai dipadati para pekerja yang tinggal di sekitar Jakarta. Walaupun pihak pengelola sudah membatasi kapasitas kereta listrik hanya 70% dari kapasitas maksimum, penggguna jasa kereta api listrik tetap membludak pada jam sibuk. Untuk mengurangi antrian dan kepadatan penumpang, pemda DKI Jakarta memberikan bantuan transpotasi bus untuk masyarakat yang bekerja di Jakarta melalui stasiun Bogor.

Pemerintah saat ini mulai fokus memberikan perhatian untuk menggerakan kembali perekonomian. Besarnya defisit APBN yang sudah mencapai Rp 1.220,3 triliun, harus segera dicarikan solusi agar defisit tidak semakin melebar. Perekonomian harus segera digerakkan kembali secara bertahap. Pemerintah harus bisa memaksimalkan keuntungan demografi yang dimiliki, menjadi salah satu unsur untuk menggerakan perekonomian.

Perekonomian Indonesia sebenarnya ditopang oleh usaha mikro yang jumlahnya mencapai 62 juta. Kontribusi usaha mikro terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 60 persen. Tukang sate, tukang sayur, penjual gorengan, penjual bubur ayam, bubur kacang ijo adalah salah satu contoh dari jutaan pengusaha mikro yang juga terkena dampak dari pandemi covid-19. Omzet mereka turun 70 persen dan saat pandemi rata-rata tinggal 25 s/d 30 persen dibandingkan sebelum covid-19 masuk Indonesia.

Bahkan salah satu penjual bubur kacang ijo di Yogyakarta terpaksa harus tutup karena pelanggan mereka yang sebagian besar mahasiswa sudah pulang kampung, sejak adanya kebijakan pemerintah wajib belajar secara daring selama pandemi covid-19.

Pedagang bubur kacang ijo yang omzetnya sudah mencapai Rp 40 juta perbulan ini harus rela kehilangan usahanya untuk sementara waktu. Bahkan mereka untuk sementara waktu beralih profesi sebagai pengantar air galon.

Ada ribuan tukang bubur kacang ijo lainya di Indonesia yang mengalami nasib serupa. Arif Budimanta wakil ketua KEIN, dalam tulisanya (15/06/2020) menjelaskan hasil kajian Sigma Phi (20) menjelaskan bahwa pengaruh modal investasi negara terhadap produk domestik bruto (PDB) lebih besar bisa dirasakan pengaruhnya jika negara melakukan investasi pada usaha mikro kecil (UMK). Artinya jika pemerintah melakukan investasi dana sebesar Rp 1 miliar kepada pelaku usaha mikro kecil (UMK), maka pengaruhnya produk domestik bruto (PDB) akan naik sebesar Rp 6,2 miliar atau 6,2 kali dari invetasi awal.

Investasi tersebut juga akan memiliki dampak pada bertambahnya pelaku usaha kecil sebesar 2,47 kali dan usaha menengah akan bertambah sebesar 0,89 kali.

Dari hasil kajian ini diketahui betapa hebatnya potensi usaha mikro kecil di negeri ini jika diberikan perhatian khusus oleh pemerintah. Khusus jika bantuan sosial tunai yang selama ini yang di keluarkan oleh pemerintah melibatkan pengusaha mikro di daerah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat bawah, maka roda perekonomian akan kembali berputar.

Menurut kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, bantuan langsung tunai yang sudah disalurkan kepada masyarakat desa telah mencapai Rp 4,1 triliun dan diterima oleh 6,8 juta keluarga. (16/06/2020 ). Jika bantuan langsung tunai yang di salurkan kepada masyarakat desa ini melibatkan pengusaha mikro, maka potensi terjadinya perputaran ekonomi di daerah akan berkembang serta berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Bantuan tunai sebesar Rp 600 ribu yang di terima oleh keluarga desa selama tiga bulan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang terdampak.

Saat ini budaya belanja masyarakat kita mulai bergeser dari konvensional berubah menggunakan media daring dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Masyarakat menengah khususnya mulai menghindari tatap muka secara langsung. Penduduk dunia juga mulai berubah perilakunya dalam menggunakan moda transportasi dari transportasi umum beralih menggunakan sepeda. Hal ini di sampaikan oleh CEO produsen pabrik sepeda GIANT Bonnie Tu yang bermarkas di Taiwan, bahwa terjadi permintaan sepeda khususnya dari Amerika dan Eropa mengalamin kenikan secara signifikan. Selain sebagai moda tranportasi sepeda bisa menjadi olah raga pilihan.

Menggerakan kembali roda perekonomian dalam kondisi pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia saat ini, sangatlah tidak gampang. Mari kita bangun rasa optimisme masyarakat kita untuk melawan rasa takut, dan kita bangun budaya baru dalam kehidupan normal dalam kondisi yang tidak mormal ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa sampai saat ini belum di temukan vaksin yang bisa mengatasi covid-19, dan meminta kepada masyarakat dunia untuk selalu menjalankan pola hidup sehat, menggunakan masker di tempat umum, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah aktivitas, menghindari kerumunan, dan selalu menjaga jarak.

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ”

Sumber : reportase.tv