OPINI OPINI 2020

Menakar Kesiapan Prodi Sarjana Teknik Unpam Berbaur Dengan Industri

Oleh : Kiswanta, S.Si., M.Si. Dosen di Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universita Pamulang

Keberadaan Universitas Pamulang (Unpam) di Kota Tangerang Selatan, Banten memiliki peran yang strategis di tengah-tengah masyarakatnya. Peran strategis tersebut meliputi tiga konsep besar yaitu universitas pengajaran (teaching university), universitas riset (research university) dan benteng peradaban (bastion of civilization). Secara umum ketiga peran tersebut dikenal dengan semangat tridharma perguruan tinggi di Indonesia. Geliat ekonomi masyarakat terlihat dari menjamurnya pusat-pusat jajan di sekitar lingkungan kampus. Lahan-lahan kosong tak ketinggalan kecipratan berkah dengan adanya tempat perparkiran kendaraan. Semakin besar jumlah mahasiswa yang masuk, semakin besar peluang usaha di tempat tersebut.

Perguruan tinggi yang ingin mengembangkan kompetensi universitas riset perlu lebih banyak mengalokasikan sumber dayanya dalam kegiatan-kegiatan penelitian multidisipliner. Di sisi lain, perguruan tinggi yang ingin mengembangkan kompetensi universitas pengajaran akan lebih berfokus pada proses pendidikan di tingkat sarjana atau pendidikan profesi. Jelas sesuai pertimbangan ini tidak semua perguruan tinggi akan mencapai status perguruan tinggi kelas dunia (world-class university). Sebuah sistem pendidikan nasional yang matang diperlukan untuk menciptakan iklim yang sehat bagi keseimbangan peran pengajaran dan penelitian.

Secara konseptual, ekosistem pengembangan inovasi industrial terdiri dari berbagai unsur, yaitu penyedia SDM, penyedia modal, penyedia pengetahuan dan teknologi, serta pembuat kebijakan. Interaksi berkelanjutan di antara pihak-pihak tersebut akan menghasilkan peneliti-peneliti dan produk-produk R&D yang berkualitas. Produk R&D dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu penemuan ilmiah dasar dan inovasi industrial yang bersifat terapan. Pemanfaatan penemuan-penemuan ilmiah dasar menjadi inovasi industrial yang memiliki manfaat ekonomis seringkali merupakan proses panjang yang membutuhkan investasi waktu dan biaya yang besar.

Lalu bagaimana dengan Unpam ? Kampus dengan paket biaya hemat dan murah tentu sangat berat untuk membiayai program universitas riset tersebut. Solusi yang jitu adalah menggandeng lembaga-lembaga penelitian baik pemerintah maupun swasta, industri, UMKM dan sektor jasa lainnya. Seperti mengikuti kompetisi peroleh hibah riset program Insinas, PPTI, Pengabdian Masyarakat, LPDP, risetpro dari lembaga pemerintah. Atau Kalbe Farma Award, Pertamina, Elnusa, Indofood dan program lainnya dari perusahaan swasta. Kemudian kerjasama riset juga bisa berkolaborasi dengan lembaga riset perguruan tinggi yang sudah eksis seperti UI, UGM, Unpad, ITB, Undip, ITS dan kampus swasta lainnya.

Sebagai pendatang baru di universitas riset tentunya SDM Unpam belum banyak dikenal oleh masyarakat dan industri, belum pengalaman di lapangan yang memadai. Oleh karena itu dengan diperolehnya predikat menempati kluster utama dalam penelitian dari Ristekdikti Nomor SK : B/850/E2.4/Rs.04/2019, sudah seyogyanya civitas akademika Unpam saling bahu-membahu terutama dosen mengajak seluruh mahasiswanya merintis penelitian skala industri yang berbasis 4.0 agar mampu menyongsong era world-class university. (SBS032)

*) Opini ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi 

Sumber : Satubanten.com