OPINI OPINI 2020

Mendesakkah Pembukaan Mal di Masa Pandemi Covid-19

Media Kontroversi – Sudah lebih dari 3 bulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan dan Lockdown tiap wilayah dilakukan dikarenakan adanya Covid-19 di Indonesia, dan seperti yang kita ketahui PSBB akan segera berakhir dimana Pemerintah Indonesia Siap untuk menerapkan New Normal. Dimana aturan PSBB ini diperpanjang oleh Gurbenur Anies Baswedan pada 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020.

Dilansir okezone.com, Senin (20/05/2020) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta Ellen Hidayat menjelaskan pembukaan mal pada tanggal 5 Juni karena berharap masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diperpanjang lagi.

“Kami pusat belanja DKI Jakarta berharap PSBB yang akan berakhir pada 4 Juni 2020 ini merupakan yang terakhir,” ujarnya. Ellen Hidayat juga mengatakan pembukaan mal sudah sesuai Pergub No. 489 Tahun 2020. Sementara itu ada 4 mal lain yang baru dibuka pada tanggal 8 Juni mendatang di Jakarta. Menurut Ellen, dibukanya mal akan menggerakkan roda perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Apakah benar pembukaan mal itu akan menggerakkan roda perekonomian ditengah pandemi Covid-19? Dilihat dengan kondisi saat ini yang pertama, habit masyarakat di Indonesia lebih senang berbelanja bahan pokok di pasar tradisional karena harganya jauh lebih terjangkau, kedua dengan adanya E-Commerce saat ini masyarakat lebih senang berbelanja online karena lebih mudah ditambah dengan banyaknya promo gratis ongkir, ketiga daya beli masyarakat menurun karena banyak usaha yang stop produksi nya dan memberhentikan karyawannya.

Jika mal memang dipaksakan untuk dibuka segera apakah mal akan ramai pengunjung dan banyak jual beli mengingat status pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan ketiga faktor diatas. Apakah respon masyarakat besar mengingat baru berakhirnya PSBB itupun belum diyakinkan karna menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, PSSB bisa jadi berakhir atau diperpanjang melihat kembali aktivitas masyarakat.

Kemudian apakah antara pengunjung dan yang belanja bisa mencukupi biaya operasional pengelola dan penyewa mal mengingat daya beli masyarakat yang menurun dan biaya operasional akan lebih besar dibutuhkan. Bisa jadi pembukaan mal tersebut menjadi buah “Simalakama”, dengan tujuan baik untuk menggerakkan perekonomian justru sebaliknya bisa jadi itu akan merugikan pihak mal sendiri dan para penyewa mal mengingat pemasukan tidak mencukupi untuk menutupi biaya operasional.

Karena melihat kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum bisa dipastikan kapan berakhir. Dimana masyarakat masih menjauhi kerumunan karena waspada akan Covid-19, bisa jadi berakhirnya PSBB ini bukan PSBB terakhir melainkan PSBB lanjutan karena pemerintah masih meninjau aktivitas dari data positif corona atau Covid-19.

Hal yang lebih mendesak saat ini adalah fokus pada kesehatan masyarakat dalam menghadapi covid-19, jaminan ketersediaan dan distribusi pangan dengan harga yang terjangkau.

Sumber: mediakontroversi.co.id
Penulis: Jeni Irnawati, S.E., M.M. (Dosen Prodi Manajemen)