OPINI OPINI 2020

Perlunya Kewaspadaan Dalam Menghadapi New Normal

PRESIDEN negara Indonesia yakni Bapak Joko Widodo, telah mensosialisasikan bahwa secara perlahan akan memberlakukan suatu sistem yaitu new normal. Apa itu new normal ? Apa tujuannya dan bagaimana new normal itu di terapkan?

New normal adalah sebuah kondisi dimana Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan sebelumnya yaitu PSBB dengan memperbolehkan masyarakat untuk beraktivitas kembali dalam rangka mempercepat penanganan covid-19 dalam aspek sosial dan ekonomi. Tujuan dari new normal sendiri tak lain adalah agar kondisi ekonomi Indonesia yang sempat terpuruk kembali normal. New normal bisa dilakukan atau diterapkan asalkan suatu daerah atau wilayah itu angka penularan virus Corona ini rendah. Artinya memang perlu kesiapan yang matang dalam menghadapi new normal ini.

Lalu, perlukah sikap waspada dalam menghadapi new normal ini? Jawabannya adalah sangat perlu. Mengapa? Karena dengan dilonggarkannya psbb artinya aktifitas disejumlah sektor akan kembali normal. Hal ini menjadi faktor yang menjadikan masyarakat lupa akan pentingnya social distancing. Jika masyarakat lupa atau lengah maka tidak menutup kemungkinan jumlah terpapar virus akan kembali melonjak. Pasalnya, di Indonesia sendiri jumlah orang yang terpapar covid-19 ini terus dan semakin bertambah setiap harinya.

Belajar dari sejarah bahwa Negara Spanyol pernah mengalami Pandemi Flu Spanyol yang memakan korban sampai 50-100 juta kematian (Data Wikipedia). Ketika masyarakat Spanyol mulai bosan dengan masa karantina dan menjaga social distancing maka yang terjadi adalah jumlah korban yang terkena wabah sangat melonjak. Tentu hal ini kita harapkan tidak terjadi dengan negara Indonesia yang tengah menghadapi wabah covid-19 ini.

Untuk itu, simak beberapa sikap berikut dalam menghadapi new normal :
1. Tetap waspada dengan menjaga jarak atau social distancing
2. Tetap menggunakan masker kemanapun kita berpergian
3. Selalu membawa handsainitizer kemanapun dan dimanapun
4. Usahakan untuk tidak menyentuh area mata dan hidung selama kita berada diluar dan ragu akan kebersihan tangan
5. Meski beberapa sektor usaha buka, tetaplah berdiam dirumah apabila kondisi tidak mendesak
6. Jangan menganggap remeh wabah ini.

Bagaimanapun, sikap waspada sangat penting dilakukan agar kita tidak terpapar virus Corona ini dan demi memutus mata rantai covid-19 ini diperlukan sikap kehati-hatian dari diri kita pribadi.

Yuk, tetap waspada dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Kita berharap bahwa kita dapat menjalankan kehidupan kita dengan normal yang sesungguhnya. Kalau bukan kita yang memutus mata rantai covid-19 ini lalu siapa lagi?

Cepatlah membaik wahai bumiku

Oleh : Widya Intan Sari, S.E., M.M. (Dosen Universitas Pamulang)

Sumber : rakyatmerdekanews.com