OPINI OPINI 2020

The Power of Corona

SIAPA sih yang nggak kenal sama Corona?
Dan seperti apa ya bentuknya?
Karena tak kasat mata yuk kita simak powernya.
Lagi-lagi Corona yang sedang ramai diperbincangkan saat ini dan sudah mendunia namanya. Tentu sudah banyak pemberitaan di media cetak maupun elektronik perihal Corona, bahkan jadi trending topic hampir semua artikel yang saya baca.
Di Indonesia mulai ramai terdengar saat Presiden Joko Widodo mengumumkan ada 2 warga negaranya yang positif corona pada tanggal 02 Maret 2020. Sungguh luar biasa efek yang ditimbulkan corona ini, sehingga bermunculan istilah-istilah PSBB, Karantina wilayah/Lockdown, Work From Home, bahkan gencar tulisan dimedia dengan hastag (#dirumah aja). Tentu penerapan tersebut upaya pemerintah untuk meminimalisisr penyebaran wabah corona yang ada di Indonesia. Entah ini kebijakan yang telat dilakukan pemerintah atau karena pertimbangan lainnya, karena jika full dilakukan lockdown ketika pemberitaan corona di Wuhan China mungkin tidak terlalu banyak memakan korban di Indonesia. Tapi siapa yang mau menanggung beban hidup warga negaranya kalau sampai full lockdown dilakukan, karena biaya produksinya sangat tinggi, “ujar salah satu pembicara ketika webinar.
Sudahlah, intinya kita dapat ambil ibroh atas wabah yang mendunia ini. Ambil sisi positifnya, karena banyak orang yang sudah merubah habbitnya dari hal terkecil sampai yang besar. Contoh sederhananya 1) Orang sekarang lebih rajin cuci tangan (baca=wudhu), menggunakan masker ketika dalam perjalanan, bahkan kebersihan lingkungan rumahpun lebih ekstra. 2) Banyak orang yang berkecukupan saling berbagi dari mulai keliling membagikan sembako gratis, dan uniknya bahkan ada yang sampai menaruh/menggantungkan kebutuhan pokok di pagar-pagar rumah mereka. 3) Memaksa kita untuk lebih kreatif dan inovatif mencari peluang yang menghasilkan, apalagi bagi karyawan yang sudah dirumahkan/PHK.
Contoh sederhana diatas mungkin hanya sebagian kecil power dari corona yang penulis paparkan, tapi masih banyak hal lain yang bisa kita ambil sisi positifnya.
Sedikit closing power dari penulis yang mana teringat dari seorang motivator yang mengatakan “Jika anda menemukan orang yang diajak sedekah, nggak mau. Diajak wakaf kemasjid, nggak mau. Diajak umroh, nggak mau. Terlebih dimasa pandemi corona ini, dengan alasannya nggak punya uang, padahal hapenya bagus, mahal, hidup berkecukupan. Pengennya gratisan mulu. Hati-hati, itu orang terindikasi “KORONA” (baca=Koret Kabina-Bina).
Salam sehat, sukses dan bermanfaat.

Oleh : Arif Hidayat
(Dosen Universitas Pamulang & Praktisi Perbankan)

Sumber : rakyatmerdekanews.com