OPINI OPINI 2020

Persiapkan Anak-anak Sambut New Normal

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat bersiap untuk menghadapi New Normal. New normal adalah aktivitas yang biasa dilakukan sebelum adanya wabah covid-19 namun ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona. Keputusan inipun menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat.
Skenario new normal diatur dalam surat edaran bernomor S-336/MBU/05/2020 pada tanggal 15 Mei 2020 yang ditujukan kepada seluruh direktur BUMN. Terdapat 5 fase didalam skenario New Normal
Dikutip dari media fase tersebut adalah :
Fase 1 (1Juni)
Industri dan jasa dapat beroperasi namun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Mall masih belum boleh beroperasi kecuali toko yang menjual masker dan fasilitas kesehatan.
Fase 2 (8 Juni)
Toko, pasar dan Mall diperbolehkan buka namun tetap dengan protokol kesehatan
Fase 3 ( 15 Juni)
Mall tetap seperti fase 2 namun ada evaluasi pembukaan salon, spa dan lainnya namun tetap dengan protokol kesehatan. Sekolahpun akan dibuka namun dengan sistem shift.
Fase 4 (6 Juli)
Pembukaan kegiatan ekonomi dengan tambahan evaluasi untuk pembukaan secara bertahap restoran, kafe dan lainnya dengan protokol kebersihan yang ketat. Pada fase ini kegiatan ibadah diperbolehkan dengan membatasi jumlah jamaah dibatasi.
Fase 5 ( 20-27 Juli)
Evaluasi untuk 4 fase dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial berskala besar di akhir juli atau awal agustus 2020.

Sebagai orang tua tentunya kita akan sangat khawatir dengan adanya kebijakan tersebut, terutama jika kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan disekolah khususnya bagi orang tua yang memiliki anak di usia PAUD dan Sekolah Dasar, walapun nantinya akan ada penyesuaian metode untuk mencegah penyebaran virus corona. Seperti yang kita tahu potensi penularan virus corona ini akan lebih mudah terinfeksi pada anak-anak, namun bagi anak-anak diusia dini mereka belum terlalu paham betapa bahayanya virus corona tersebut. Jika kegiatan belajar mengajar dilakukan penulis yakin anak-anak akan menyambut dengan suka cita, seperti yang mereka dambakan selama wfh yaitu bertemu dengan teman-teman dan guru mereka serta bermain bersama disekolah.
Lantas sebagai orang tua langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika memang new normal ini dilakukan dalam proses belajar mengajar
1.Memberikan edukasi tentang virus corona kepada anak-anak ialah mengajak anak berdiskusi santai tentang virus corona. Tanya anak apakah sudah tahu tentang virus ini dan apa saja yang mereka tahu. Setelahnya beritahu anak asal virus, penyebaran dan apa saja gejalanya.
2. Tunjukkan pada mereka cara melindungi diri agar aman dari virus corona disaat mereka tidak bersama dengan orang tua yaitu dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan rutin mencuci tangan dengan sabun atau Hand sanitezer.
3. Beri tahu mereka jika mereka mulai merasakan demam, batuk atau kesulitan bernafas serta menghimbau mereka untuk tidak terlalu dekat dengan orang-orang yang mengalami gejala tersebut.
4. Menjaga nutrisi anak dengan memperhatikaan higienitas dan memberikan makanan yang bergizi seperti buah dan sayur serta hindari pemberian junk food atau makanan instan terlalu serin dan tambahkan susu untuk melengkapi nutrisi pada anak.
5. Penuhilah kualitas tidur anak. Tidur yang cukup begitu penting bagi anak dalam masa pertumbuhannya serta tidur bermanfaat meningkatkan sistem imunitas tubuh yang sangat penting untuk melawan penyakit. Jumlah waktu tidur bagi anak usia sekolah tidak kurang dari 9 jam dengan sekali tidur siang.
Mari bersama-sama lindungi diri serta keluarga kita dari bahaya virus corona, ikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Semoga wabah yang telah menelan banyak korban ini cepat berlalu dan kehidupan kembali normal seperti sedia kala.

Oleh: Nopi Oktavianti
Dosen Universitas Pamulang

Sumber : rakyatmerdekanews.com