KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2020

Dosen Teknik Industri Unpam lakukan Pengabdian kepada Masyarakat tentang Implementasi Digital Marketing Dalam Meningkatkan Omset Penjualan Susu Kambing Etawa Hasil Budidaya Pesantren Masyhad An-Nur Sukabumi

>Dalam rangka mendukung perkembangan kualitas sumber daya manusia yang terdidik, terampil, dan profesional di bidang teknologi, dosen dan mahasiswa mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema Implementasi Digital Marketing Dalam Meningkatkan Omset Penjualan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Industri Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada Tanggal 15 Mei 2020. Patria Adhistian, ST., MM mengatakan bahwa kegiatan PKM tersebut sebagai bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen dengan harapan dapat menambah wawasan dosen dan mahasiswa terhadap masyarakat sekitar. PKM tersebut dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom terkait adanya aturan dari pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaranCorona Virus Disease 2019 (COVID-19) sehingga tidak memperbolehkan mengadakan suatu kegiatan berkumpul bersama.

Kegiatan PKM ini diikuti oleh Bapak Aly Abdil Barr S.Ag, M.A selaku kepala Pondok Pesantren Masyhad An-Nur Sukabumi, Dosen Pengabdi (Patria Adhistian ST., MM, Tedi Dahniar, ST., MT, Yudi Maulana, ST., MT., M.Kom, Agus Syahabuddin, ST., MT, dan Ir. Mairizal, MT, IPM), Mahasiswa (Arif Ilham Ibrahim, Izha Astriyani, Rheka Nurazizah, Ashfie Rayhan, dan Dela Puspitasari), serta dewan guru pesantren Masyhad An-Nur bertujuan untuk memperkenalkan kepada pihak Pesantren Masyhad An-Nur Sukabumi mengenai penggunaan digital marketing dalam memasarkan produk susu kambing etawa yang merupakan hasil dari budidaya peternakan kambing.

Kepala pondok pesantren Masyhad An-Nur menjelaskan bahwa pesantren tersebut mempunyai beberapa kewirausahaan bidang konveksi pembuatan baju muslim seperti gamis dan koko serta budidaya peternakan kambing etawa yang mana menghasilkan produk susu kambing etawa. Wirausaha dalam bidang konveksi baju muslim sudah sangat maju dikarenakan banyak yang menggunakan pakaian muslim baik santri, guru, kerabat santri, ataupun masyarakat sekitar. Sedangkan susu kambing etawa sendiri peminatnya masih sepi dan hanya dijual dalam bentuk cair di koperasi pesantren ataupun didistribusikan di masyarakat sekitar lingkungan pondok pesantren.

“Pesantren Masyhad An-Nur merupkan sebuah pesantren yang membudidayakan susu kambing etawa dan konveksi pakaian muslim, hal tersebut cocok diimplementasikan menggunakan digital marketing sehingga produk dapat dikenal tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi bisa dikenal secara nasional bahkan sampai internasional,” ujar Patria via daring, Tangerang, Jum’at (15/5/2020).

Patria memaparkan bahwa digital marketing adalah suatu usaha untuk melakukan pemasaran sebuah brand atau produk melalui dunia digital atau internet. Tujuannya ialah untuk menjangkau konsumen maupun calon konsumen secara cepat dan tepat waktu.

Patria juga menceritakan kisah anak Sekolah Dasar yang berhasil melakukan digital marketing terhadapproduk ketapel buatannya yang memiliki daya tarik tersendiri.Anak SD tersebut menggunakan instagram melalui ponsel milik ibunya untuk memasarkan produk tersebut. Dengan melakukakan digital marketing, anak tersebut bisa mendapatkan omset sampai Rp 100.000,00 setiap harinya.

Jika kita sudah mengenal dan mepelajari mengenai digital marketing maka kita juga akan mudah untuk memasarkan produk yang kita punya, bahkan disaat terjadi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, digital marketing tetap bisa berjalan dengan lancar karena sifatnya yang lebih fleksibel.

“Langkah mudah digital marketing yang pertama yaitu membuat sosial media bisnis kita dibeberapa sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube Channel, dan media sosial lainnya. Kemudian buat web sederhana seperti menggunakan blogspot, wodpress, ataupun membuat website sendiri dengan domain dotcom dan hosting sediri. Kita juga bisa menggunakan marketplace yang sekarang ini populer seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan jenis marketplace lainnya. Langkah selanjutnya adalah membuat postingan semenarik dan sesering mungkin disertai dengan detail keterangan produk,” jelas Patria Adhistian saat memberikan sosialisasi mengenai digital marketing.

Patria menjelaskan bahwa kita harus mengenali karakteristik pelanggan seperti latar belakang usia, gender, pekerjaan, pendidikan, status perkawinan dan minat mereka untuk mengetahui target pemasaran produk yang tepat.

Aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, dan pemasaran produk barang atau jasa dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet dan jaringan komputer disebut dengan istilah e-commerce. Hal tersebut dijelaskan oleh Yudi Maulana selaku pemberi materi mengenai bimbingan teknis penjualan dengan memanfaatkan marketplace yang ada.

“Agar produk kita sering muncul di pencarian marketplace maka kita harus banyak menghubungkan marketplace yang tersedia. Selain itu kita juga harus memahami karakteristik dari setiap marketplace yang ada, karena masing-masing marketpace memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya OLX, merupakan situs jual beli online yang banyak menjual barang bekas dengan pembayaran secara COD (Cash On Delivery)  sedangkan Shopee merupakan situs jual beli online yang memberikan penawaran bebas ongkir (ongkos kirim) kepada pelanggan,” tambah Yudi Maulana.

Yudi Maulana juga memberikan tips untuk membuat produk susu kambing etawa yang dibudidayakan oleh pesantren Masyhad An-Nur agar menjadi lebih menarik. Tips yang pertama adalah gunakan foto yang menarik dan jelas untuk menarik konsumen, lalu berikan informasi yang lengkap dan sesuai dengan produk susu etawa yang tersedia seperti khasiat dan masa kadaluarsanya. Kemudian promosikan secara berkala melalui media sosial, serta berikan promosi semenarik mungkin. Harapannya dengan menggunakan digital marketing ini dapat meningkatkan omset penjualan susu kambing etawa sehingga dapat terwujudnya tujuan Pesantren Masyhad An-Nur yaitu menjadi pesantren yang memiliki ekonomi mandiri. (RN)

>Sumber : visione.co.id