KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2020

Improving Public Speaking Skill: A Focus on Pronunciation at Pondok Pesantren Nurul Quran, Ciseeng, Bogor

>Sastra Inggris UNPAM.ac.id. TANGSEL – Meski telah memasuki New Normal di tengah pandemic Covid-19, sivitas akademika tetap berupaya dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

>Para dosen Sastra Inggris Universitas Pamulang (UNPAM) yang terdiri dari Abdul Aziz, S.S., M.A., Bambang Irawan, S.S., M.Pd., Muhammad Fajar Mediyawan, S.S., M.Tesol, Aisyah al-Baroroh, S.S., M.Pd., dan Umi Hani, S.S., M.Pd. mengadakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) secara daring kepada para santri Nurul Qur’an Al-Islami Jl. H.Miing Gg. Masjid Al-Furqon Kampung Suka Sari Bambu Kuning Rt.04/03 Desa Karihkil Ciseeng Bogor, Jumat (12/5).

>Para dosen tersebut mengambil tema Improving Public Speaking Skill: A Focus on Pronunciation.

>Lewat keterangan tertulis, Ketua PKM Online, Abdul Aziz, S.S., M.A. menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari strategi edukasi bahasa Inggris untuk para Santri Pesantren. Tujuannya ialah untuk mengurangi dampak dari kondisi pandemi covid 19 saat ini, terutama soal pembelajaran bahasa Inggris.

>Dalam keterangannya, Bambang Irawan S.S., M.Pd., berbagi tips mengenai apa yang bisa dilakukan para santri dalam mempelajari pronunciation Bahasa Inggris, salah satunya ialah harus selalu mendengarkan para native speaker dalam bercakap-cakap bahasa Inggris.

>Fajar Kurniawan, S.Pd., M.Tesol., menyebutkan dalam keterangannya, bahwa pembelajaran bahasa Inggris di awal-awal itu perlu memperhatikan pronunciation. Salah satu subjek pronunciation itu ialah pemahaman terhadap phonetic symbols. Fajar menjelaskan mengenai sejarah munculnya international phonetic alphabet.

>Selain itu, Aisyah al-Baroroh S.S., M.Pd., melihat pentingnya mempelajari phonetic symbol dalam membaca kamus-kamus berbahasa Inggris.

Atas dasar ini, Umi Hani S.S., M.Pd., juga menyatakan bahwa melafalkan bahasa Inggris selain mendengarkan harus juga berdasar pada pembacaan terhadap kamus-kamus seperti Oxford dan Cambridge. Kamus ini, kata Umi Hani, sangat penting, terlebih santri harus selalu membawanya agar dapat mempermudah dalam memahami bahasa Inggris.

Selain dosen menjadi narasumber dalam kegiatan PKM online ini, mahasiswa juga dilibatkan dalam pembuatan video pembelajaran pronunciation. Mahasiswa yang dilibatkan di antaranya ialah Muhammad Bagir Al’attas, Stephanus Rexy Irawan, Faras Sobarina Putri, Siti Suhadah dan Yuni Alfiyanti. Para mahasiswa ini dilibatkan juga untuk membuat video pembelajaran pronunciation secara kreatif

Sumber : sasing.unpam.ac.id