OPINI OPINI 2020

Dampak Pandemi Covid-19 Pada Lingkungan

Oleh: Cornelia Dumarya Manik, S.E,M.M,C.T Dosen Manajemen  Ekonomi Universitas Pamulang, Ketua Divisi Pengembangan Karir Bagian Kemahasiswaan Universitas Pamulang

Seperti diketahui, virus corona yang kali pertama mewabah di Wuhan, telah menewaskan ribuan orang. Bahkan hingga saat ini, jumlah korban tewas karena Covid-19 terus bertambah di seluruh dunia. Kendati demikian, menurut Burke, secara konservatif, sangat mungkin nyawa yang diselamatkan secara lokal dari adanya pengurangan polusi akan melebihi kematian akibat Covid-19. “Mengingat sejumlah besar bukti bahwa menghirup udara kotor berkontribusi besar terhadap kematian dini,” kata Burke (Holy Kartika Nurwigati kompas, 17/03/2020).

“Pemerintah Menganjurkan agar kita tetap di rumah saja, akan tetapi bagi para petani Presiden RI menganjurkan tetap bekerja di sawah seperti biasanya untuk menanam tanam pangan, seperti ubi, jagung, padi dan pangan lainnya” Menurut Cornelis Anggota Komisi II DPR RI di Ngabang (Rendra antaranews.com 07/0/2020)Kendati demikian, angka-angka pendahuluan ini menunjukkan pandemi virus corona sebagai bencana kesehatan global ini adalah kesempatan untuk menilai. Salah satunya aspek mana dari kehidupan modern yang mutlak diperlukan. Selain itu, perubahan positif apa yang mungkin terjadi jika kita mengubah kebiasaan dalam skala global setelah besarnya dampak pandemi virus corona yang akibatkan Covid-19 ini (Holy Kartika Nurwigati kompas, 17/03/2020).

Regulasi terhadap isu lingkungan pun diberlakukan oleh beberapa Negara sebagai pembelajaran dan pembiasaan terhadap warga negaranya untuk lebih peduli terhadap lingkungannya sebagai contoh mengurangi konsumsi kantong plastik dengan membeli kantong plastik berbayar. Sistem ini memakasa kita (manusia) untuk lebih bijak lagi memilih kantong belanja dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Tidak hanya dalam bentuk regulasi, kampanye terhadap kerusakan lingkungan juga sering digaungkan oleh sekumpulan orang yang peduli terhadap lingkungan baik itu dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, perkantoran ataupun universitas.

Semakin banyak pengalaman yang telah didapatkan dalam dunia kerja dan dalam kehidupan, semakin lengkap jalur karir unik yang akan dimiliki seseorang. Seluruh pengalaman kehidupan baik itu merupakan pekerjaan yang dibayar, kegiatan pengaturan rumah tangga sekalipun dapat digunakan sebagai bukti bahwa seseorang pernah bertanggung jawab atas pekerjaannya. Hal ini dapat menjadi salah satu motivasi masyarakat untuk menerapkan bisnis mandiri dan kreatif (Ridwan, ITBCenterCareer wordpress.com 09 Desember 2014)

Di Lingkungan Rumah agar dapat menjaga keseimbangan lingkungan kita dapat melakukan langkah seperti: Mengurangi membeli produk ukuran besar dan tidak terlalu penting menjadi membeli produk yang dapat diisi ulang. Hal kedua kita dapat memilah sampah kemasan produk yang ada 3 (tiga) kategorinya: Organik, anorganik dan logam atau kaca. Kemudian kita dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos, dan sampah anorganik menjadi daur ulang (recycle) dan digunakan kembali (reuse).Sebenarnya, sistem perkebunan semacam ini sudah lama diadopsi sejumlah negara dengan sumber daya lahan terbatas. Ia semacam teknologi budidaya terpadu antara ikan dan tanaman. Teknologi terapan ini irit lahan dan air, hingga mudah diterapkan di perkotaan dengan lahan sempit.

Tinggal beberapa minggu lagi tanggal 05 Juni kita akan memperingati hari Lingkungan Hidup atau World Environment Day  meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan global. Hal ini kita diingatkan untuk dapat menjaga dan melestarikan lingkungan dengan baik dan bijak sesuai kebutuhan alam kita

Ada salah satu pebisnis mandiri bernama Mering mulai menerapkan Aquaponic sekitar lima bulan terakhir. Awalnya, panen perdana hanya kangkung. Kini, sayuran lain seperti daun bawang, sawi kampung, cabai, dan kacang panjang mulai ditanam. Dia juga membudidayakan nila dan lele. Dia pelihara lele indukan, dan berkembang biak. Mering membuat beberapa kolam ikan dari beton. Lalu membangun semacam rak di bagian atas sebagai penyangga pipa paralon ukuran empat inchi. Pada tubuh pipa bagian atas dilubangi dengan ukuran disesuaikan kebutuhan. Lubang itu sebagai wadah menanam aneka sayuran.“Bak ikan dipasangi airator yang biasa digunakan di akuarium. Air dari bak ikan naik dan mengairi pipa paralon sebagai wadah tanam sayuran. Akar-akar sayuran akan menyaring air bekas ikan ini sekaligus menjadi pupuk Air yang kembali ke bak bersih lagi untuk pertumbuhan ikan Selain itu ada juga yang menerapkan cara berkebun yang bernama Cory Simbolon dari Pontianak Berkebun mengapresiasi inisiatif Mering. “Sangat brilian karena bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk kepentingan lebih bermanfaat. Saya bisa pastikan dia sekeluarga mandiri pangan, terutama sayuran dan ikan.”Di Pontianak, kata Cory, peluang menerapkan pola perkebunan Aquaponic sangat besar, terutama mereka yang hidup rumah toko (ruko). Bahkan, bila perlu setiap rumah punya Aquaponic. Menurut dia,. Cara ini guna mengurangi konsumsi sayuran berpestisida dan beban dapur Pontianak (Andi Fachrizal Mongabay, 5 April 2014).

Setelah melihat kenyataan kita harus menyadari bahwa manusialah yang harus berperan aktif terhadap lingkungan. Dan Manusia harus peka terhadap lingkungan yang benar. Dan secara pribadi saya berharap dan yakin percaya dampak covid-19 ini akan segera berakhir. Dengan menjaga keseimbangan lingkungan akan melahirkan interaksi yang harmonis antar tiap unsur kehidupan baik lingkungan dan ekonomi yang dapat terwujud dalam lingkungan yang bersih, sehat dan memiliki value yang bermanfaat bagi kehidupan sekitar khususnya di pandemi saat ini. (Cornelia)

Sumber : reportase.tv