OPINI OPINI 2020

Melejitnya Nama Hand Sanitizer Ditengah Merebaknya Covid-19

Pasien positif virus corona di Indonesia terus bertambah, upaya pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah penyebarannya terus dilakukan yaitu dengan mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap berada di rumah selama berlangsungnya Pandemi Covid-19, kemudian melakukan social distancing atau menjaga jarak antara sesama sampai pelarangan menggelar acara yang melibatkan orang banyak. Tercatat di Indonesia pada tanggal 31 Mei 2020 sudah sebanyak 25.773 orang yang terpapar virus corona-19, yang 1.573 meninggal dunia dan 7.015 sudah sembuh.

Cara Pencegahan Penularan Virus Corona dapat dilakukan dengan berbagai cara diupayakan untuk mencegah penularan virus corona-19, yaitu  langkah pertama nencuci tangan dengan air, sesering mungkin mencuci tangan dengan air yang mengalir, menggunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol 60% akan sangat membantu mematikan virus yang mungkin menempel di tangan, lakukan dengan cara yang tepat minimal 30 detik. Langkah kedua menyemprotkan cairan disinfektan, disinfektan adalah cairan yang dianggap efektif untuk membunuh bakteri ataupun mikro organisme yang menempel pada permukaan barang apapun sebagai perantara terjadinya paparan virus corona ataupun bakteri berbahaya lain melalui sentuhan tangan manusia maupun percikan ludah saat bersin atau batuk. Masalahnya pada saat seseorang batuk atau bersin, percikan cairan yang mengandung virus akan keluar dari mulut atau hidung seseorang yang terpapar virus corona tersebut.

Langkah ketiga jangan menyentuh mulut, hidung ataupun mata, pastikan tangan anda dalam kondisi bersih bebas bakteri untuk menyentuh mulut, hidung atau mata menjaga virus atau bakteri masuk ke tubuh anda melalui mulut, hidung dan mata karena tangan anda habis menyentuh benda-benda yang beresiko menyebabkan virus menular melalui perantara tangan. Langkah keempat menjaga kebersihan saat batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin, dan langsung buang tisu tersebut di tempat sampah dan segera cuci tangan dengan Hand Sanitizer. Langkah kelima jaga jarak dengan orang sakit, hindari bersentuhan dengan orang yang sedang sakit, ataupun seseorang yang mengalami gejala batuk kering dan bersin-bersin. Jaga jarak aman minimal sejauh 1 meter, karena dengan jarak yang terlalu dekat, kemungkinan percikan cairan yang mengandung virus corona akan berpindah dan menyebabkan tertularnya penyakit tersebut.

Mengacu pada selebaran resmi dari WHO (World Health Organization) yang merekomendasikan bahan baku pembuatan Hand Sanitizer adalah Etanol atau dengan bahan IPA (Isopropil Alhohol) serta panduan proses penyampurannya, hal tersebut memungkinkan Hand Sanitizer dapat dibuat sendiri.

Adapun langkah yang harus diambil untuk dapat membuat Hand Sanitizer yang aman dalam penggunaan, terlebih dahulu perlu mengenali sifat-sifat fisika ataupun sifat-sifat kimia dari bahan-bahan yang dipergunakan, yaitu Etanol atau menggunakan Isopropil Alkohol, Hidrogen Peroksoda (H2O2), Gliserin, Aquadest (air murni).

Adapun sifat-sifat masing-masing bahan tersebut pertama etanol dengan rumus kimia C2H5OH, etanol adalah pelarut di dalam produk kosmetik, karena selain berfungsi sebagai pelarut juga sebagai pembunuh bakteri dan jamur. Bahan-bahan etanol bersifat sangat mudah terbakar (Flameable), apabila menghirup etanol dapat menyebabkan sakit kepala, tenggorokan kering dan batuk. Kedua isopropil alkohol, isopropil alkohol adalah cairan yang banyak dipakai pada produk kosmetik, berfungsi sebagai penghambat infeksi bakteri di kulit.  Selain itu fungsi isopropil alkohol juga untuk meredakan nyeri otot, bagi sebagian orang akan mengalami efek samping dengan menggunakan isopropil alkohol berupa bengkak bibir, sakit tenggorokan, lidah terasa kering.  Resep dari WHO menyarankan penggunaan isopropil alkohol yang pro analys berkadar 99,8%. Kedua hidrogen peroksida, hidrogen peroksida adalah bahan yang berwujud cair, dibidang kesehatan dosisnya rendah untuk pengobatan luka infeksi kulit, luka sayatan, luka bakar.

Efek samping dari penggunaan Hidrogen Peroksida yang memiliki rumus kimia H2O2 ini adalah : (1) Exim, (2) Luka bakar, (3) Iritasi, (4) Resiko kanker, apabila digunakan dalam dosis tinggi dan waktu penggunaan yang lama. Ketiga propana triol, propana Triol adalah sebutan dari Gliserin atau Gliserol dengan rumus kimia C3H8(OH)3, merupakan cairan yang agak kental, bening dan sering digunakan pada pembuatan kosmetik jenis pelembab dan lotion karena memiliki sifat mencegah iritasi pada kulit, mempercepat penyembuhan luka. Untuk pembuatan Hand Sanitizer WHO merekomendasikan menggunakan yang pro analysis dengan kadar 98%

Formula hand sanitizer versi WHO, bahan-bahan dan peralatan yang harus dipersiapkan terdiri dari  pertama bahan-bahan untuk 1 liter hand sanitizer  gliserol 98% sebanyak 14,5 cchidrogen Peroksida sebanyak 41,7 %Isopropil Alkohol sebanyak 751,5 cc,  Aquadest/air murni sebanyak 75,3 cc, catatan komposisi dapat disesuaikan  untuk mendapatkan formula yang tepat yaitu nyaman di tangan, tidak iritasi di kulit, berfungsi membunuh bakteriKedua lat-alat yang dibutuhkan jirigen putih tembus pandangpengaduk kayu, corong, kertas saring, botol kemasan disesuaikan kebutuhan. Ketiga cara membuatnya siapkan bahan-bahan sesuai takaran, campur gliserol dengan aquadest, diaduk sampai homogen (Larutan A), campur isopropil alkohol dengan hidrogen peroksida diaduk sampai homogen (Larutan B), selanjutnya adalah mencampur larutan A dengan larutan B, aduk sampai , thomogenerakhir adalah menyaring cairan tersebut dan memasukkan ke dalam botol kemasan sesuai kebutuhan, tempel label dan tanggal pembuatan pada botol kemasan tersebut

Jadi tidak perlu khawatir lagi tentang ketersediaan handsanitizer, sudah saatnya membuat hand sanitizer sendiri sesuai versi WHO. Penggunaan hand sanitizer sebagai langkah kita dalam mencegah penularan virus telah terbukti secara klinis dapat mengurangi kuman, virus serta bakteri yang menempel pada tangan, selamat mencoba.***

Oleh : Estiningsih T.H., S.T, M.T.*
Sumber: tangselmedia.com

*Penulis adalah Dosen Teknik Industri Universitas Pamulang