OPINI OPINI 2020

Musibah Dan Hikmah Dibalik Virus Corona

Oleh : Kasmad (Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang)

 Ganasnya Virus Corona  pandemic COVID-19 yang melumpuhkan kegiatan diseluruh penjuru dunia. Dua bulan ini virus corona pandemic covid-19 jadi trending disemua media baik elektronik maupun media surat kabar. Dengan munculnya virus corona pandemi covid-19 semua kegiatan lumpuh tak berdaya baik kegiatan bisnis, pendidikan dan lainnya yang secara otomatis melumpuhkan kegiatan perekonomian diseluruh penjuru dunia. Dengan tidak diperkenankannya berinteraksi secara langsung Anak sekolah, mahasiswa kuliah dan kegiatan lainnya dilaksanakan secara on-line.

Dalam dunia pendidikan bagi kampus yang telah memiliki perangkat atau fasilitas untuk kegiatan on-line (e-learning) tidak terlalu asing karena sudah melakukan kegiatan pebelajaran secara on-line sebelum terjadi wabah corona ini, walaupun belum secara keseluruhan pertemuan dilakukan secara on-line. Akan tetapi bagi kampus yang belum pernah melakukan perkuliahan on-line (e-learning) hal seperti itu menjadi tantangan tersenidiri agar kegiatan yang biasa dilakuan tetap berjalan dengan lancar, hal tersebut tentunya menuntut agar sumberdaya yang ada perlu ditingkatkan dan dikembangkan.

Kegiatan perkantoran bekerja dari rumah melalui media sosial untuk berinteraksi komunikasi. Bagaimana dengan bidang industry yang harus mengolah (produksi) yang tidak bisa dilaksanakan dengan on-line ? tentunya ini menjadi tantangan tersendiri. Untuk kebutuhan bahan pokok (sembako) memanen padi, memanen kelapa dan juga memanen hasil pertanian lainnya yang tidak bisa dilaksanakan secara on-line apakah tetap dibiarkan ? tetntunya tidak petani tetap harus datang ke sawah, ladang untuk memanen hasil taninya. Hal itu tetap harus dilakukan karena itu semua merupakan bahan baku yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh mausia yang membutuhkan kekebalan tubuh untuk melawan virus corona pandemic-19.

Beribadah yang wajib dilaksanakan secara berjamaah dirumah ibadah mulai ditinggalkan karena adanya larangan dari berbagai pihak untuk memutus penularan virus corona. Pertanyaan yang muncul adalah kapan wabah virus corona pandemic-19 ini akan berakhir ? Untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran dan penanggulangan yang sekarang sedang digalakan diberbagai daerah saat ini melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terpantau dijalan-jalan baik dijalan raya maun maupun jalan masuk perkampungan bahkan masuk komplek perumahan terdapat petugas yang memantau aktifitas pergerakan manusia, melakukan cek point kesehatan masyarakat yang melintas dihadapannya.

Menyediakan disinfectan untuk menyemprot kendaraan yang digunakan, torn air hand sanitizer untuk cuci tangan dan juga alat pengukur suhu badan. Namun kita semua yakin bahwa Allah SWT. menurunkan sesuatu tentu ada hikmah dibalik itu semua. Berulangkali musibah datang silihberganti menerpa negeri yang tercinta ini. Konotasinya musibah selalu diartikan buruk. Padahal sebenarnya yang kita anggap buruk boleh jadi merupakan kebaikan. Dalam Surat (Al Baqarah ayat 216) Allah berfirman yang artinya, diungkapkan bahwa boleh jadi sesuatu yang kamu benci padahal itu baik bagimu dan apa saja yang kamu sukai malah bisa buruk bagimu. Hal seperti inilah yang secara kasad mata terjadi dimuka bumi ini.

Manusia diberi harta yang melimpah kadang kurang menyadari kalau semua itu hanya sekedar titipan itu sebagai ujian mampukah memanfaat harta yang melimpah secara baik dan benar. Sementara disisih lain ada yang diuji sebaliknya dengan menjalani kehidupan serba kekurangan, diuji sejauh mana kesabaran yang mereka miliki.   Itu sebabnya Allah SWT. menyatakan : Allah yang menciptakan hidup dan mati untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. (QS. Al-Mulk : 2). Kemudian dalam Surat (Muhammad ayat 31) Allah berfirman : Kami pasti akan menguji kamu sampai Kami tahu siapa orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan bersabar. 

Tidaklah Allah SWT. menciptakan peristiwa, atau kejadian sesuatu yang sia-sia. Manusia dianjurkan untuk merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi yang Allah berikan kepadanya, penglihatan, pendengaran, hati, panca indra yang lain agar difungsikan untuk merenung hikmah dibalik peristiwa.

Musibah yang menimpa umat manusia adalah karena perbuatan mereka sendiri yang melanggar peraturan Allah, merusak ekosistem kehidupan, banyak melakukan kemaksiatan dan dosa, tidak menjalankan perintah dan syariat-Nya. Pertama kali ketika menghadapi musibah, hendaknya iman kita yang berbicara, bukan hawa nafsu yang protes. Karena seseorang ditentukan oleh sikap pertama kalinya terhadap kejadian. Rasulullah SAW. mengingatkan Sesungguhnya sabar itu ketika merespon kejadian pertama kali. Selanjutnya berdoa kepada Allah SWT. agar diberikan pahala atas musibah itu dan memperoleh ganti yang jauh lebih baik. Manusia seperti kita, seringkali menerima ujian. Ujian itu bisa jadi kita senangi atau kita rasakan sebagai yang tidak disenangi. Bisa jadi kekayaan dan kesehatan justru tidak baik bagi kamu, tetapi malah ujian atas kekurangan seperti harta yang kurang, ujian penderitaan karena sakit justru ada kebaikan di balik itu. Bersabarlah kita atas ujian, pastinya aka nada kebaian setelahnya.

Dalam Alquran, disebutkan :  Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak mengambil pelajaran. (QS. At-Taubah : 126). Melihat kesemua itu, dapatlah kita berkata bahwa ujian itu sebagai rahmat-Nya kepada kita yang hidup, supaya kita ingat kepada Allah, supaya lebih dalam lagi rasa kemanusiaan sesama kita, supaya kita lebih dekat lagi kita kepada Allah, supaya lebih terasa lagi kehadiran Allah dalam setiap sendi kehidupan kita.

Kemudian hikmah dibalik musibah wabah corona yang terjadi saat ini, terjadinya tingkat kepedulian untuk meningkatkan kemampuan diri dan berbagi terhadap sesama. Dari pemerintah pusat, daerah dan bahkan sampai tingkat kelurahan atau desa terpantau semuanya ingin berbagi. Inilah hikmah yang dapat kita ambil saat ini saling berbagi, berbagi bukan hanya dengan bentuk materi tapi dengan ikut berpartisipasi melaksanakan anjuran pemerintah agara wabah corona segera berakhir itupun termasuk berbagi. Marilah kita berbagi dalam bentuk apapun, berbagi itu Nikmat dan Indah. Salam sehat untuk semua yang membaca opimi ini terima kasih sampai ketemu berikutnya.

Sumber : reportase.tv