OPINI OPINI 2020

PSBB Tekanan Yang Memunculkan Keseimbangan Baru

Penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan mulai tanggal 18 April sampai dengan 1 Mei 2020 menyusul PSBB DKI, Bekasi ,Depok, Bogor dan Bogor Kota, tentunya membuat para penggiat usaha ketar-ketir, geraknya secara phisik tentunya tidak sebebas sebelumnya, hanya beberapa usaha saja yang diperbolehkan tetap buka yang berkaitan erat kelangsungan hidup manusia sehari hari.

Sejak WFH berlaku  nasib Ojol,  ponsel pinternya membisu, tidak  lagi riuh notifikasi yang biasa mengarahkan pada pekerjaan Darling, apalagi angkutan kota  boro-boro terisi 50 % ,dapat 2-3 penumpang saja sudah prestasi, karena kebanyakan orang diam dirumah mengisolasi diri, mahasiswa,anak sekolahan belajar di rumah agar terhindar dari virus ini sehingga warung warung sekitar kampus dan sekolahan termenung meratapi diri.

Kita perlu waspada tetapi tidak perlu panic, karena pandemic Covid-19 tidak akan mematikan orang sehat (jasmani dan rohani), pandemic tidak menghentikan orang dalam mencari pemenuhan kebutuhan hidupnya, tetapi yakinlah Pandemi ini hanya sementara akan menciptakan “Keseimbangan Baru”  seperti jika kita lihat dari jaman dulu: Revolusi Industri 1.0 sampai dengan 5.0, Krisis moneter 1998 (memunculkan Bank Syariah), perubahan teknologi Informasi 4-5 tahun  yang lalu adalah merupakan tekanan, menyebabkan platform kerja, platform pemasaran/bisnis  berubah selaras dengan itu semua, bergejolakkah saat itu? Ooo so pasti!, masih ingat saat angkot begitu berkuasanya menentukan kapan berangkat dari suatu tempat? 46,46! Begitu juga Ojek pangkalan. Namun dengan berjalannya waktu, aplikasi daring sudah mewabah di masyarakat,semua jadi terbiasa, tidak ada protes,  terjadilah keseimbangan baru  “content is only basic, context is the real formula” ( terjemahan bebasnya isi produk dan layanan  sama saja yang beda adalah bagaimana cara menawarkannya) .

Saya jadi teringat kata Prof Habibie ( Presiden RI ke 3) “Teori Balon“ dalam mengembangkan perekonomian di Kepulauan Barelang. Dalam konsep yang dikemukakan di depan Menteri Senior Lee Kuan Yew. beliau mengatakan, perekonomian Singapura dan kawasan sekitarnya diibaratkan “suatu system balon” yang dihubungkan satu sama lain dengan katup.

Alasan penggunaan katub yakni apabila salah satu balon terus memuai, maka saat tekanannya akan melebihi titik kritis sehingga bisa pecah. Untuk mencegahnya tidak pecah, maka balon ke-2 dapat mengambil kelebihan tekanan melalui katup dan dapat membesar tanpa menyebabkan balon pertama kempes, dan seterusnya

Balon pertama tentunya Singapura akan terus membesar karena perekonomiannya memang maju pesat sehingga boleh dialirkan ke Batam dan setelah membesar kemudian diberi katup agar bias dialirkan ke Rempang dan setelah membesar diberikatup lagi untuk dapat dialirkan ke Galang. Balon-balon itu, menurut Prof Habibie merupakan perekonomian suatu kawasan, akan mampu berkembang hingga tekanan kritisnya tanpa pecah atau dikempeskan balon lain.

Merujuk teori balon Prof.Habibie tersebut penulis melihat dan mencatat ada Keseimbangan Baru” dari Pandemi covid-19:

  1. Bekerja ternyata bisa dikerjakan dari rumah /SOHO (small office Home office).
  2. Akses e- commerce dan layanan pengiriman barang serta layanan kesehatan on- line / e health.
  3. Orang dan Organisasi akan menemukan cara baru hidup dan bekerja (menantang bisnis dan gaya lama sebelum pandemic) .

Peluang bisnis di Era Pandemi:

  1. Bisnis Terapi Coaching kecemasan/depresi merasa lebih terisolasi, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah kesehatan dan hubungan.
  2. Bisnis Retail/ Hospitality : karena hilangnya kepercayaan terhadap kebersihan orang dan produk. konsumen  lebih berhati-hati terhadap orang dan produk yang dihadapinya.
  3. Bisnis pariwisata lokal : Perjalanan ke Pedesaaan /tepencil lebih baik ketimbang ke luar negeri arena adanya risiko karantina.
  4. Optimalisasi kerja dari rumah. Perusahaan dengan dana yang ketat diprediksi akan mengurangi ruang kantor dan infrastruktur.
  5. Lebih baik Wiraswasta : peningkatan diprediksi terpaksa memikirkan ulang karier mereka.
  6. Bisnis berbasis retail : Retai dan agen produk diprediksi mengubah layanannya menjadi berbasis pengiriman. Walaupun  retail reguler tetap ada
  7. Bisnis Digital : kontak terbatas dengan orang tua. hingga vaksin tersedia, interaksi dengan orang di atas 65 tahun menjadi terbatas (tidak pulang kampung).

Sumber: reportase.tv
Penulis : H. Hastono, S.E., M.M. (
Dosen Manajemen  Pemasaran Universitas Pamulang)