OPINI OPINI 2020

Pentingnya Sosial Distancing

Meluasnya wabah corona di Indonesia memasuki tahap yang serius, jumlah pasien positif Corona terus melonjak tiap harinya denngan angka yang cukup signifikan. Data per hari Rabu tanggal 25 Maret 2020 menunjukan 790 Kasus, 58 Meninggal dan 31 sembuh. Masyarakat Indonesia semakin panik dan resah dengan adanya wabah corona dengan nama Covid 19 ini. Pemerintah didesak untuk segera melakukan kebijakan atau langkah demi mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona.

Sampai saat ini pemerintah pusat telah membuat kebijakan dengan memberlakukan “Sosial Distancing” yaitu menjaga jarak sosial dan tidak berkumpul, seperti meniadakan kegiatan perkantoran, kegiatan sekolah, kegiatan perkuliahan, kegiatan ibadah dan apapun itu yang mengakibatkan perkumpulan suatu massa dan menggantinya dengan metode jarak jauh. Kebijakan ini dirasa kurang efektif mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum sepenuhnya melaksanakan perintah atas kebijakan ini, sehingga dikhawatirkan semakin mewabahnya virus corona di Indonesia yang akan berdampak semakin tingginya angka kematian bila masyarakat itu sendiri tidak sepenuhnya mematuhi peraturan kebijakan social distancing itu.

Dalam kebijakan sosial distancing sampai saat inipun masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat dengan berbagai alasan seperti mereka harus tetap bekerja demi terpenuhinya kebutuhan keluarganya seperti yang dilakukan oleh para tukang ojek online ataupun pedagang kaki lima yang mata pencarian dan sumber penghasilannya didapatkan secara perhari, mereka berdalih bila mereka tidak keluar rumah maka keluarganya makan apa? Siapa yang kasih mereka uang untuk kebutuhan sehari – hari mereka, ada pula sebagian perkantoran yang sampai saat ini belum meliburkan karyawannya atau memberlakukan pemberdayaan kerja jarak jauh atau kerja dirumah sehingga memaksa karyawannya untuk keluar rumah dan kekantor yang akan berpotensi terpapar dalam penyebaran virus corona atau covid 19, bahkan yang lebih parahnya lagi masih banyak masyarakat lain yang menganggap enteng tentang bahaya corona itu sendiri, entah mereka kurang informasi atau mereka tau tapi merasa tubuh mereka akan kuat melawan virus itu sehingga tidak mengindahkan dan menjalankan social distanceing ini.

Banyak masyarakat menilai pentingnya pemerintah dengan mengambil kebijakan “Lock Down” untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas dan demi menyelamatkan kesehatan masyarakat Indonesia yang rasio tingkat kematiannya cukup tinggi dibanding dengan negara lain di dunia. Rasio mematian akibat virus corona di Indonesia saat ini adalah 7,34%.

Apa itu lockdown? Lockdown diambil dari bahasa Inggris, artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Corona atau Covid 19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun negara. Sebelumnya kita harus memahami konsep lockdown itu seperti apa, lockdown merupakan kebijakan pemerintah untuk menutup, mengkarantina atau mengisolasi suatu daerah atau negara. Disini pemerintah wajib mengunci seluruh akses dari suatu daerah atau negara, misalnya semua penerbangan ditutup dari dan ke luar negri ataupun antar daerah, fasilitas publik harus ditutup, aktifitas dibatasi tidak terkecuali aktifitas bisnis.

Apayang akan terjadi bila Indonesia melakukan lockdown? Yang akan terjadi adalah akan terhentinya amata rantai dari penyebaran virus corona ini, tetapi kita juga harus siap untuk menghadapi bajwa perekonomian kita akan turun drastis seperti nilai tukar rupiah mungkin akan kembali pada masa – masa seperti tahun 1998 yang berada dikisaran Rp. 16.850 per US dollar bahkan bisa lebih dari itu, karena sampai saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar sudah hampir sampai pada titik itu padahal pemerintah belum membuat kebijakan lockdown.

Dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan, istilah Lockdown yang berarti mengunci merujuk pada Karantina Wilayah dan pembatasan Sosial Berskala Besar. Kedua tindakan ini ditetapkan oleh pemerintah pusat dan dilakukan dalam situasi kedaruratan kesehatan masyarakat yang juga ditetapkan oleh pemerintah pusat. Undang – undang ini menyuebutkan pemerintah pusat wajib memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa karantina wilayah seperti yang tercantum dalam pasal 6 dan pasal 8 Undang – undang nomor 6 tahun 1998 tentang karantina kesehatan.

Lalu mengapa sampai saat ini pemerintah pusat tidak mengambil tindakan lockdown sedangkan korban akibat virus corona terus berjatuhan, apa yang sebenarnya menjadi pertimbangan pemerintah pusat sehingga belum mengambil langkah untuk lockdown dan menjalankan perintah undang – undang tentang karantina kesehatan.

Kebijakan lockdown di Indonesia menjadi pilihan yang sangat sulit, karena menyangkut efeknya yang sangat luas, meski ada sisi positifnya pergerakan manusa bisa dikendalikan dengan harapan penularan virus corona bisa ditekan, namun ada banyak ketimpangan yang akan terjadi seperti perekonomian yang akan jatuh, harga saham dan nilai tukar rupiah pun akan jatuh serta banyak sektor diluar perekonomian yang akan manual dampak apabila pemerintah pusat mengambil kebijakan lockdown. Bahkan beberapa hari yang lalu presiden Joko Widodo mengatakan dalam sebuah pidatonya bahwa dia belum kepikiran untuk memberlakukan opsi lockdown atau karantina seperti negara lain dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid 19.

Sekarang perlukah Indonesia melakukan lockdown jika presiden sendiri sudah mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan tes masal kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan rapid test yang akan diselenggarakan di beberapa rumah sakit dan tetap memberlakukan social distancing. Dengan demikian social distancing menjadi sesuatu yang sangat penting dilakukan saat ini.

Sumber : Koran Tangsel Pos, Senin, 30 Maret 2020
Oleh : Anak Agung Dewi Utari (Dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan)