OPINI OPINI 2020

Covid-19 dan Work From Home

Setelah Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa terdapat Warga Negara Indonesia yang terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19) akibat berinteraksi dengan pasien corona dari Warga Negara Jepang yaitu seorang Ibu berumur 64 tahun dan anaknya berumur 31 tahun, masyarakat sempat Panic Buy yang mana membeli semua keperluan sembako secara berlebihan. Dan ternyata, orang yang positif terkena Covid-19 meningkat dengan cepat.

Corona Virus Disease (Covid-19) merupakan jenis baru dari family Coronaviridae yang dapat menginfeksi sistem pernafasan pada manusia. Virus tersebut dinamakan Corona karena struktur virus tersebut tampak menyerupai mahkota. Selain bentuknya menyerupai mahkota, struktur virusnya seperti membrane, glikoprotein, selubung lipid bilayer, nukleokapsid dan genom RNA positif. Corona Virus Disease (Covid-19) juga merupakan jenis virus yang menjadi kekhawatiran warga dunia. Wabah virus Corona Virus Disease (Covid-19) ini pertama kali diterima oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019, terjadi di Negara China tepatnya di kota Wuhan yang merupakan bagian dari provinsi Hubei.

Melihat situasi dan kondisi saat ini yang semakin tidak kondusif maka Pemerintah secara tegas memberikan himbauan yaitu “Work From Home” kepada masyarakat agar tidak terjadi penularan virus Covid-19 secara cepat dan memutus tali rantai penyebaran virus Covid-19 tersebut. Adapun penyebaran virus Covid-19 dapat melalui kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, terpapar air liur pasien positif Covid-19 (batuk dan bersin), menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi yang selanjutnya menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sedangkan ketika kita beraktifitas seperti biasanya, kita dapat berinteraksi dengan orang lain dengan kontak langsung dan menyentuh barang yang bisa saja sudah terkontaminasi oleh virus Covid-19, tentunya kita tidak akan dapat melihat virus tersebut karena virus memiliki partikel sangat kecil dan bersifat kasat mata (hanya dapat dilihat dengan mikroskop).

Selain itu, penyebaran virus Covid-19 juga dapat melalui seseorang yang tidak dalam kondisi fit atau sedang mengalami gejala yang menjadiikan ciri dari Covid-19  lalu menular kepada seseorang yang tidak dalam keadaan fit pula. Namun banyak juga kasus pasien yang positif terkena Covid-19 tidak memiliki gejala apapun bahkan orang tersebut dapat menginfeksi orang lain. Dengan begitu, kita yang merasa sehat-sehat saja, bisa saja kita terinfeksi Covid-19 tanpa gejala apapun.

Virus Covid-19 dapat menyerang siapa saja, tidak memandang usia maupun jenis kelamin. Akan tetapi terdapat faktor resiko yang membuat seseorang lebih rentan untuk terinfeksi virus ini yaitu orang yang sudah lanjut usia, anak-anak dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun atau lemah.

Maka menindaklanjuti himbauan Presiden dan pencegahan penularan virus ini, Dinas Tenaga Kerja mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14/SE/2020 yang menetapkan berdasarkan instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan pertimbangan perkembangan kondisi saat ini pada Provinsi DKI Jakarta yaitu Diharapkan kepada para pimpinan perusahaan untuk dapat mengambil kangkah-langkah pencegahan terkait resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) dapat melakukan pekerjaannya di rumah.

Instansi Pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara pun akhirnya menetapkan himbauan Work From Home tersebut sebagai bentuk antisipasi penularan Virus Covid-19. Apabila terdapat pekerjaan yang harus segera diselesaikan dapat melalui e-mail hingga melakukan video call sebagai pengganti meeting atau conference.

Namun banyak perusahaan swasta yang tidak mematuhi himbauan tersebut, padahal situasi pasien yang Covid-19 semakin bertambah. Karena banyak perusahaan swasta yang beranggapan bahwa dengan menerapkan Work From Home maka para karyawan tidak bekerja secara maksimal seperti yang dilakukan pada saat di kantor. Selain itu, Work From Home juga dapat menurunkan tingkat stress yang dirasakan oleh para karyawan. Dan nyatanya, Work From Home merupakan salah satu cara untuk memutus tali rantai penyebaran Covid-19. Bahkan banyak para karyawan yang terutama bekerja sebagai buruh pabrik tidak menggunakan masker dan tidak disediakan hand wash serta hand sanitizer karena kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut, padahal hal tersebut merupakan pencegahan yang dapat dilakukan agar para karyawan tidak terinfeksi virus Covid-19.

Maka dari itu, sebaiknya pemerintah memberikan aturan yang tegas mengenai hal ini. Jika memang perusahaan tidak bisa melaksanakan “Work From Home” maka seharusnya pemerintah memberikan kontrol kepada perusahaan swasta agar perusahaan tersebut menyediakan masker, hand wash dan hand sanitizer guna pencegahan virus Covid-19. (*)

Sumber : Koran Tangsel Pos tanggal 27 Maret 2020 (Serena Ghean Niagara, SH., MH)