OPINI OPINI 2020

Mempersiapkan Diri, dengan Antisipasi Penyebaran Wabah Corona

Beberapa bulan ini kita dohebohkan dengan berita-berita yang belum tentu benar sehubungan dengan virus corona, sehingga dampaknya dapat merugikan masyarakat banyak.

Misalnya dengan melonjaknya harga masker, akibat oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi dengan menimbun puluhan kardus bahkan ratusan kardus masker, sehingga langka dan memicu kenaikan harga. Termasuk memborong barang-barang kebutuhan pokok, yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Dan lebih memprihatinkan adalah menyebarkan berita-berita hoaks berkaitan dengan virus corona yang dilakukan beberapa oknum sehingga harus berhadapan dengan hukum.

Virus corona terjadi hampir di seluruh negara, termasuk di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut dan untuk mempersempit perkembangan virus corona, ada beberapa daerah yang mengeluarkan beberapa kebijakan, diantaranya Solo Jawa Tengah, Jakarta, Depok, Banten dan daerah-daerah lainnya.

Tentu kita mendukung kebijakan yang diambil oleh beberapa Pemerintah Daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan dengan menutup sekolah-sekolah dua pekan sejak tanggal 16 Maret 2020 dan menunda ujian nasional di DKI, sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah corona (Covid-19). Demikian juga Pemerintah Kota Depok. Tindak lanjut pencegahan Covid-19, pemerintah menghimbau agar seluruh sekolah di kota Depok untuk meliburkan siswa dan mengganti dengan kegiatan-kegiatan belajar di rumah masing-masing, mulai tanggal 16 Maret 2020.

Kita tidak bisa lari dengan kondisi yang ada. Ini menjadi pembelajaran kita semua, pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Biasakan dengan hal-hal yang baik sehingga akan menjadi karakter yang baik. Untuk itu perlu ditanamkan pendidikan karakter kepada para siswa, anak-anak kita. Timbulnya penyakit umumnya berasal dari diri kita sendiri. Kita kurang bisa menjaga kesehatan badan, menjaga kebersihan lingkungan dan kurang peduli dengan kondisi yang ada.

Sekarang kita tidak perlu menyalahkan kepada siapapun, tetapi bagaimana kita bisa menjaga kesehatan individu masing-masing, dengan kebiasaan mencuci tangan setelah menjalankan aktivitas, menjaga pola makan yang sehat, mengurangi interaksi yang melibatkan orang banyak, mengikuti himbauan yang disampaikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, sehubungan dengan penyebaran wabah corona. Dengan adanya penyebaran wabah corona tentu ada hikmahnya, supaya kita lebih wise dan dewasa setiap mengalami kondisi yang kurang menyenangkan di sekitar kita.

Mari kita gelorakan hidup sehat, jangan memfosir tenaga kita dan jaga keseimbangan hidup. Waktu istirahat, waktu belajar, waktu bekerja, waktu makan. Kalau memungkinkan bisa tidur siang walaupun hanya beberapa menit. Manfaatkan waktu dengan hal-hal yang produktif misal dengan hal-hal yang produktif misal dengan membaca atau menulis, bisa juga yang hobi melukis. Jangan biasakan terlambat makan sesibuk apapun. Ini yang bisa memicu penyakit dan tentu mengganggu kesehatan.

Kesehatan merupakan salah satu kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua. Dengan kesehatan kita bisa menjalankan segala aktivitas apapun, termasuk makan apa adanya. Demikian sebaliknya apabila kita kurang sehat (sakit), seenak dan semahal makanan apapun yang kita beli belum tentu enak dimakan.

Untuk itu hendaklah selalu bersyukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan kesehatan dan lainnya. Selalu jaga kesehatan, semoga kita bangsa Indonesia cepat terhindar dari wabah corona. Aamiin. (*)

Sumber : Koran Radar Depok tanggal 16 Maret 2020. Oleh: Haryono (Dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan)