OPINI OPINI 2020

Pengamat : Tangsel Butuh Pemimpin yang Paham Manajemen Pemerintahan dan Visioner

Jelang Pilkada Tangsel 2020 pengamat politik Tangsel Direktur Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM), Syam Batubara, mengatakan, Tangsel perlu dipimpin oleh seorang pemimpin yang visioner dan memahami tentang manajemen pemerintahan.

Menurut Syam Batubara yang juga dosen Unpam  bahwa Tangsel butuh pemimpin yang visioner, seorang pemimpin yang visioner yang bisa membawa Tangsel berkembang dan maju.

“Pemimpin yang visioner itu yang mampu menciptakan dan menjadikan sebuah organisasi menjadi lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang. Dalam hal ini tentunya perkembangan dan kemajuan Kota Tangsel”. Kata Syam Batubara kepada Kliksaja.co

“Pemimpin tidak hanya bermimpi untuk masa depan, namun mereka harus dibarengi dengan suatu tindakan strategis, yaitu suatu kemampuan untuk mengantisipasi dan menciptakan visi masa depan, mempertahankan fleksibiltas, dan bekerja dengan orang lain untuk memulai suatu perubahan yang akan menciptakan suatu keunggulan bersaing bagi organisasi di masa mendatang.” Tambah Syam Batubara.

Syam Batubara juga menyoroti kondisi Tangsel saat ini, “Mari kita lihat kondisi Tangsel dewasa ini dalam kaitannya dengan apa yang menjadi filosofi kepemimpinan yang visioner. Sudahkah kota ini punya visi yang merencanakan masa depan ideal yang kredibel bagi seluruh warganya? Tangsel sesungguhnya mau jadi kota apa? Sehingga menjadi jelas apa yang menjadi tujuan dibentuknya kota ini”. Tanya Syam Batubara.

Dalam kaitannya dengan manajemen pemerintahan, Dosen Manajemen Universitas Pamulang ini mengatakan bahwa seorang pemimpin harus tahu dan paham mengelola pemerintahan dan paham menempatkan para personilnya guna mampu mencapai visi Tangsel.

Syam mencontohkan mislanya dalam penempatan seorang kepala dinas. Seperti diketahui kepala dinas di tingkat kabupaten/kota adalah setingkat dengan pejabat eselon dua. Kalau di pusat, pejabat eselon dua merupakan direktur, yaitu pejabat teknis.

“Berarti kepala dinas adalah pejabat teknis, bukan pejabat politis yang akan mengambil kebijakan strategis di daerah. Pengambil kebijakan strategis tentunya walikota atau pun wakil walikota. Seorang kepala dinas harus paham tentang dinas yang dipimpinnya secara teknis. Kalau seorang kepala dinas tidak memiliki background baik pendidikan atau pengalaman menyangkut organisasi yang dipimpinnya, lantas bagaimana dia akan mampu me-manage dinas yang dipimpinnya untuk mewujudkan visi dan misi Tangsel. Saya kira kita bisa lihat kasus yang ada di Tangsel,” tegasnya.

Syam juga menghimbau kepada masyarakat agar dalam Pilkada Tangsel masyarakat bisa memahami rekam jejak calon walikota dan wakil walikota yang akan dipilihnya. “Jangan lagi tergiur oleh janji-janji yang tidak rasional. Tangsel ke depan adalah kota yang betul-betul smart dan memiliki visi dan arah yang jelas.” Pungkas Syam Batubara.

Sumber : kliksaja.co