KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2019

Kala Dosen-dosen Akutansi Unpam ‘Turun Gunung’ Sebarkan Ilmu Gratisan ke Warga Bojongsari

Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan dengan Tema Pelatihan dan Pengajaran Bahasa Inggris dan Matematika Dasar Pada Anak Usia Sekolah di Yayasan Al-Kamilah Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. (Istimewa).

Tangsel – Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, berbatasan langsung dengan Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.Seperti apa kondisi pendidikan kota tetangga tersebut di mata akademisi Universitas Pamulang atau Unpam?

Juitania, salah seorang dosen Program Studi (Prodi) Akutansi Unpam dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com mengungkapkan, salah satu permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota Depok adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan akses di bidang pendidikan, khususnya masyarakat yang dikategorikan tidak mampu.

“Mereka tidak mendapatkan hak dasarnya berupa progarm wajib belajar sembilan tahun yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat bagi seluruh Bangsa Indonesia,” kata Juitania.

 

“Keterbatasan biaya serta jauhnya jarak antara tempat tinggal dengan sekolah menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi banyaknya masyarakat di samping belum meratanya sarana dan prasarana pendidikan di Kota Depok,” sambungnya.

Juanita merujuk Data Badan Pusat Statistik yang dipublikasikan Pikiran-Rakyat.com, presentase partisipasi anak yang tidak sekolah di kelompok umur 16-18 mengalami kenaikan sebesar 2,82 persen pada tahun 2019. 

Pada 2018, anak yang berhasil menamatkan SMA/SMK dan sederajat mencapai 35,5 persen dari total presentase penduduk berumur 15 tahun ke atas berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Jumlah itu kemudian turun pada tahun 2019 menjadi 31,51 persen.

Turunnya presentase partisipasi pendidikan tersebut diperparah dengan ketimpangan jumlah antara sekolah dan murid. Dengan jumlah pelajar SMK yang mencapai 39,150 siswa, ketersediaan sekolah di Depok hanya ada 128 sekolah. Jumlah itu lebih sedikit dibanding sekolah yang tersedia di Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 134 sekolah yang menampung 37,171 siswa.

Ketimpangan sarana dan prasaran ini pernah menjadi perhatian Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Irfan Suryanegara, yang merupakan anggata DPRD Provinsi dari Kota Depok, saat kunjungan kerjanya tahun lalu mengungkapkan ketimpangan antara jumlah lulusan Sekolah Dasar dengan jumlah sekolah setingkat SMP dan SMA yang berakibat banyak lulusan tidak tertampung pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Dosen Program Studi Akutansi Unpam saat kegiatan Pelatihan dan Pengajaran Bahasa Inggris dan Matematika Dasar Pada Anak Usia Sekolah di Yayasan Al-Kamilah Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. (Istimewa)

Pelatihan Bahasa dan Matematika Dasar

Untuk membantu masyarakat mendapatkan hak pendidikannya, beberapa dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan dengan Tema Pelatihan dan Pengajaran Bahasa Inggris dan Matematika Dasar Pada Anak Usia Sekolah di Yayasan Al-Kamilah Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap Rabu sore pukul 15.30 -17.00 WIB, dimulai pada 13 November 2019 hingga 4 Desember 2019 bertempat di ruang serba guna yayasan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain pengajaran dan penelitian,” ungkap Juitania. 

Yayasan Al-Kamilah, di bawah pimpinan Haryono yang juga dosen di Universitas Pamulang, merupakan yayasan menaungi 30 anak usia sekolah yang terdiri dari anak yatim piatu dan tidak mampu dengan usia sekolah SD hingga SMA.

“Pada dasarnya yayasan ini telah memberikan hak pendidikan juga. Namun, mayoritas pelajaran yang diberikan adalah pelajaran agama dan minus pelajaran umum. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini sangat tepat untuk memberikan pelajaran umum yang selama ini tidak pernah diterima oleh anak-anak yang tinggal di yayasan, tetapi hanya difokuskan pada dua mata pelajaran yakni Bahasa Inggris dan Matematika Dasar sesuai dengan mata kuliah yang diampu oleh dosen di kampus Unpam,” jelas Juitania. 

Beberapa dosen yang menjadi pemberi materi adalah Eko Sasongko Priyadi, S.Sos, M.A., Fitriyah, S.Pd., M.Pd., Juitania, S.Pd, M.Pd., pada bidang pelajaran Bahasa Inggris dan Drs Eny Suryani, M.Pd., pada bidang Matematika Dasar. Setiap pemberi materi wajib menyiapkan materi dan metode yang tepat serta menyenangkan agar mudah di terima oleh peserta karena usia peserta sangat beragam.

“Untuk mengoptimalkan program PKM di yayasan ini, dua kelompok PKM lain juga berkolaborasi dalam program pengajaran Bahasa Inggris dan Matemamatika, dimana setiap kelompok PKM terdiri dari 5 orang dosen,” bebernya.

Juanita menambahkan, bila dikumulasikan, kegiatan ini berjalan selama 14 pekan yang dimulai pada 11 September 2019.

“Harapannya, dengan kegiatan rutin pekanan selama 3,5 bulan peserta akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan Program PKM dosen Unpam ini dapat berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program pelatihan dan pengajaran, khususnya pada sektor pendidikan informal,”

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: bantenhits.com