KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2019

PKM oleh Dosen Akuntansi UNPAM dalam Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat Desa Cigudeg

Membangun suatu usaha, ada banyak hal yang perlu dilakukan. Mulai dari memikirkan ketersediaan stok barang, kinerja pegawai, sampai cara memasarkan produk. Namun, ada satu hal yang seringkali terlupa dalam menentukan kelanjutan usaha dan taktik ke depannya. Di mana Hal tersebut adalah laporan keuangan. Banyak pelaku usaha, terutama yang masih pemula, berpikir bahwa membuat laporan keuangan yang tersusun rapih dan jelas bukanlah hal utama dalam berbisnis. 

Bagaimanapun juga, yang paling penting dari mengelola bisnis ya tentu kegiatan berbisnis itu sendiri. Memang, menjalankan bisnis yang ada saat ini sangatlah penting, namun sebagai pelaku usaha juga harus memastikan kalau bisnis atau usaha yang sedang dijalankan bisa terus menghasilkan keuntungan dan maju. Bagaimana cara pelaku usaha dapat mengetahui jika bisni atau usahanya maju dan menghasilkan keuntungan, hal tersebut dapat dilihat dari laporan keuangan.

Secara khusus tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah:

  • Membantu Komunitas Oriflame dalam melakukan pencatatan penjualan dan pembukuan biaya-biaya operasional dengan baik dan benar.
  • Membantu Komunitas Oriflame dalam pengelolaan pembukuan usaha sehingga para pelaku usaha dapat tertib administrasi.
  • Membantu Komunitas Oriflame dalam melakukan kegiatan usaha dengan memberikan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha yang berkaitan dengan literasi keuangan khususnya pembuatan laporan keuangan sederhana agar laporan keuangan dapat disajikan dengan andal sehingga berdampak positif bagi kinerja para konsultan Oriflame khususnya Jaringan Endah Pusapa Nings

METODE

Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan secara berkala kepada para pengusaha yang tergabung dalam komunitas oriflamme di desa Cigudeg kabupaten Bogor. Pelatihan akan dilakukan secara berkala selama 1 bulan. 

Dalam pertemuan pertama akan diberikan materi pelatihan bagaimana cara membuat laporan keuangan secara sederhana yang diisi oleh Raden Ai Lutfi Hidayat, S.E., M.E,. Ybs adalah merupakan Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti. Raden Ai Lutfi Hidayat, S.E., M.E memberikan pelatihan literasi keuangan dengan materi pencatatan laporan keuangan sederhana mulai dari pencatatan uang keluar, uang masuk sampai pembuatan laporan laba rugi secara sederhana. 

Walaupun materi ajar dianggap merupakan materi yang sangat dasar, tetapi Raden Ai Lutfi Hidayat, S.E., M.E menyajikan materi secara interaktif sehingga setiap peserta pelatihan lebih mudah memahami dan langsung mempraktekan materi ajar yang disajikan. Selain itu, Raden Ai Lutfi Hidayat, S.E., M.E. memberikan materi dengan disisipkan permainan tentang materi ajar yang didalamnya terdapat doorprize, sehingga peserta menjadi lebih tertarik dengan materi yang disiapkan.

 Fitri Sagantha, S.E.Sy., M.E., sebagai mc memandu acara dengan meriah, sehingga pada pertemuan pertama para peserta menjadi lebih tertarik terhadap pencatatan keuangan sederhana didalam bisnis yang sedang di jalankan. Pada akhir sesi Juitania, S.Pd., M.Pd. memberian kuesioner untuk melihat respons para peserta dalam menanggapi materi yang telah disampaikan, sehingga pertemuan kedua nanti bisa lebih efektip dalam pemberian materi sesuai dengan sasaran yang diharapkan oleh para peserta.

Pertemuan kedua dilakukan pada selang satu minggu setelah pertemuan pertama yaitu tanggal 20 Oktober 2019. Pertemuan kedua disajikan oleh Andri Sjahputra, S.E., M.M. yang merupakan lulusan dari Universitas Trisakti. Pertemuan kedua ini Andri Sjahputra, S.E., M.M menyajikan materi tentang pembuatan Cash Flow secara sederhana. 

Pelatihan tentang barisan ini menjadi penting karena pencatatan tersebut harus dilakukan setiap hari ketika akan mengeluarkan uang ataupun mendapatkan uang dari hasil penjualan produk Oriflame. Untuk mempermudah pembuatan Cash Flow maka Andri Sjahputra, S.E., M.M menyajikan format Pemasukan dan Pengeluaran beserta rekapitulasi dari setiap transaksi yang biasa terjadi pada bisnis oriflame yang sedang dijalankan oleh para peserta.

Setelah penjelasan format Cash Flow, Andri Sjahputra, S.E., M.M membagikan langsung format yang telah diprint out kepada seluruh peserta untuk mempraktekan pencatatan cash flow sederhana yang telah di sampaikan dalam materi. Pada praktek pembuatan cash flow selain pemateri yang memimpin langsung, para peserta didampingi oleh fasilitator  Fitri Sagantha, S.E.Sy., M.E., dan Juitania, S.Pd., M.Pd. sehingga para peserta dapat dengan mudah mengerti bagaimana cara pencatatan cash flow sederhana yang menjadi output penting dalam pelatihan pertemuan kedua. 

Pada akhir sesi Adi Sofyana Latif, S.Si., M.M., dan Raden Ai Lutfi Hidayat, S.E., M.E,. membuat permainan dengan bahan materi yang telah disampaikan yang berhadiah paket sembako untuk para peserta pelatihan. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebagian besar peserta pelatihan mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga. Motivasi pemberian hadiah merupakan cara yang efektif untuk memaksimalkan daya fokus peserta pelatihan.

Seminggu selanjutnya tanggal 27 Oktober 2019 merupakan giliran Adi Sofyana Latif, S.Si., M.M., dengan materi praktek pembuatan pencatatan Laporan Laba Rugi. Untuk mempermudah praktek, pemateri membuat format laporan laba rugi yang telah diprint out, sehingga pada saat berjalannya praktek para peserta bisa langsung mencatat dari semua pendapatan dan biaya-biaya yang terjadi pada bisnis oriflame yang dijalankan. 

Dalam mempraktekan materi tersebut, para peserta didampingi oleh fasilitator Fitri Sagantha, S.E.Sy., M.E., dan Juitania, S.Pd., M.Pd., sehingga jika ada pertanyaan bisa langsung dijelaskan. Praktek membuat laporan laba rugi berjalan dengan efektif, terlihat dari form yang diisi dengan tepat mana yang tergolong pendapatan dan mana yang tergolong biaya. Pada pelatihan terakhir ini ditutup dengan pembagian sembako kepada para peserta berikut kuesioner, sebagai tolak ukur penilaian atas PKM yang telah dijalankan.

Setelah ketiga narasumber memberikan materi mengenai literasi keuangan yang terdiri dari materi pencatatan laporan keuangan sederhana, dilanjutkan dengan peraktek dalam pembuatan cash flow secara sederhana dan terakhir dengan pembuatan laporan Laba-Rugi. 

Kuesioner yang telah dibagikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui perkembangan kemampuan dan minat peserta pelatihan terhadap literasi keuangan dengan materi yang telah disampaikan. Hasil dari pelatihan ini akan dilaporkan dalam bentuk manuskrip yang dikirim kepada jurnal pengabdian kepada masyarakat.

Sumber: kompasiana.com